SELAMAT DATANG DI BLOG SAYA/KOYA MEII
Tampilkan postingan dengan label Timika. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Timika. Tampilkan semua postingan

Rabu, 25 Mei 2016

Delapan Rumah Warga di Timika Dibakar

TIMIKA - Hingga pukul 09.30 WIT hari ini, Rabu (25/5/2016), sudah delapan rumah dibakar oknum warga dalam konflik antarkelompok warga di Timika, Mimika, Papua.
Pada bentrok Selasa 24 Mei 2016 malam, dua rumah milik Daniel Pali dan Yohanis Limbongan di Jalan Sam Ratulangi dibakar warga. Pada Rabu 25 Mei 2016 dini hari, empat rumah masing-masing milik Agus Y Uhuyanan di Jalan Busiri, serta rumah milik Aser Parantak, Supardi Ponto, dan Malber Malacopo di Jalan Pattimura juga dibakar.
Terakhir, sekira pukul 07.00 WIT, dua rumah petakan di Jalan Busiri dibakar. Rumah petakan itu diketahui milik Pieter Kendek dan Yunus Tulele. Total rumah yang dibakar berjumlah delapan unit.
Sekadar diketahui, pembakaran yang terjadi merupakan bagian dari bentrok antarkelompok warga di Timika. Bentrok itu dipicu kasus penganiayaan warga di Jalan Busiri Ujung pada Senin 23 Mei 2016 sore terhadap Tibe dan Yunus.
Penganiayaan itu mengakibatkan ketegangan antarkelompok warga dan mengarah pada aksi saling serang menggunakan senjata tajam tradisional serta rakitan. Belasan warga jadi korban karena terkena busur wayer. Sejumlah kendaraan dan benda milik warga yang tidak terlibat bentrok juga dirusak massa.
"Sudah ada delapan rumah dan korban terkena busur, cuma luka-luka," kata Kapolres Mimika AKBP Yustanto Mujiharso, Rabu (25/5/2016).
Rencananya, siang ini akan digelar pertemuan melibatkan kedua kelompok warga yang difasilitasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika.
"Jadi, siang ini kita akan ada pertemuan membicarakan masalah konflik ini. Itu saya sudah koordinasi dengan wakil bupati," ucap Yustanto.
Saat ini personel gabungan TNI-Polri telah diturunkan menjaga lokasi-lokasi rawan terjadi bentrok. Hingga siang ini, situasi di kota Timika mulai berangsur normal.
"Brimob Den B dan Den A dari atas (Tembagapura) sudah kita turunkan hari ini sebanyak 50 orang untuk tambah-tambah kekuatan. Dari TNI tadi saya sudah koordinasi sama Dandim dan Kasbrig nanti menambahkan dua peleton juga dari batalion," papar Yustanto.

Selasa, 24 Mei 2016

BENTROK DI TIMIKA,DUA RUMAH DI BAKAR

Bentrok di Timika, Dua Rumah Dibakar

Selasa, 24 Mei 2016
SAPA (TIMIKA) - Bentrok antar kelompok warga kembali terjadi di Timika pada Selasa (24/5) sekitar pukul 15.30 WIT. Akibat bentrokkan ini, dua rumah milik warga dibakar.
Bentrokan yang terjadi diantara Jalan Busiri dan Sam Ratulangi ini dipicu kasus pengeroyokan yang menimpa Tibe dan Yunus yang dilakukan sekelompok warga pada Senin (23/5) sore di Jalan Busiri Ujung.
Akibat pengeroyokan ini, ratusan warga dari Jalan Sam Ratulangi pada Selasa (24/5) siang melakukan pertemuan dengan Kapolres Mimika AKBP H. Yustanto Mujiharso, SIK.,M.Si di Gedung Tongkongan.
Dalam pertemuan itu, massa meminta pihak kepolisian untuk segera menangkap pelaku pengeroyokan yang sudah diketahui keberadaan dan tempat tinggalnya. Menanggapi permintaan warga, Kapolres mengatakan, setelah pertemuan ini pihaknya akan segera menangkap para pelaku. Namun, pasca pertemuan tersebut ratusan warga yang tidak puas mencoba mendatangi rumah pelaku di Jalan Busiri Ujung.
Akibatnya, sempat terjadi ketegangan yang menimbulkan emosi warga lainnya dari Jalan Busiri dan Jalan Pattimura yang menyebabkan warga dari dua jalan tersebut melakukan pemalangan ruas Jalan Budi Utomo.
Aparat kepolisian kemudian melakukan upaya persuasif terhadap dua kelompok warga ini. Namun, diantara Jalan Busiri dan Sam Ratulangi kedua kelompok warga sudah terlibat saling serang dengan menggunakan panah wayer dan senjata rakitan.
Akibat bentrokkan ini, dua rumah warga milik Daniel Pali (49) dan Yohanis Limbongan (48) yang berada di belakang Gedung Tongkonan dibakar salah satu kelompok warga.
Selain membakar dua rumah, kelompok warga ini juga merusak rumah milik Matius Pali (51). Bentrokkan ini juga mengakibatkan puluhan warga terluka, dan harus dilarikan ke klinik terdekat.
Menurut Matius Pali (51) kepada Salam Papua di lokasi kejadian mengatakan bahwa, para pelaku yang berjumlah sekitar 10 orang, sambil menyerang ke arah Jalan Sam Ratulangi, warga tersebut juga merusak dan membakar rumah warga.
“Mereka bakarnya pakai bensin, bensin diambil dari motor, karena tadi ada motor didepan rumah mereka rusak dan ambil bensinnya. Bahkan motor itu juga ikut dibakar,” terang Matius.
Bentrokkan berakhir setelah puluhan personil Brimob Yon B Timika dan Dalmas Polres Mimika diterjunkan ke lokasi bentrok.
Hingga pukul 20.00 WIT, situasi dilokasi bentrok sudah berangsur kondusif. Sementara itu untuk mengantisipasi bentrok susulan dari kedua belah pihak, ratusan personil gabungan dari kepolisian dan TNI disiagakan di sejumlah titik kumpul warga.

Jumat, 06 Februari 2015

Freeport Sudah Serahkan Bandara Timika ke Rakyat Papua

PT Freeport Indonesia (PTFI) sebagian besar sudah memenuhi permintaan dari Pemerintah Daerah (Pemda) Papua. Tercatat, Papua meminta 17 item yang harus dilakukan perusahaan tambang emas asal Amerika Serikat (AS) tersebut yang bertujuan untuk kemajuan masyarakat Papua.
Gubernur Papua Lukas Enembe menjelaskan, permintaan ini mengingat secara rill masyarakat Papua di sekitar wilayah tambang Freeport sangat miskin dan tertinggal.
"Itulah sebabnya 17 item kita sampaikan beberapa tahun lalu kita sampaikan di Bali pada Freeport Indonesia. Salah satu yang sudah dipenuhi adalah Bandara Timika yang diserahkan ke pemerintah daerah, selama ini dikelola oleh perusahaan Freeport," ucap Lukas di Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (6/2/2015).
Menurut Lukas, wajib hukumnya pemda Papua membangun fasilitas darat supaya melayani masyarakat di sekitar pegunungan.
"Kalau bandara sudah diserahkan kepada kita, fasilitas daratnya kita bangun. Kalau sudah membangun, maka pergerakan pesawat tidak saja dari Jayapura menuju pegunungan, tapi Timika. Dengan demikian, kebutuhan-kebutuhan harga yang tinggi di daerah pegunungan bisa diturunkan. Lebih dekat dari Timika. Itu yang pertama mereka sudah serahkan," ucapnya.
Lukas menambahkan, poin yang kedua adalah masalah tenaga kerja, yakni ditempatkannya putra-putra daerah Papua di Freeport. Kemudian membuka rekening Freeport dan karyawan di Bank Pembangunan Daerah.
"Itu sudah dibuka. Sehingga Bank Pembangunan Daerah menjadi bank devisa. Selama ini kita bank lokal. Kita mau Bank Pembangunan Daerah sebagai bank devisa. Dengan harapan besok smelter baru di Papua sudah bisa dilakukan dari Papua. Tidak harus dibawa ke Surabaya. Itu saran kita," sebutnya.
Menurut Lukas, hingga tahun ini sudah banyak kemajuan dari aspirasi tersebut. "Tersisa 6-7 poin karena berhubungan dengan pemerintah pusat," kata Lukas.

Minggu, 30 November 2014

Timika Tidak Ada Pengibaran Bintang Kejora Hanya Ibadah Bersama

TIMIKA_TNI-POLRI SWEEPING JELANG PROKLAMASI KEMERDEKAAN BANGSA PAPUA.


Pada pukul 07:52 Waktu Papua Barat di Gorong-gorong depan Gereja Kemah Injil Papua (GKIP) Kingmi Jemaat Antiokia Tni-Polri 500 orang dengan Peralatan lengkap sweeping masyarakat Orang Asli Papua (OSP) yang melewati mereka menakuti dan memeriksa barang Bawahan dan Motor ditahan lalu di periksa.
Dan pada pagi suku sekitar 00:04-05:30 waktu papua, terjadi pemenembakan beberapa titik diantaranya yakni di jalan Petrosi dan kwamki lama, TNi-Polri sengaja mengeluarkan bunyi tembakan supaya rakyat Papua takut dan trauma hal ini dilaporkan oleh pengurus KNPB sector kwamki lama.
Kemudian kemarin juga Tni-Polri menangkap sejumlah rakyat Sipil dan dua anggota KNPB di Jl. Cenderawasih bace disini

Sesuai dengan Seruan aksi yang dikeluarkan oleh badan pengurus KNPB-PRD wilayah Timika bawah Tanggal 1 Desember 2014 adalah hari besar bagi Orang Papua dan diseluruh Umat Kristen di Seluruh Dunia karena dalam tanggal 1 Desember 2014 ini Bangsa Papua akan melakukan 3 (tiga) kegiatan besar yaitu :
TIMIKA_1 Desember merupakan hari Proklamasi kemrdekanan bangsa Papua Barat namun di Wilayah Timika Tni-Polri tiba-tiba melakukan Sweeping Pagi-pagi titik dimanan Jalan masuk Kantor Konite Nasional Papua Barat dan Parlemen Rakyat (KNPB-PRD) Wilayah Timika.
Pertama, 1 Desember 2014; Ibadah untuk memperingati Hari lahirnya Embrio Negara West Papua pada 1 Desember 1961.
Kedua, 1 Desember 2014; Ibadah Gerbang Natal 2014; Ibadah Gerbang Natal ini adalah salah satu ibadah yang harus di rayakan oleh umat Kristen di seluruh dunia termasuk Indonesia dan lebih khusus Papua di Timika. Ibadah Gerbang Natal dilakukan untuk menyukuri karena umat Kristen akan masuk dalam bulan Suci karena melalui Ibadah Gerbang Natal kita akan menyukuri atasPenjelmaan Yesus Kristus di kandang yang terhina. DIA RAJA DIATAS SEGALA RAJA tapi DIA menjelma menjadi Manusia. DIA ALLAH tapi di menjadi anak kecil karena dosa kita umat manusia.
Ketiga, 1 Desember 2014; Ibadah syukuran dan mendukung Agenda SIMPOSIUM bagi Para Pemimpin Pejuang Papua Barat di Vanuatu.
CREW KNPB TIMIKA

Jumat, 29 Agustus 2014

Raungan Su-27/30MKI TNI AU bikin takjub warga Timika

Timika, Papua  - Warga Timika, Papua, terkagum-kagum sekaligus takjub menyaksikan atraksi dua pesawat tempur Sukhoi Su-27 dan Su-30MKI Flankers dengan suara meraung-raung saat bermanuver di atas langit kota itu, Kamis.

Dibandingkan pesawat tempur lain TNI AU, raungan mesin Su-27/30MKI Flankersmemang jauh lebih menggetarkan dan "dalam". Kedua mesinnya sangat bertenaga dengan ukuran yang jauh lebih besar, bahkan ketimbang mesin F-16Fighting Falcon sekalipun.

"Ini ada apa, koq ada pesawat tempur terbang di Timika. Selama ini saya belum pernah menyaksikan atraksi pesawat tempur seperti ini di Timika," kata Marsianus, salah seorang warga yang bermukim di kawasan Koperapoka, Timika.

Perwira Kosekhanudnas IV Biak, Letnan Kolonel Elektronika Lilik Irianto, di Timika, Kamis, mengatakan, atraksi dua pesawat tempur Su-27 Flankers dari Skuadron Udara 11 TNI AU itu bagian dari simulasi latihan Komando Pertahanan Udara Nasional Sektor IV yang berpusat di Biak.

Dalam latihan itu, disimulasikan ada pesawat terbang musuh (pesawat C-130Hercules) tertangkap Satuan Radar 243 Timika memasuki wilayah udara Indonesia di sekitar Timika untuk menyerang area obyek vital nasional, PT Freeport Indonesia.

Saat pesawat musuh tersebut sudah teridentifikasi maka dalam jarak sekitar lima kilometer pasukan Detasemen Pertahanan Udara Komando Pasukan Khas TNI AU mencegat dengan menembakkan rudal QW.

Namun pesawat musuh tersebut mampu meloloskan diri dan selanjutnya menembaki sejumlah objek vital di area PT Freeport.

Menyikapi itu, Kohanudnas memerintahkan dua pesawat tempur Flankers yang ada di Biak yaitu Sukhoi-27 dan Su-30MKI untuk mengusir pesawat terbang musuh itu.

Dalam latihan tersebut juga dilibatkan satuan-satuan terkait lainnya dan komponen cadangan, di antaranya Kodim 1710/Mimika untuk mengvakuasi warga, polisi, Pemadam Kebakaran, pihak pengelola Bandara Timika, petugas medis dari RSUD, dan lainnya.

Menurut Irianto, selama latihan simulasi, Su-27 dan Su-30MKI itu melakukan tujuh kali running atau manuver. Padahal sesuai rencana semula, Flankers itu hanya dua kali manuver di atas langit Kota Timika.

"Ini suatu kebijaksanaan untuk masyarakat Timika. TNI AU melakukan itu untuk memberikan 'hiburan' kepada warga Timika mengingat selama 10 tahun berdirinya Kosekhanudnas IV ini baru pertama kali pesawat tempur terbang ke Timika," ujar dia.

Usai melakukan latihan simulasi, kedua Flankers itu langsung kembali ke Pangkalan Utama TNI AU Biak.

Sebelum melakukan latihan di Timika, Kosekhanudnas IV juga menggelar latihan serupa di Jayapura. 

Rabu, 27 Agustus 2014

Pembunuhan kepala suku Dani Korea Waker akibat cinta segitiga

TIMIKA PAPUA. Pembunuhan Korea Waker, salah satu kepala suku Dani di Timika yang ditemukan tewas Senin (11/8) di pinggir Sungai Lokpon SP 6 Timika, dipastikan akibat cinta segitiga.

Diberitakan Antara, Kamis (21/8), Korban diketahui dibunuh setelah sebelumnya diajak minum miras oleh wanita idaman lain (wil) yakni KW didampingi RM yang merupakan orang kepercayaan Korea Waker sekaligus pacar VH. Saat minum minuman keras itulah korban dipukul hingga tewas dan jasadnya dibuang di kawasan yang berada di luar Kota Timika.

VH sendiri masih berstatus pelajar di salah satu sekolah di Timika dan mengaku sudah berhubungan dengan korban cukup lama sehingga korban seringkali memberikan berbagai materi yang diminta VH.

Namun saat diminta untuk menjadi istri kelima, VH yang juga menjadi salah satu tersangka menolak dengan berbagai alasan. Akan tetapi, korban juga sudah mulai curiga bila kedua tersangka yakni VH dan RM saling berhubungan di belakangnya.

Waka Polda Papua Brigjen Pol Paulus Waterpauw kepada Antara di Sorong, Kamis, mengakui pembunuhan terhadap Korea Waker diduga karena cinta segitiga yang melibatkan orang kepercayaannya yakni RM.

Namun untuk memastikan sejauhmana keterlibatan kedua tersangka atau ada tersangka lainnya selain mereka kasus tersebut hingga saat ini masih terus diselidiki, kata mantan Kapolres Mimika era 2003.

Pasca ditemukannya jasad Korea Waker, terjadi aksi balas dendam hingga menewaskan delapan warga.

Brigjen Pol Waterpauw ketika ditanya tentang situasi kamtibmas di Timika, mengaku sudah relatif terkendali namun aparat keamanan tetap berjaga-jaga guna mengantisipasi terjadinya aksi balas dendam.

"Aparat keamanan masih berjaga-jaga di sejumlah kawasan yang dianggap rawan," jelas Brigjen Pol Waterpauw.

Minggu, 23 Februari 2014

Curi Kabel Freeport, Tiga Polisi Ditangkap

Timika- Mencuri kabel di areal perusahaan pertambangan Freeport di Timika, Kabupaten Mimika, Papua, tiga anggota polisi, di antaranya Brigadir Jhon Karases, Bripka Gunawan, dan Bripda Yam Saul Talibaba ditangkap dan ditahan di Rumah Tahanan Polres Mimika pada Jumat, 21 Februari 2014 lalu.
Menurut Kapolda Papua, Irjen Polisi Tito Karnavian mengatakan, ketiga anggotanya ini diduga melakukan pencurian di sekitar Bandara Moses Kilangin, Timika. "Ketiganya telah kami tahan dan saat ini dalam pemeriksaan dan penyidikan," katanya ke wartawan di Kota Jayapura, Ahad, 23 Februari 2014.
Tito juga mengatakan, info yang dia dapat ketiga anggota polisi itu diduga telah mencuri kabel milik Freeport. "Ini motifnya ekonomi. Mungkin mereka merasa intensif yang diberikan kurang, sehingga melakukan itu. Kami akan tetap proses ketiganya sesuai hukum berlaku," katanya.
Dari data yang didapat, tiga anggota polisi dari Polres Mimika dan Polres Sorong ini ditugaskan sebagai pengamanan di dalam areal Freeport. Ketiganya ditangkap pada Jumat, 21 Februari 2014, tepatnya sekitar pukul 21.30 WIT. Mereka diduga melakukan penggalian pipa bekas tambang Freeport di sekitar bandara.
Awalnya, pada Jumat 21 Februari 2014, seorang petugas jaga Bandara Moses Kilangin, mencurigai sebuah mobil merek Avanza yang ada di bandara. Sekitar pukul 19.30 WIT, petugas itu mendatangi mobil dan lokasi kejadian. Di dalam mobil didapati tujuh orang penumpangnya. Saat hendak ditangkap, empat orang melarikan diri, tiga orang yang berhasil ditangkap.

Senin, 09 Desember 2013

Gubernur Tunjuk Ausilius You Pelaksana Bupati Mimika

Timika - Gubernur Papua Lukas Enembe menunjuk Sekretaris Daerah Mimika, Ausilius You sebagai Pelaksana Tugas Bupati Mimika, menyusul Bupati Abdul Muis yang telah mengakhiri masa jabatannya pada Rabu (4/12).
Plt Bupati Mimika, Ausilius You kepada wartawan di Timika, Kamis, mengatakan siap melanjutkan tugas-tugas pemerintahan dan pembangunan serta bekerja sama dengan semua pihak termasuk DPRD setempat.
Dia menyatakan, tugas berat yang menanti di depan yaitu merampungkan pembahasan APBD Perubahan 2013 bersama DPRD setempat.
Pembahasan APBD Perubahan 2013 molor dari waktu yang ditetapkan karena pemilihan kepala daerah hingga kini masih disengketakan di Mahkamah Konstitusi (MK) di Jakarta.
Tim anggaran Pemkab Mimika telah mengajukan dokumen APBD Perubahan 2013 ke Pemprov Papua tanpa melalui pembahasan oleh DPRD setempat.
Akibatnya dokumen APBD Perubahan 2013 itu dikembalikan ke Pemkab Mimika untuk dibahas lebih dulu oleh DPRD Mimika.
"Gubernur Papua Lukas Enembe telah memberikan kesempatan, sehingga diharapkan DPRD dapat segera melaksananakan rapat pembahasan APBD Perubahan 2013 dengan mengesampingkan kepentingan politik," kata Ausilius You pula.
You mengajak semua pihak di Mimika untuk memberikan dukungan penuh kepada Pemkab setempat, untuk melanjutkan berbagai program pembangunan dalam masa transisi pemerintahan sebelum terpilih bupati-wakil bupati Mimika definitif.
Mantan Bupati Mimika Abdul Muis juga menyampaikan permintaan maaf kepada semua pihak selama bertugas sebagai wakil bupati sejak 2008--2013 dan bertugas sebagai bupati sejak Mei--Desember 2013 terdapat hal-hal yang kurang berkenan.
"Sebagai manusia, pasti saya ada kekurangan dan kesalahan," ujar Muis.
Dia menyatakan tetap akan terus memberikan dorongan kepada Pemkab Mimika untuk melakukan hal terbaik bagi masyarakat setempat, meskipun saat ini dirinya sudah menjadi warga masyarakat biasa.
Pada pilkada Mimika 10 Oktober 2013, KPU setempat menetapkan pasangan Abdul Muis-Hans Magal (Aman) dan pasangan Eltinus Omaleng-Yohanis Bassang (Ombas) sebagai peraih suara terbanyak yang akan bertarung kembali dalam pilkada Mimika putaran kedua.
Namun pelaksanaan pilkada Mimika putaran kedua baru akan berlangsung setelah Mahkamah Konstitusi memutuskan kasus sengketa pilkada Mimika yang diajukan oleh tiga pasangan calon lainnya.
Sesuai agenda, panel hakim MK akan memutuskan kasus sengketa pilkada Mimika dalam persidangan Kamis hari ini di Jakarta.(rr)

Senin, 02 Desember 2013

Produksi Freeport Tetap Jalan Setelah Peristiwa Longsor

Timika - Aktifitas produksi di kawasan under ground mile 74 milik PT Freeport Indonesia (PTFI) di Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua paska kejadian longsor yang menyebabkan satu orang karyawannya meninggal, hingga berita ini diturunkan tetap berjalan.
"Produksi tetap jalan, untuk korban yang selamat masih dirawat di Rumah Sakit Tembagapura dan untuk korban yang meninggal sudah dimakamkan di kampung halamannya di Palembang," kata Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Tembagapura AKP Sudirman melalui telepon celularnya kepada Antara di Jayapura, Senin.
Sudirman menjelaskan sementara ini kepolisian menduga kejadian ini merupakan kecelakaan di area kerja. Namun, pihaknya tetap melakukan penyelidikan tentang penyebab kejadian dan menunggu pihak mine inspektur yang juga akan melakukan investigasi.
Sementara itu, ketika hal ini dikonfirmasikan kepada Vice President Corporate Communications PTFI Daisy Primayanti melalui telepon celularnya, hingga saat ini belum ada jawaban.
Sebelumnya, karyawan PTFI Fikrizal Utama (37), ditemukan tewas akibat tertimbun material tambang di kawasan under ground mile 74 di Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Minggu sekitar pukul 04.00 WIT.
Ketika itu korban yang mengendarai mobil pick up jenis LWB dengan nomor lambung 01-4387 saat berada di loading point 1 E north underground DOZ tertimpa reruntuhan bebatuan atau material tambang.
Akibatnya, selain menyebabkan tewasnya Fikrizal juga menyebabkan satu karyawan lainnya yakni Peman Gombo mengalami luka-luka pada hari Minggu sekira pukul 04.00 WIT itu. Dimana longsoran bebatuan itu keluar dari pintu cut loading point 1 E nort.(rr)

Sabtu, 05 Oktober 2013

Cegah Keributan di Kwamki Narama, Polisi Razia Miras

TIMIKA, – Beberapa botol minuman keras dalam kemasan botol kaca dan kaleng serta minuman keras yang disimpan dalam botol bekas kemasan air mineral, serta sebuah pistol, dan korek api disita aparat kepolisian dalam razia miras yang digelar di Jalan Kwamki, Perempatan Jalan Bandara, Kamis kemarin.

Komandan Regu Unit Perintis, Kepolisian Resor Mimika, Bripka Aleka Miwele mengatakan razia miras bertujuan untuk mencegah keributan yang ditimbulkan oleh orang mabuk di Kampung Amole.

Rencananya, menurut Aleka, Jumat (4/10/2013), hari ini, di Kampung tersebut akan diadakan bakar batu dan pembayaran denda bayar kepala sehingga banyak warga yang berkumpul.

“Kegiatan ini untuk mencegah semakin banyak keributan warga yang ditimbulkan oleh warga yang mabuk di Kampung Amole, Kwamki Narama,” jelas Aleka.

Dalam razia tersebut, semua kendaraan roda dua dan empat beserta penumpangnya diperiksa oleh aparat kepolisian. Beberapa warga Kwamki Narama yang menyaksikan razia ini mengaku mendukung upaya aparat, karena keributan di Kwamki selalu bermula dari warga yang mabuk.

Razia ini merupakan yang ketiga kalinya sepanjang hari ini, setelah sebelumnya pada pagi dan siang tadi yang berhasil menyita puluhan botol minuman keras. Bahkan sejumlah anggota unit perintis Polres Mimika mengaku beberapa kali berpatroli ke Kampung Amole untuk melerai keributan warga.

Berdasarkan pantauan Kompas.com di Kampung Amole, terlihat warga sudah berkumpul bergerombol di rumah dan tenda yang didirikan untuk kegiatan bakar batu dan pembayaran denda kepala yang akan diadakan Jumat besok.

Di dalam kerumunan warga, beberapa di antara mereka terlihat sudah dalam keadaan mabuk. Menurut keterangan Jhon, warga Kampung Amole, Distrik Kwamki Narama, dua kelompok warga sempat saling serang dengan batu dan panah, sore kemarin.

Keributan yang dipicu oleh orang mabuk ini, akhirnya dibubarkan paksa aparat Kepolisian yang berjaga di Pos Polisi Kwamki. Jelang pelaksanaan pemungutan suara pemilukada Kabupaten Mimika 8 Oktober mendatang, satu regu Brimob Detasemen B Polda Papua disiagakan di Pos Polisi Kwamki Narama.

Kwamki Narama merupakan salah satu daerah yang dianggap rawan keributan dalam pelaksanaan pemilukada, mengingat di daerah ini kerap terjadi keributan dan bentrok antarkelompok warga.

Kamis, 26 September 2013

Gereja Katolik Desak Freeport dan Pemerintah Perhatikan Warga Nayaro

Timika - Gereja Katolik Keuskupan Timika, Papua mendesak PT Freeport Indonesia, Pemerintah dan aparat keamanan untuk memberi perhatian serius terhadap kelangsungan hidup ratusan jiwa warga Kampung Nayaro yang meninggalkan kampung mereka beberapa tahun lalu.
Pastor Paroki Gereja Katedral Tiga Raja Timika, Pastor Amandus Rahadat Pr kepada Antara di Timika,
Kamis mengatakan sejak 2009 hingga saat ini hampir seluruh warga Kampung Nayaro mengungsi dari kampung mereka.
Ada yang tinggal di kost-kost di Timika, ada yang terusir dari kost karena tidak sanggup lagi membayar biaya sewa rumah dan keleleran di Timika, ada yang menumpang pada sanak saudara mereka di Nawaripi, Koperapoka, Paumako.
Ada juga yang tinggal di gubuk-gubuk darurat di pinggir aliran pengendapan tailing PT Freeport bahkan sampai Pasir Hitam.
Aksi pengungsian besar-besaran warga Nayaro itu setelah terjadi serangkaian kasus penembakan oleh orang tak dikenal di sepanjang ruas jalan Tanggul Timur-Kali Kopi dalam area konsesi PT Freeport. Ruas jalan Tanggul Timur merupakan akses satu-satunya menuju Kampung Nayaro.
Warga Nayaro semakin takut akan menjadi sasaran tembak oleh pihak- pihak yang tidak diketahui identitasnya pascaterjadi penembakan terhadap kendaraan milik Kepala Kampung Nayaro, Herman Apoka yang sedang mengangkut karyawannya untuk bekerja pada proyek penghijauan di Tanggul Barat pada 9 Februari 2012.
"Gereja sangat prihatin atas masalah yang dihadapi warga Nayaro. Sampai sekarang mereka tinggal di rumah-rumah kost, ada yang tinggal di befak-befak di pinggir kali. Mereka punya kampung, tapi sekarang Kampung Nayaro diam membisu karena tidak ada lagi warga yang berani tinggal di sana," tutur Pastor Amandus.
Menurut Pastor Amandus, Gereja Katolik merasa prihatin lantaran selama ini banyak pihak memilih diam atas derita yang dialami ratusan hingga ribuan jiwa warga Kampung Nayaro.
Lantaran kondisi itu, katanya, Gereja Katolik berharap agar situasi yang dihadapi warga Nayaro segera diakhiri.
"Saya akan bawa masalah ini ke Presiden Direktur PT Freeport. Saya mau ketemu Bupati Mimika. Saya juga mau ketemu semua komandan-komandan TNI dan Polri. Kalian semua dengar, saya mau bawa masalah ini kepada mereka," tutur Pastor Amandus dihadapan ratusan warga Kampung Nayaro saat pertemuan dengan Gereja Katedral Tiga Raja Timika, Rabu (18/9) petang.
Dalam pertemuan dengan berbagai pihak yang berkepentingan itu, Pastor Amandus akan menyampaikan bahwa saat ini ada sekelompok manusia asal Kampung Nayaro yang hidup terlantar dan lari meninggalkan kampung mereka karena sesuatu hal.
"Pertanyaannya mengapa semua orang diam atas masalah ini. Ada apa. Mengapa Freeport juga diam padahal mereka yang membangun pemukiman masyarakat di Nayaro. Saya minta masyarakat Nayaro bicara jujur atas kondisi yang kami alami dan rasakan selama tinggal di tanah pembuangan," kata Pastor Amandus.
Ia mengatakan, hasil pertemuan dengan warga Nayaro tersebut akan dilaporkan oleh Tim Pastoral Gereja Katedral Tiga Raja Timika kepada Uskup Timika, Mgr John Philip Saklil Pr.
Selanjutnya, Gereja Katolik akan menemui para pihak terkait seperti PT Freeport, Pemerintah Daerah hingga Pemerintah Pusat di Jakarta dan para pimpinan TNI-Polri untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi warga Kampung Nayaro. (03)

Minggu, 02 Juni 2013

Pesawat Kargo Kecelakaan di Bandara Wamena

Wamena— Pesawat kargo milik maskapai Deraya sekitar pukul 07.13 WIT, Jumat (31/5/2013), mengalami kecelakaan di Bandara Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua.

Pesawat jenis turboprops ATP (advance turbo propeller) dengan nomor penerbangan PK-DGI dengan pilot Kapten Hadi, kopilot Kapten Monangka yang mengangkut barang seberat 6,8 ton tergelincir keluar lintasan saat mendarat di Bandara Wamena.

Dari informasi yang dihimpun Kompas.com, diduga pesawat sudah oleng saat akan mendarat ke landasan pacu dan saat melakukan pendaratan, roda sebelah kiri masuk ke grass strip sepanjang 500 meter. Kemudian, pesawat serong ke kiri keseluruhan masuk ke grasstrip. Kecelakaan ini menyebakan nose wheel patah. Kurang lebih 100 meter terlepas dari badan pesawat.

Pesawat berhenti tepat di depan taxyway, 150 meter keluar landas pacu dengan posisi hidung menancap di tanah. Main wheel  pun tertancap ke tanah, sementara propeller hancur.

Saat ini, aparat KP3 Udara Wamena bersama otoritas bandara sudah melakukan penyelamatan terhadap kru pesawat dan mengamankan lokasi kecelakaan. Akibat kejadian ini, Bandara Wamena sempat ditutup sementara untuk penerbangan.

Sebelumnya, pada Rabu (8/5/2013) lalu, pesawat kargo Nusantara Air Charter (NAC) meledak di Bandara Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua.

Senin, 20 Mei 2013

Ini Daftar Sementara Korban Runtuhnya Terowongan Freeport

TIMIKA- Terowongan tambang bawah tanah PT Freeport Indonesia, Big Gossan di Mil 74 Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua, runtuh pada Selasa (14/5/2013). Reruntuhan terowongan menimpa ruang kelas 11 QMS Underground, dengan 38 orang terperangkap di dalamnya.
Sepekan upaya evakuasi, hingga Senin (20/5/2013) malam, tim penyelamat telah mengevakuasi 27 pekerja,
1. Mateus Marandof
2. Selpianus Edoway
3. Yopinus Tabuni
4. Rooy Kailuhu
5. Aan Nugraha
6. Jhoni Tulak
7. Aris Tikupasang
8. Viktoria Sanger
9. Retno Arung Bone
10. Artinus Magal
11. Hengky Ronald Hendambo
12. Frelthon Wantalangi
13. Johni Michael Ugadje
14.Muntadhim Ahmad
15. Ma'mur
16. Petrus Frengo Marangkerena
17. Petrus Padak Duli
dengan 10 orang selamat dan 17 yang lain meninggal. Berikut adalah daftar korban meninggal dari insiden ini:
Sedangkan 10 korban selamat dari insiden ini, 5 di antaranya diterbangkan ke Jakarta dan kini dirawat di RS Premier Bintaro Jakarta. Mereka adalah:
1. Ahmad Rusli
2. Muhtadi
3. Hasbullah
4. Florentinus Kakupu
5. Towali
Sedangkan 5 korban selamat lain yang dirawat di Rumah Sakit SOS Tembagapura adalah:
1. Andarias Msen
2. Rudi Sitorus
3. Alham
4. Kenny Wanggai
5. Leonardus Spartan

Sabtu, 18 Mei 2013

Gubernur "Paksa" Freeport Bangun Rel Kereta Api

Timika  - Gubernur Papua, Lukas Enembe bersama wakilnya, Klemen Tinal "memaksa" PT Freeport Indonesia membangun jaringan rel kereta api sebagai sumbangannya kepada rakyat Papua.
Kepada wartawan di Timika, Jumat, Lukas mengakui selama ini Freeport sebagai perusahaan investasi besar telah memberikan banyak manfaat bagi negara, terutama bagi kemajuan dan peningkatan kesejahteraan rakyat di Provinsi Papua, terutama masyarakat lokal di Mimika.
Namun bagi Lukas Enembe, sumbangan yang diberikan Freeport tersebut selama ini dianggap masih terlalu kecil dibanding begitu besarnya hasil kekayaan mineral emas, tembaga dan perak yang telah dikeruknya selama puluhan tahun beroperasi di Papua.
"Yah, itu terlalu kecil. Ko bikin lebih besar untuk Papua. Saya dan Wagub sudah sepakat untuk menyuruh Freeport membangun jalan kereta api. Itu baru hebat," tegas Lukas.
Ia mengakui, aksesibilitas warga Papua sampai saat ini masih terkendala karena sulitnya transportasi. Sebagian besar wilayah terutama di pedalaman Papua masih terisolasi dari dunia luar lantaran kondisi geografis dan topografis yang sulit karena pemukiman penduduk berada di antara jejeran pegunungan tinggi dan terjal.
Satu-satunya sarana transportasi untuk bisa menjangkau penduduk di wilayah pedalaman Papua hanya melalui pesawat terbang berukuran kecil dan helikopter. Itu pun hanya di beberapa daerah tertentu yang memungkinkan.
Sedangkan akses jalan darat sangat sulit dibangun dalam kondisi medan Papua yang bergunung-gunung terjal sehingga dianggap tidak efisien dan efektif.
Menurut Lukas, dengan kondisi geografis dan topografis wilayah seperti itu, maka Papua membutuhkan sarana transportasi alternatif seperti kereta api.
PT Freeport Indonesia yang berinduk pada Perusahaan Freeport McMoRan Copper & Gold Inc dari Amerika Serikat telah berinvestasi puluhan tahun di wilayah Kabupaten Mimika, Papua semenjak 1970-an.
Terakhir Pemerintah Indonesia menandatangani kontrak karya PT Freeport untuk berinvestasi di Papua pada 1991 saat masa pemerintahan Presiden Soeharto. Melalui kontrak karya itu, PT Freeport diberikan izin untuk menambang mineral emas, tembaga dan perak di Mimika, Papua selama 40 tahun dengan masa perpanjangan 2x10 tahun.(rr)

Jumat, 17 Mei 2013

Pekerja Freeport Masih Terperangkap

Timika - Evakuasi terhadap 24 pekerja PT Freeport Indonesia hingga Jumat (17/5) masih terus dilakukan, belum ada pekerja yang tertimbun reruntuhan yang berhasil di evakuasi.

Hingga Jumat siang waktu Papua, evakuasi masih dilakukan secara manual. Tim penyelamat harus memindahkan material longsor satu per satu sambil memperkuat dinding terowongan.

Sebanyak 15 pekerja sudah berhasil dievakuasi, lima di antaranya meninggal. Mereka adalah Matheus Marandof, Selvianus Edoway, Yopinus Tabuni, Aan Anugrah dan Ronny Kayluhu.

Kepala Kepolisian Sektor Tembagapura, Ajun Komisaris Polisi Sudirman, Jumat siang melalui pesan pendeknya mengatakan belum ada pekerja yang bisa dievakuasi.

"Belum ada tambahan yang keluar (pekerja), upaya evakuasi terus berjalan, blokade karyawan di mil 72 masih ada," kata Sudirman.

Pada Jumat siang blokade jalan menuju Ridge Camp dan lokasi tambang bawah tanah dilakukan ratusan pekerja. Mereka memblokir jalan dengan menggunakan dua dump truck dan hanya menyisakan celah kecil untuk mobil medis dan pembawa bahan makanan.

Sebagian pekerja memilih turun ke Timika karena tidak ada aktivitas produksi. Sebagian lagi memilih tinggal di barak-barak pekerja.

Rabu, 15 Mei 2013

Longsor Freeport 4 Tewas, 25 Masih Tertimbun


Timika-Diperkirakan total karyawan yang menjadi korban longsor saat mengikuti refresher course di tambang bawah tanah Big Gosan berjumlah 39 orang. Para korban berada di fasilitas pelatihan bawah tanah, bukan di area tambang (500 m dari mulut tambang) dan terjebak longsor sejak Senin (13/5).

Dilaporkan sampai saat ini 4 orang dinyatakan meninggal dunia, 10 orang mengalami cidera dan luka-luka sedangkan 25 orang diperkirakan masih terjebak dan masih dalam proses evakuasi penyelamatan.

Para pekerja tambang yang menjadi korban runtuhnya terowongan bawah tanah di PT Freeport di Timika, Papua Barat dipastikan mendapatkan santunan asuransi kecelakaan kerja sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kita pastikan para korban baik yang meninggal dunia ataupun mengalami luka-luka pasti mendapat santunan asuransi,“ kata Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar di Jakarta, Rabu (15/5).

Muhaimin mengatakan sampai saat ini Pihak Kemnakertrans masih berkoordinasi dan bekerja sama dengan Kepolisian, Dinas Tenaga kerja Papua Barat dan Kementerian ESDM untuk mempercepat upaya penyelamatan dan menyelidikI penyebab utama terjadinya kecelakaan.

“Kita masih fokus pada upaya-upaya pencarian dan penyelamatan para korban yang masih tertimbun di lokasi serta  menyelidiki penyebab kecelakaan kerja yang terjadi, apakah itu akibat human error ataupun murni peristiwa bencana alam,” jelasnya.

Menaker juga telah menginstuksikan Dirjen Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan (PPK) untuk mengambil langkah-langkah terkait kecelakaan kerja freeport ini, termasuk berkoordinasi dengan Kementerian ESDM selaku pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di bidang pertambangan.

Tidak itu saja, untuk mempercepat proses evakuasi dan menyelidiki penyebab kecelakaan, dari pusat telah mengirimkan 3 orang instruktur tambang yang ahli menangani kasus seperti yang terjadi di Freeport.(Fat/jpnn)
-Kegiatan operasi freeport sementara dihentikan untuk mengakomodir keinginan karyawan yang saat ini sedang berduka atas musibah runtuhnya terowongan bawah tanah. Selain itu perusahaan ingin fokus dalam upaya evakuasi dan penyelamatan karyawan yang masih terperangkap.

Sabtu, 11 Mei 2013

DPR Minta Pemerintah Tidak "Tutup Mata" OPM

Timika  - Anggota DPR RI Utusan Provinsi Papua, Peggy Patricia Patipi, meminta pemerintah untuk serius menyikapi propaganda politik Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang semakin gencar di luar negeri dan tidak "menutup mata" dengan keberadaan separatis itu.
"Pemerintah jangan menutup mata dengan gerakan OPM. Orang-orang mereka sudah ada di luar negeri dan terus memperjuangkan ideologinya untuk mendapat simpatik dari dunia internasional," katanya kepada ANTARA di Timika, Jumat.
Menanggapi pembukaan kantor perwakilan OPM di Oxford, Inggris, ia mengatakan sudah waktunya bagi Pemerintah Indonesia untuk menyelesaikan secara baik persoalan Papua, sebagaimana pernah dilakukan dengan kelompok Gerakan Aceh Merdeka pada beberapa tahun lalu.
"Pertanyaannya mengapa Aceh bisa diselesaikan secara damai, tetapi Papua tidak bisa. Pemerintah harus bisa menyelesaikan masalah OPM sehingga ke depan tidak ada lagi ganjalan bagi pemerintah untuk membangun Papua dalam bingkai NKRI, apalagi OPM menargetkan merdeka pada tahun 2015," katanya.
Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Kebangkitan Bangsa itu mengakui sudah banyak kebijakan yang diberikan oleh Pemerintah Indonesia untuk mendorong percepatan pembangunan Papua dan Papua Barat agar lebih sejahtera sebagaimana daerah lain di Indonesia.
Kebijakan itu dilakukan melalui pelaksanaan Otonomi Khusus Papua dan saat ini Otsus Plus yang memberikan alokasi dana 80 persen untuk kabupaten/kota dan 20 persen untuk provinsi.
Selain itu, pemerintah juga membentuk Unit Percepatan Pembangunan Papua dan Papua Barat (UP4B) untuk lebih mempercepat pembangunan Papua.
Meski demikian, Peggy menyarankan agar berbagai kebijakan yang dilakukan di Papua itu harus tetap dievaluasi tingkat keberhasilan maupun kegagalannya.
Peggy khawatir dengan meningkatnya alokasi anggaran ke kabupaten/kota di Papua bisa memicu jurang perbedaan yang sangat besar di kalangan orang Papua sendiri.
Selain itu, kata Peggy yang juga putri dari mantan Gubernur Irian Jaya, Almarhum Jacob Patipi itu, maraknya konflik antarorang Papua setiap kali penyelenggaraan Pilkada juga patut dikaji.
Perebutan kekuasaan politik di setiap daerah di Papua saat Pilkada, katanya, tidak jarang menimbulkan kerusuhan dan tindakan anarkis karena masih minimnya pendidikan politik yang diberikan kepada orang Papua untuk bisa menerima kekalahan dan mengakui kemenangan orang lain.
"Setiap kali ada Pilkada di satu daerah di Papua, pasti terjadi kerusuhan. Ini tandanya bahwa masyarakat Papua belum sepenuhnya dewasa dalam berpolitik. Agar Papua bisa aman dalam membangun daerah maka diperlukan pendidikan politik yang lebih baik sehingga kalau kalah tidak ribut-ribut atau bakar-bakar fasilitas pemerintah," katanya.(rr)

Kamis, 09 Mei 2013

Kejari Timika Usut Dua Kasus Korupsi

Timika- Kejaksaan Negeri Timika, Papua saat ini sedang mengusut dua kasus dugaan tindak pidana korupsi di lingkungan Pemkab Mimika.
Kepala Seksi Pidana Khusus pada Kejari Timika, Denny Rumaekewi di Timika, Rabu mengatakan kedua kasus tersebut yaitu renovasi gedung sekolah SMP Negeri 3 Timika tahun 2012 dan kegiatan kompetisi olahraga dan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Mimika tahun 2012.
Denny menjelaskan, proyek renovasi gedung sekolah SMP Negeri 3 Timika tahun 2012 dikerjakan CV Sumber Mulia dengan menyerap anggaran sebesar Rp410 juta.
Kejari Timika menemukan indikasi adanya pekerjaan yang tidak sesuai dengan volume yang tertuang dalam kontrak pekerjaan.
Sedangkan dugaan tindak pidana korupsi di Dispora Mimika tahun 2012 terjadi pada kegiatan kompetisi olahraga. Pada 2012, instansi yang bersangkutan memprogramkan kompetisi olahraga pada tiga cabang olahraga yaitu basket, sepak bola dan voli.
Namun dari tiga cabang tersebut, hanya dua kegiatan yang berjalan yakni kompetisi basket dan kompetisi voli. Kegiatan kompetisi sepak bola tidak direalisasikan tanpa alasan yang jelas, namun anggaran seluruhnya sudah terpakai habis dengan total senilai Rp700 juta.
"Kedua kasus tersebut sudah ditingkatkan ke tahap penyidikan. Dalam waktu dekat kami akan tetapkan tersangkanya," jelas Denny.
Ia menambahkan, penyidik Kejari Timika telah memeriksa sejumlah saksi terkait kedua kasus dugaan korupsi tersebut.
"Kami akan kembali memanggil para saksi untuk dimintai keterangan sebelum penetapan tersangka," jelas Denny sembari menambahkan ada lima saksi yang sudah dimintai keterangan terkait kasus dugaan korupsi di Dispora Mimika.
Ia mengatakan, Kejari Timika membutuhkan dukungan data, informasi dan bukti-bukti autentik dari masyarakat jika mengetahui ada ketidakberesan dalam penanganan berbagai proyek dan kegiatan yang menyerap anggaran negara.
Denny mengatakan Kejari Timika sejauh ini belum pernah menyelidiki dugaan korupsi proyek pembangunan Kantor DPRD Mimika yang telah menelan anggaran lebih dari Rp86 miliar sejak 2009, meskipun kalangan dewan setempat telah mendesak polisi dan jaksa mengusut ketidakberesan dalam pembangunan gedung tersebut.(rr)

Sabtu, 04 Mei 2013

PLTU Timika Dibangun Pertengahan Mei Ini

Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Timika, Papua dilakukan mulai pertengahan Mei.
Manajer PT PLN (Persero) Rayon Timika Semuel Farwas di Timika Jumat mengatakan, material untuk pemancangan sebagian sudah ada di lokasi PLTU Timika di Kampung Ayuka (Pet 11), Distrik Mimika Timur Jauh. Sementara material pendukung berupa 3.007 batang tiang pancang sedang dalam perjalanan dengan kapal dari Surabaya ke Timika.
"Mudah-mudahan pertengahan Mei ini pekerjaan konstruksi sudah bisa dimulai sekaligus peletakan batu pertama," kata Farwas.
Menurut dia, kegiatan pembersihan lokasi proyek PLTU telah selesai dilakukan sejak akhir April.
Lokasi PLTU Timika di Kampung Ayuka tersebut dulunya merupakan lokasi pelabuhan bahan peledak untuk operasional pertambagan PT Freeport Indonesia seluas 10 hektare.
Pembangunan PLTU Timika berkapasitas 4x7 megawatt dipercayakan kepada PT Rekadaya Elektrikal dengan masa waktu pekerjaan 19 bulan dan menelan anggaran sekitar Rp1 triliun.
Kontrak pembangunan PLTU Timika sudah ditandatangani oleh Direktur Utama PT PLN (Persero) Nur Pamudji dengan Direktur Utama PT Rekadaya Elektrikal Didi Hasan Putra di Jakarta Maret.
Menurut Farwas, diharapkan pada 2014 satu unit PLTU Timika dengan kapasitas tujuh megawatt sudah bisa dioperasikan dan diikuti oleh pengoperasian unit pembangkit yang lain setiap tiga bulan berikutnya.
"Kalau empat unit dengan daya terpasang 28 megawatt bisa beroperasi semua maka sudah pasti masalah krisis daya listrik di Timika teratasi," tutur Farwas.
Sampai saat ini PLN Timika masih mengandalkan pasokan daya listrik dari pengoperasian pembangkit disel baik milik PLN sendiri maupun yang disewa dari pihak ke tiga yaitu dari PT Manunggal dan PT Sewatama.
Pemkab Mimika juga turut menyewa beberapa unit pembangkit disel dari pihak ke tiga untuk mendukung ketersediaan daya listrik di Timika dan sekitarnya.
Jumlah pelanggan PLN Timika saat ini tercatat sebanyak 26 ribu dengan daya listrik terpasang 18 megawatt, sementara beban puncak telah mencapai 18,3 megawatt.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Laundry Detergent Coupons