skip to main | skip to sidebar
  • Beranda

- Minou Yoka Blog's-

  • BERANDA
  • PRIBADIKU
    • GAMBAR
    • EKONOMI
    • SOSIAL
  • Downloads
    • Video
    • GAME BARU
    • File video
      • Office
  • DUNIA BERITA
    • Papua
      • Jayapura
      • Timika
      • Nabire
    • Paniai
    • Wamena
    • Dogiyai
  • GAP 88 TIMIKA
  • PENDIDIKAN
    • OPINI
    • FAKTA
  • LAGU DAERAH
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
Widget Animasi
SELAMAT DATANG DI BLOG SAYA/KOYA MEII

Gambar Kronologi 1

Bangunan Timika Indah.

Gambar Kronologi 2

Restauran Blue Cafee Jayapura.

Gambar Kronologi 3

Bangunan Timika Indah

Gambar Kronologi 4

Mabes Gap 88 ( Restu ).

Picture Kronologi

Kali pasir Timika.

Rabu, 15 Mei 2013

Longsor Freeport 4 Tewas, 25 Masih Tertimbun

03.59 Unknown No comments
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook


Timika-Diperkirakan total karyawan yang menjadi korban longsor saat mengikuti refresher course di tambang bawah tanah Big Gosan berjumlah 39 orang. Para korban berada di fasilitas pelatihan bawah tanah, bukan di area tambang (500 m dari mulut tambang) dan terjebak longsor sejak Senin (13/5).

Dilaporkan sampai saat ini 4 orang dinyatakan meninggal dunia, 10 orang mengalami cidera dan luka-luka sedangkan 25 orang diperkirakan masih terjebak dan masih dalam proses evakuasi penyelamatan.

Para pekerja tambang yang menjadi korban runtuhnya terowongan bawah tanah di PT Freeport di Timika, Papua Barat dipastikan mendapatkan santunan asuransi kecelakaan kerja sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kita pastikan para korban baik yang meninggal dunia ataupun mengalami luka-luka pasti mendapat santunan asuransi,“ kata Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar di Jakarta, Rabu (15/5).

Muhaimin mengatakan sampai saat ini Pihak Kemnakertrans masih berkoordinasi dan bekerja sama dengan Kepolisian, Dinas Tenaga kerja Papua Barat dan Kementerian ESDM untuk mempercepat upaya penyelamatan dan menyelidikI penyebab utama terjadinya kecelakaan.

“Kita masih fokus pada upaya-upaya pencarian dan penyelamatan para korban yang masih tertimbun di lokasi serta  menyelidiki penyebab kecelakaan kerja yang terjadi, apakah itu akibat human error ataupun murni peristiwa bencana alam,” jelasnya.

Menaker juga telah menginstuksikan Dirjen Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan (PPK) untuk mengambil langkah-langkah terkait kecelakaan kerja freeport ini, termasuk berkoordinasi dengan Kementerian ESDM selaku pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di bidang pertambangan.

Tidak itu saja, untuk mempercepat proses evakuasi dan menyelidiki penyebab kecelakaan, dari pusat telah mengirimkan 3 orang instruktur tambang yang ahli menangani kasus seperti yang terjadi di Freeport.(Fat/jpnn)
-Kegiatan operasi freeport sementara dihentikan untuk mengakomodir keinginan karyawan yang saat ini sedang berduka atas musibah runtuhnya terowongan bawah tanah. Selain itu perusahaan ingin fokus dalam upaya evakuasi dan penyelamatan karyawan yang masih terperangkap.
Read more »

Sabtu, 11 Mei 2013

DPR Minta Pemerintah Tidak "Tutup Mata" OPM

06.49 Unknown No comments
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook

Timika - Anggota DPR RI Utusan Provinsi Papua, Peggy Patricia Patipi, meminta pemerintah untuk serius menyikapi propaganda politik Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang semakin gencar di luar negeri dan tidak "menutup mata" dengan keberadaan separatis itu.
"Pemerintah jangan menutup mata dengan gerakan OPM. Orang-orang mereka sudah ada di luar negeri dan terus memperjuangkan ideologinya untuk mendapat simpatik dari dunia internasional," katanya kepada ANTARA di Timika, Jumat.
Menanggapi pembukaan kantor perwakilan OPM di Oxford, Inggris, ia mengatakan sudah waktunya bagi Pemerintah Indonesia untuk menyelesaikan secara baik persoalan Papua, sebagaimana pernah dilakukan dengan kelompok Gerakan Aceh Merdeka pada beberapa tahun lalu.
"Pertanyaannya mengapa Aceh bisa diselesaikan secara damai, tetapi Papua tidak bisa. Pemerintah harus bisa menyelesaikan masalah OPM sehingga ke depan tidak ada lagi ganjalan bagi pemerintah untuk membangun Papua dalam bingkai NKRI, apalagi OPM menargetkan merdeka pada tahun 2015," katanya.
Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Kebangkitan Bangsa itu mengakui sudah banyak kebijakan yang diberikan oleh Pemerintah Indonesia untuk mendorong percepatan pembangunan Papua dan Papua Barat agar lebih sejahtera sebagaimana daerah lain di Indonesia.
Kebijakan itu dilakukan melalui pelaksanaan Otonomi Khusus Papua dan saat ini Otsus Plus yang memberikan alokasi dana 80 persen untuk kabupaten/kota dan 20 persen untuk provinsi.
Selain itu, pemerintah juga membentuk Unit Percepatan Pembangunan Papua dan Papua Barat (UP4B) untuk lebih mempercepat pembangunan Papua.
Meski demikian, Peggy menyarankan agar berbagai kebijakan yang dilakukan di Papua itu harus tetap dievaluasi tingkat keberhasilan maupun kegagalannya.
Peggy khawatir dengan meningkatnya alokasi anggaran ke kabupaten/kota di Papua bisa memicu jurang perbedaan yang sangat besar di kalangan orang Papua sendiri.
Selain itu, kata Peggy yang juga putri dari mantan Gubernur Irian Jaya, Almarhum Jacob Patipi itu, maraknya konflik antarorang Papua setiap kali penyelenggaraan Pilkada juga patut dikaji.
Perebutan kekuasaan politik di setiap daerah di Papua saat Pilkada, katanya, tidak jarang menimbulkan kerusuhan dan tindakan anarkis karena masih minimnya pendidikan politik yang diberikan kepada orang Papua untuk bisa menerima kekalahan dan mengakui kemenangan orang lain.
"Setiap kali ada Pilkada di satu daerah di Papua, pasti terjadi kerusuhan. Ini tandanya bahwa masyarakat Papua belum sepenuhnya dewasa dalam berpolitik. Agar Papua bisa aman dalam membangun daerah maka diperlukan pendidikan politik yang lebih baik sehingga kalau kalah tidak ribut-ribut atau bakar-bakar fasilitas pemerintah," katanya.(rr)
Read more »

DPR Minta Pemerintah Tidak "Tutup Mata" OPM

06.47 Unknown No comments
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook

Timika  - Anggota DPR RI Utusan Provinsi Papua, Peggy Patricia Patipi, meminta pemerintah untuk serius menyikapi propaganda politik Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang semakin gencar di luar negeri dan tidak "menutup mata" dengan keberadaan separatis itu.
"Pemerintah jangan menutup mata dengan gerakan OPM. Orang-orang mereka sudah ada di luar negeri dan terus memperjuangkan ideologinya untuk mendapat simpatik dari dunia internasional," katanya kepada ANTARA di Timika, Jumat.
Menanggapi pembukaan kantor perwakilan OPM di Oxford, Inggris, ia mengatakan sudah waktunya bagi Pemerintah Indonesia untuk menyelesaikan secara baik persoalan Papua, sebagaimana pernah dilakukan dengan kelompok Gerakan Aceh Merdeka pada beberapa tahun lalu.
"Pertanyaannya mengapa Aceh bisa diselesaikan secara damai, tetapi Papua tidak bisa. Pemerintah harus bisa menyelesaikan masalah OPM sehingga ke depan tidak ada lagi ganjalan bagi pemerintah untuk membangun Papua dalam bingkai NKRI, apalagi OPM menargetkan merdeka pada tahun 2015," katanya.
Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Kebangkitan Bangsa itu mengakui sudah banyak kebijakan yang diberikan oleh Pemerintah Indonesia untuk mendorong percepatan pembangunan Papua dan Papua Barat agar lebih sejahtera sebagaimana daerah lain di Indonesia.
Kebijakan itu dilakukan melalui pelaksanaan Otonomi Khusus Papua dan saat ini Otsus Plus yang memberikan alokasi dana 80 persen untuk kabupaten/kota dan 20 persen untuk provinsi.
Selain itu, pemerintah juga membentuk Unit Percepatan Pembangunan Papua dan Papua Barat (UP4B) untuk lebih mempercepat pembangunan Papua.
Meski demikian, Peggy menyarankan agar berbagai kebijakan yang dilakukan di Papua itu harus tetap dievaluasi tingkat keberhasilan maupun kegagalannya.
Peggy khawatir dengan meningkatnya alokasi anggaran ke kabupaten/kota di Papua bisa memicu jurang perbedaan yang sangat besar di kalangan orang Papua sendiri.
Selain itu, kata Peggy yang juga putri dari mantan Gubernur Irian Jaya, Almarhum Jacob Patipi itu, maraknya konflik antarorang Papua setiap kali penyelenggaraan Pilkada juga patut dikaji.
Perebutan kekuasaan politik di setiap daerah di Papua saat Pilkada, katanya, tidak jarang menimbulkan kerusuhan dan tindakan anarkis karena masih minimnya pendidikan politik yang diberikan kepada orang Papua untuk bisa menerima kekalahan dan mengakui kemenangan orang lain.
"Setiap kali ada Pilkada di satu daerah di Papua, pasti terjadi kerusuhan. Ini tandanya bahwa masyarakat Papua belum sepenuhnya dewasa dalam berpolitik. Agar Papua bisa aman dalam membangun daerah maka diperlukan pendidikan politik yang lebih baik sehingga kalau kalah tidak ribut-ribut atau bakar-bakar fasilitas pemerintah," katanya.(rr)
Read more »

Enam Tersangka Penyerangan di Sorong Dituduh Makar

06.43 Unknown No comments
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook

Jayapura - Enam warga sipil asal suku Moi di Distrik Aimas, Kabupaten Sorong, Papua Barat yang ditangkap polisi pasca penembakan Sorong, Selasa 30 April 2013, dikenai pasal makar.

"Polisi menjerat tersangka dengan pasal makar," kata Yan Christian Warinussy, Direktur Eksekutif Lembaga Penelitian, Pengkajian dan Pengembangan Bantuan Hukum Manokwari, Jumat 10 Mei 2013. Keenam tersangka itu adalah Klemens Kodimko (71), Obeth Kamesrar (65), Antonius Safuf (62), Obaja Kamesrar (40), Yordan Magablo (42) dan Hengky Mangamis (39).

Warinussy mengatakan, tim pengacara dari Papua Barat mendampingi para tersangka. Tim Penasihat Hukum mendapat dukungan dari Badan Pekerja AM Sinode Gereja Kristen Injili di Tanah Papua berdasarkan Nota Tugas Nomor: 209/G-15.d/V/2013 tanggal 7 Mei 2013. "Penasehat hukum telah menandatangani surat kuasa untuk saudara Isak Klaibin yang dituduh sebagai pimpinan pelaku makar," kata Warinussy.

Insiden Sorong terjadi menjelang peringatan Hari Integrasi Papua, Rabu 1 Mei 2013. Kisruh itu menyebabkan dua orang meninggal dunia. Korban ditembak adalah Abner Malagawak, 22 tahun dan Thomas Blesia, 28. Peristiwa terjadi sekitar pukul 20.00 WIT itu juga melukai Herman Lokden, 18, warga kampung Wulek, serta Andreas Sapisa, 32, warga Distrik Makbon, Kabupaten Sorong. Herman terluka di betis kanan, sedangkan Andreas Sapisa di jari kaki.

Sepekan setelah kerusuhan di Aimas, salahsatu korban tembak Salomina Klaibin (37 tahun) akhirnya meninggal, Selasa, 7 Mei 2013. Ibu rumah tangga itu sempat dirawat di rumah sakit dengan luka di bagian perut. "Korban menderita luka pada bagian perut, paha dan lengan kiri diduga ditembak aparat pada penyerangan terhadap massa di rumah Isak Klaibin, Aimas, Sorong," kata Warinussy.

Menurut dia, berdasarkan Undang-Undang Nomor 39 tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia dan Undang Undang Nomor 26 Tahun 2000, kasus tersebut dikategorikan masuk pelanggaran HAM.

Sementara itu, Kepolisian Daerah Papua menyatakan, pelaku penyerangan terhadap aparat tetap akan diproses. "Untuk yang meninggal, itu adalah anggota OPM berpangkat Letnan Satu, korban ini saudara kandung Isak Klaibin," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Papua Komisaris Besar Polisi, I Gede Sumerta Jaya.

Usai kejadian Aimas, polisi kemudian menangkap sejumlah orang yang diduga terlibat penyerangan terhadap aparat. Polisi juga berhasil mengolah Tempat Kejadian Perkara dan menyita ratusan amunisi serta senjata rakitan. "Diantaranya amunisi kaliber 56, ada juga senjata rakitan, puluhan senjata tajam dan kartu identitas gerakan Papua di Sorong," kata I Gede Sumerta Jaya.
Read more »

Kantor OPM Akan Dibangun di Sejumlah Negara

06.18 Unknown No comments
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook

JAYAPURA

"Tentu di negara-negara yang mendukung Papua, tapi masih rahasia. Kami akan umumkan jika sudah diresmikan," kata Buchtar Tabuni kepada Tempo, Selasa, 7 Mei 2013.

Pendirian di Oxford ini agar lebih memudahkan aktivitas penggalangan internasional terhadap status Papua. Oxford dianggap lebih demokratis dalam menerima pandangan kebebasan sebuah bangsa.

Pendiri sekaligus kepala kantor OPM di Oxford adalah Benny Wenda, pria kelahiran Papua tahun 1975 silam. Pada tahun 1977, ketika ia berusia 2 tahun, militer Indonesia melakukan serangan udara dan membunuh ribuan orang, termasuk keluarganya. Dia kemudian dibesarkan oleh pamannya dan menghabiskan lima tahun tinggal di hutan.

Benny, yang menolak Indonesia, terus dikejar petugas. Dia pernah ditangkap dan dipenjara pada 6 Juni 2002 di Jayapura, setelah dituduh memprovokasi massa membakar kantor polisi. Hukumannya 25 tahun. Dalam penjara, Benny, mantan mahasiswa di Jayapura itu, berpikir keras untuk melarikan diri. Sampai suatu saat ia mendapat kesempatan dan kabur dari tahanan pada 27 Oktober 2002.

Benny terus melewati perbatasan Papua Nugini. Dengan dibantu sekelompok orang, ia akhirnya lolos ke Inggris. Benny adalah warga negara Inggris. "Tapi yang benar adalah dia warga Papua Barat. Di Inggris itu hanya untuk sementara," kata Buchtar Tabuni.

Kampanye Benny di luar negeri juga membumi. Ia beberapa kali berkunjung di negara-negara Afrika, juga di Pasifik. Sampai akhirnya, pemerintah Indonesia pada tahun 2011 mengeluarkan Red Notice dan Surat Perintah Penangkapan Internasional untuk dirinya.

Belakangan, nama Benny dihapus dari daftar pencarian orang (DPO) karena polisi internasional tak menemukan unsur kriminal sebagaimana dituduhkan otoritas Indonesia.
- Ketua Parlemen Nasional Papua Barat Buchtar Tabuni menyatakan, rencananya, kantor Organisasi Papua Merdeka juga akan dibangun di sejumlah negara. Selain Oxford, Inggris, yang lebih dulu terdapat kantor OPM, peresmian kedua dapat saja dilakukan di negara tetangga Indonesia.
Read more »

Proyektil di tubuh anggota OPM Aimas bukan standar

06.07 Unknown No comments
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook


Jayapura, Papua - Salomina Kalaibin, korban penembakan di Distrik Aimas, Kabupaten Sorong, Papua Barat , Senin malam, akhirnya meninggal setelah dirawat sejak 1 Mei lalu. Dari tubuhnya dokter forensik mendapati, proyektil peluru yang bersarang bukan dari peluru standar TNI/Kepolisian Indonesia. 

Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Papua, Komisaris Besar Polisi Gede Sumerta, secara terpisah mengatakan, korban sempat dioperasi Kamis malam (1/5), sesaat setelah tertembak, di RS Sele Be Selo Aimas.

Dikatakan, dokter yang mengoperasi korban berhasil menggeluarkan proyektil namun jenisnya bukan yang biasa digunakan TNI/Kepolisian Indonesia, alias bukan amunisi standar senjata organik.

"Kami memperoleh informasi proyektil yang ditemukan pada tubuh korban itu bukan proyektil yang digunakan polisi atau TNI," kata Sumerta.

Secara terpisah, Inspektur Pengawas Daerah Kepolisian Daerah Papua, Komisaris Besar Gde Sugianyar, menyatakan, "Korban kebetulan perempuan. Namun diketahui perempuan korban ini anggota OPM Kalaibin, memiliki seragam dan kartu anggota gerakan mereka."

Informasi dihimpun menyatakan Salomina Kalaibin memiliki kartu anggota Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat dengan nomor anggota 7104485, berpangkat Sergeant 2E, berlaku mulai 1 Juli 2007, dan ditandatangani Panglima Pembebasan Nasional Papua Barat, Richard H Jowen. 

Dengan dia meninggal, maka tercatat tiga warga tewas akibat penembakan sesaat setelah tim gabungan TNI/Polri diserang masyarakat, sekitar pukul 02.00 WIT Kamis pekan lalu.

Penyerangan itu terjadi saat petugas gabungan menuju lokasi yang dilaporkan ada sekitar 200 warga sedang berkumpul dan diduga bersiap mengibarkan bendera Bintang Kejora, lambang separatis OPM untuk memperingati Hari Aneksasi yang jatuh 1 Mei.

Oleh negara, 1 Mei di sana juga diperingati sebagai Hari Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang biasa dirayakan dengan berbagai keramaian melibatkan masyarakat setempat. Selama ini Sorong dikenal sebagai salah satu kawasan paling aman dan tenteram di Provinsi Papua. 

Akibat penyerangan itu, satu anggota TNI AD setempat, Pembantu Letnan Dua Saltoni, luka bacokan dan dua unit kendaraan roda empat yang digunakan rusak berat. Polisi hingga saat ini masih menyelidiki kasus tersebut dan sudah menetapkan enam warga sebagai tersangka.

Kelompok OPM setempat penyerang patroli gabungan itu diketahui dipimpin Isak Kalaibin. "Kami tengah mengejar kawanan Kalaibin itu hingga ke hutan-hutan," kata Kepala Polres Sorong, Komisaris Besar Polisi Zulpan, yang dihubungi lewat telefon genggam. 

Di lokasi dekat tempat penyerangan patroli gabungan itu, di Desa Aimas, Distrik Aimas, petugas gabungan mendapati berbagai barang bukti aktivitas kawanan Kalaibin. Selain bendera, ada bagan organisasi OPM setempat, denah posisi pos polisi dan pos TNI AD setempat, serta dokumen-dokumen rencana aksi penyerangan.

Masih ada ratusan amunisi kaliber 5,56 milimeter, senjata api rakitan, dan magasen pembungkus butir amunisi di senjata laras panjang. Serta senjata tajam tradisional berupa kampak, parang, dan panah di lahan yang menjadi arena perekrutan dan pelatihan anggota separatis OPM itu.
Read more »

Kamis, 09 Mei 2013

Cuma dikuasai 3 orang, bahasa di Papua ini nyaris punah

05.33 Unknown No comments
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook

Biak-Dari ratusan bahasa yang ada di tanah Papua, bahasa Dusner menjadi bahasa yang terancam mengalami kepunahan. Bukan tanpa sebab, kini bahasa tersebut hanya menyisakan tiga orang penutur berusia tua di teluk Wondama, Papua Barat.

"Tinggal tiga 3 orang penutur, yang paling muda 65 tahun yang lainnya di atas itu. Yang saya dapat 2 narasumber menyampaikan. Satu nenek Emma Somisa dan Enos Yoweni satu lagi tidak tinggal di satu kampung berbeda," ungkap Direktur Pusat Penelitian Bahasa dan Budaya Papua, Andreas J Deda dalam sambungan telepon dengan merdeka.com, Minggu (5/5).

Dari penlitiannya bersama dengan institusi asing dan juga universitas Papua, pengaruh sosial budaya menjadi penyebab rentannya bahasa ini punah. Terlebih lagi dominasi dan pengaruh luar yang membuat semakin hilangnya penutur bahasa Dusner.

"Pertama, secara lokal ada persaingan wilayah dilihat ada persaingan kedaerahan atau orientasi hidup termasuk kelompok bahasa papua Austerinesia kelompok Biak. Kedua, di tahun 1920-an sudah dilarang oleh guru Injil. Orang di sana tidak boleh menggunakan Dusner karena bahasa itu termasuk bahasa setan karena bahasa itu digunakan untuk bicara dengan nenek moyang," jelasnya lagi.

Tak banyak yang bisa dilakukan Andreas untuk melestarikan bahasa leluhurnya ini. Seakan tak mampu membendung pengaruh modernisme dan dominasi suku besar, tim peneliti bahasa mengembalikan pilihan kepada masyarakat Wondama. Ingin kembali menuturkan bahasa ini atau tidak.

"Yang kami lakukan sekarang membuat kamusnya kemudian dari profesor dari luar, rektor kami menulis tentang grammar-nya. Sekarang kita kembalikan ke masyarakat tergantung ke masyarakat," tutupnya.

Bahasa Dusner melengkapi dua bahasa di Papua lainnya yang telah punah. Bahasa tersebut adalah bahasa Mansin dan Tandinia yang telah hilang pada tahun 1970-an.
Read more »

Mahasiswa Tuntut Penarikan Militer di Papua

05.30 Unknown No comments
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook

Yogyakarta- Aliansi Mahasiswa Papua di Yogyakarta menuntut penarikan unsur militer baik TNI maupun Polri dari seluruh wilayah Papua sebagai syarat terbukanya ruang demokrasi bagi masyarakat setempat.
"Kami menginginkan kebebasan dan hak menentukan nasib sendiri bagi seluruh rakyat papua. Itulah satu-satunya solusi yang demokratis,"kata Ketua Umum Komite Pimpinan Pusat Aliansi Mahasiswa Papua (AMP), Rinto Kogoya kepada wartawan di Yogyakarta, Jumat.
Rasa kebebasan itu, menurut dia , bisa diwujudkan apabila dilakukan penarikan TNI dan Polri baik dari unsur organik dan non organik dari seluruh wilayah Papua.
Tuntutan tersebut, menurut Rinto, juga dipicu dari terjadinya berbagai insiden penembakan yang telah dilakukan pihak militer pada 1 Mei lalu, kepada rakyat sipil di Kabupaten Sorong dan Biak Numfor.
Penembakan yang dilakukan oleh pihak militer itu, kata dia, mengakibatkan dua warga sipil meninggal dunia dan tiga luka-luka.
"Tanggal 1 Mei di saat masyarakat Papua sedang merayakan 50 tahun Aneksasi, malah ada pnembakan.ini adalah contoh tindakan intimidasi secara psikologis,"katanya.
Pihak masyarakat Papua, menurut dia, hingga saat ini menginginkan terbukanya ruang-ruang demokrasi untuk bertukar fikiran demi menghidupkan aspirasi masyarakat setempat.
"Sehingga terbukanya aspirasi masyarakat itu tentunya harus dijauhkan dari situasi intimidatif, yang setiap hari dirasakan masyarakat Papua,"katanya.
Ia mengatakan seharusnya pemerintah mengabulkan permintaan masyarakat Papua apabila menginginkan masyarakat setempat lebih dekat dengan Indonesia.
"Bagaimana dekat, kalau rasa kebebasan itu juga tidak bisa diberikan,"katanya.
Otonomi khusus (Otsus) yang diberlakukan di Papua, menurut dia, juga belum bisa dianggap sebagai solusi akhir. Sebab hingga saat ini Otsus belum bisa memunculkan kesejahteraan bagi masyarakat setempat.
"Jangan dianggap kalau sedah diterpakan Otsus, persoalan selesai,"katanya.
Menurut dia, apabila pemerintah Indonesia tidak dapat mengabulkan permintaan itu, upaya untuk mengajukan ke tingkat Persatuan Bangsa Bangsa (PBB), bisa dilakukan.
Menurut dia, upaya tersebut dilakukan agar juga dapat memperoleh perhatian dari dunia Internasional.
"Mungkin opsi pengaduan ke tingkat PBB bisa dilakukan. Kalau pemerintah Indonesia terus melakukan pembiaran,"katanya.(tp)
Read more »

Kejari Timika Usut Dua Kasus Korupsi

05.25 Unknown No comments
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook

Timika- Kejaksaan Negeri Timika, Papua saat ini sedang mengusut dua kasus dugaan tindak pidana korupsi di lingkungan Pemkab Mimika.
Kepala Seksi Pidana Khusus pada Kejari Timika, Denny Rumaekewi di Timika, Rabu mengatakan kedua kasus tersebut yaitu renovasi gedung sekolah SMP Negeri 3 Timika tahun 2012 dan kegiatan kompetisi olahraga dan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Mimika tahun 2012.
Denny menjelaskan, proyek renovasi gedung sekolah SMP Negeri 3 Timika tahun 2012 dikerjakan CV Sumber Mulia dengan menyerap anggaran sebesar Rp410 juta.
Kejari Timika menemukan indikasi adanya pekerjaan yang tidak sesuai dengan volume yang tertuang dalam kontrak pekerjaan.
Sedangkan dugaan tindak pidana korupsi di Dispora Mimika tahun 2012 terjadi pada kegiatan kompetisi olahraga. Pada 2012, instansi yang bersangkutan memprogramkan kompetisi olahraga pada tiga cabang olahraga yaitu basket, sepak bola dan voli.
Namun dari tiga cabang tersebut, hanya dua kegiatan yang berjalan yakni kompetisi basket dan kompetisi voli. Kegiatan kompetisi sepak bola tidak direalisasikan tanpa alasan yang jelas, namun anggaran seluruhnya sudah terpakai habis dengan total senilai Rp700 juta.
"Kedua kasus tersebut sudah ditingkatkan ke tahap penyidikan. Dalam waktu dekat kami akan tetapkan tersangkanya," jelas Denny.
Ia menambahkan, penyidik Kejari Timika telah memeriksa sejumlah saksi terkait kedua kasus dugaan korupsi tersebut.
"Kami akan kembali memanggil para saksi untuk dimintai keterangan sebelum penetapan tersangka," jelas Denny sembari menambahkan ada lima saksi yang sudah dimintai keterangan terkait kasus dugaan korupsi di Dispora Mimika.
Ia mengatakan, Kejari Timika membutuhkan dukungan data, informasi dan bukti-bukti autentik dari masyarakat jika mengetahui ada ketidakberesan dalam penanganan berbagai proyek dan kegiatan yang menyerap anggaran negara.
Denny mengatakan Kejari Timika sejauh ini belum pernah menyelidiki dugaan korupsi proyek pembangunan Kantor DPRD Mimika yang telah menelan anggaran lebih dari Rp86 miliar sejak 2009, meskipun kalangan dewan setempat telah mendesak polisi dan jaksa mengusut ketidakberesan dalam pembangunan gedung tersebut.(rr)
Read more »

Kejari Timika Usut Dua Kasus Korupsi

05.17 Unknown No comments
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook

Timika- Kejaksaan Negeri Timika, Papua saat ini sedang mengusut dua kasus dugaan tindak pidana korupsi di lingkungan Pemkab Mimika.
Kepala Seksi Pidana Khusus pada Kejari Timika, Denny Rumaekewi di Timika, Rabu mengatakan kedua kasus tersebut yaitu renovasi gedung sekolah SMP Negeri 3 Timika tahun 2012 dan kegiatan kompetisi olahraga dan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Mimika tahun 2012.
Denny menjelaskan, proyek renovasi gedung sekolah SMP Negeri 3 Timika tahun 2012 dikerjakan CV Sumber Mulia dengan menyerap anggaran sebesar Rp410 juta.
Kejari Timika menemukan indikasi adanya pekerjaan yang tidak sesuai dengan volume yang tertuang dalam kontrak pekerjaan.
Sedangkan dugaan tindak pidana korupsi di Dispora Mimika tahun 2012 terjadi pada kegiatan kompetisi olahraga. Pada 2012, instansi yang bersangkutan memprogramkan kompetisi olahraga pada tiga cabang olahraga yaitu basket, sepak bola dan voli.
Namun dari tiga cabang tersebut, hanya dua kegiatan yang berjalan yakni kompetisi basket dan kompetisi voli. Kegiatan kompetisi sepak bola tidak direalisasikan tanpa alasan yang jelas, namun anggaran seluruhnya sudah terpakai habis dengan total senilai Rp700 juta.
"Kedua kasus tersebut sudah ditingkatkan ke tahap penyidikan. Dalam waktu dekat kami akan tetapkan tersangkanya," jelas Denny.
Ia menambahkan, penyidik Kejari Timika telah memeriksa sejumlah saksi terkait kedua kasus dugaan korupsi tersebut.
"Kami akan kembali memanggil para saksi untuk dimintai keterangan sebelum penetapan tersangka," jelas Denny sembari menambahkan ada lima saksi yang sudah dimintai keterangan terkait kasus dugaan korupsi di Dispora Mimika.
Ia mengatakan, Kejari Timika membutuhkan dukungan data, informasi dan bukti-bukti autentik dari masyarakat jika mengetahui ada ketidakberesan dalam penanganan berbagai proyek dan kegiatan yang menyerap anggaran negara.
Denny mengatakan Kejari Timika sejauh ini belum pernah menyelidiki dugaan korupsi proyek pembangunan Kantor DPRD Mimika yang telah menelan anggaran lebih dari Rp86 miliar sejak 2009, meskipun kalangan dewan setempat telah mendesak polisi dan jaksa mengusut ketidakberesan dalam pembangunan gedung tersebut.(rr)
Read more »

Selasa, 07 Mei 2013

BTN Tunjuk Manajer Persipura Sebagai Manajer Timnas Senior

06.08 Unknown No comments
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook

Jayapura- Manajer klub Persipura Jayapura, Rudi Maswi, kini resmi ditunjuk Badan Tim Nasional (BTN) untuk menjadi manajer tim nasional Indonesia senior. Sedangkan posisi pelatih kepala, tetap dipercayakan kepada Jacksen F Tiago, notabene pelatih klub Persipura.
"Sedangkan untuk wakil pelatih, semuanya diserahkan kepada Jacksen," ujar Sekretaris BTN, Sefdin Alamsyah Syaifudin.
"Terkait penunjukan Jacksen, BTN dan Persipura sepakat bahwa Jacksen harus sukses baik di klub maupun di Timnas serta tidak akan mengganggu penampilan Persipura di liga," sambungnya.
Selain itu, dilanjutkannya, Timnas senior akan menjalani beberapa even penting pada 7 Juni 2013 lawan Belanda, tanggal 14 Juli 2013 lawan Arsenal, tanggal 20 Juli 2013 lawan Liverpool dan tanggal 25 Juli 2013 lawan Chelsea.
Kemudian, tanggal 14 Agustus 2013 akan ada international friendly match yang lawannya akan dikonfirmasi pada akhir Mei 2013. Pra Piala Asia pada tanggal 15 Oktober 2013 lawan China (home), tanggal 11 November 2013 lawan China (away) dan tanggal 19 November 2013 lawan Iraq (home). Akhir September 2013, direncanakan international friendly match.
"Sehingga, tidak benar jika ada anggapan bahwa BTN di bawah pimpinan La Nyalla Mahmud Mattalitti tidak memiliki program uji coba," tuntasnya. (esa/dzi)
Read more »

UNJ dan STIE Swadaya Lolos ke Final Campus League

05.57 Unknown No comments
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook

Jakarta - Tim basket putra STIE Swadaya melaju ke babak Grand Final La Lights Campus League 2013 setelah menekuk tim putra Perbanas di Gelanggang Olahraga Rawamangun, Jakarta Timur, Sabtu malam.
Tim Perbanas yang menjadi fovorit juara takluk dengan skor 67-79. Mereka sempat unggul di dua babak pertama namun keteteran ketika memasuki babak ketiga. Tim STIE Swadaya tampil menggila dan berhasil menyalip perolehan poin.
Bambang Adiputa, pemain Swadaya dengan nomor punggung 17, terlihat paling menonjol. Dari 7 kali shooting yang dilakukannya, 5 diantaranya berbuah three point. Ia membawa STIE Swadaya untuk pertamakalinya ke Grand Final yang akan berlangsung 13-18 Mei.
Perbanas sendiri, meski harus mengakui ketangguhan STIE Swadaya, masih bisa tersenyum karena salah satu pemain mereka, Muhammad Rizki Falconi, dinobatkan sebagai Most Valuable Player (MVP).
Sementara dari tim basket putri, tim Universitas Negeri Jakarta (UNJ) berhasil lolos ke Grand Final setelah mencukur tim putri Bina Nusantara dengan skor 62-33. Nur Octania, salah satu pemain UNJ, juga dinobatkan sebagai Most Valuable Player.
La Lights Campus League 2013 untuk regional Jakarta mulai bergulir 22 April lalu dengan jumlah 37 tim peserta. Mereka berasal dari sejumlah kampus di wilayah Jabodetabek. La Lights Campus League 2013 sendiri pertama kali bergulir 2007 lalu dan sampai saat ini telah diikuti tak kurang dari 800 tim.
Read more »

Kapal Greenpeace Kunjungi Papua

05.43 Unknown No comments
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook

Jayapura - Greenpeace bakal mengunjungi Papua pada Kamis 9 Mei 2013. Mereka akan datang menggunakan kapal terbarunya Rainbow Warrio III. Kedatangan organisasi lingkungan dunia itu untuk mendesak pemerintah Indonesia, khususnya pemerintah provinsi Papua dan Papua Barat untuk mengeluarkan regulasi perlindungan hutan. Mereka
juga mendesak dunia industri di Tanah Air sadar dan ramah lingkungan.
Menurut Juru Kampanye Media Greenpeace Indonesia, Hikmat Soeriatanuwijaya, kapal Rainbow Warrior ini salah satu kapal laut unik paling ramah lingkungan yang pernah dibuat di dunia. "Kapal ini akan berlayar dari Papua ke Jakarta pada 9 Mei hingga 10 Juni nanti," katanya ke wartawan di Kota Jayapura, Papua, Selasa, 7 Mei 2013.
Tur Kapal Rainbow Warrior di Pulau Papua akan dimulai dari Kota Jayapura pada 9-11 Mei, lalu ke Kota Manokwari, Kabupaten Raja Ampat dan Kabupaten Sorong di Provinsi Papua Barat pada 16-18 Mei. Setelah itu, berlanjut ke Benoa, Bali pada 31 Mei hingga 1 Juni dan berakhir di Jakarta pada 7-10 Juni 2013.
Kapal Rainbow Warrior yang baru  diluncurkan Oktober 2011 ini adalah kapal pertama yang didesain dan dibuat secara khusus untuk Greenpeace sebagai kendaraan kampanye lingkungan. Kapal ini didanai oleh individu-individu pendukung Greenpeace di seluruh dunia. "Sekitar 30.000 orang diantaranya dari Indonesia dan Papua," katanya.
Menurut Hikmat, kapal Greenpeace ini merupakan aset unik dalam upaya penyelamatan bumi dan melindungi kepentingan umat manusia. Kapal ini berada di garis depan kampanye Greenpeace, kerap berlayar ke tempat terpencil untuk menjadi saksi langsung serta melakukan aksi menghentikan perusakan lingkungan.
"Tahun ini, Rainbow Warrior berada di Indonesia untuk meluncurkan kampanye baru laut Greenpeace Indonesia dan juga mendukung komitmen Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk melindungi hutan Indonesia dan menurunkan emisi gas rumah kaca Indonesia hingga 26 persen pada 2020," katanya.
Charles Tawaru, Juru Kampanye Hutan Greenpeace di Papua mengatakan, dalam turnya di Pulau Papua, Greenpeace akan mendorong komitmen pemerintah daerah setempat untuk dapat melihat persoalan lingkungan sebagai persoalan pokok. "Tujuannya sederhana saja, kami ingin agar stakeholder berkomitmen untuk menjaga hutan di Pulau Papua," katanya.
Read more »

Minggu, 05 Mei 2013

Valeria Papua Barat Ingin Ukir Sejarah

07.55 Unknown No comments
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook

Sorong- Tim voli putri Valeria Manokwari Papua Barat bertekad mengukir sejarah di final Proliga 2013 yang akan digeber di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (5/5).


Tim racikan Eko Waluyo itu berambisi menjadi tim debutan pertama yang langsung menjadi juara di kompetisi voli paling tinggi di Indonesia tersebut.

Di partai final, Papua Barat akan bersua juara bertahan Jakarta Popsivo PGN. Bukan lawan yang mudah. Namun, Papua Barat memiliki modal yang sangat kuat menghadapi partai pemungkas tersebut.

Mereka memiliki rekor head to head yang sangat baik atas Popsivo. Di babak regular, Papua Barat selalu bisa mempercundangi Popsivo.

Manajemen Papua Barat juga sudah mendengungkan target untuk merengkuh gelar juara Proliga musim ini. Sejak awal musim, mereka memang sudah mempersiapkan diri dengan baik agar bisa menjadi juara.

Asisten manajer Papua Barat Roy Rogers mengatakan, timnya sudah kadung kepalang basah. Target masuk final four yang sejak awal dikumandangkan ternyata mampu dilampaui Rianita Panirwan dkk.

“Kalau sudah masuk empat besar, kami tentu saja ingin masuk final. Kalau sudah ke final, kami ingin juara,” terang Roy.

Namun, Roy mengingatkan agar anak asuhnya tak jemawa meski memiliki track record yang lebih baik. Atmosfer di partai final tentu bakal sangat berbeda dibandingkan babak regular. Hal itulah yang membuatnya mesti mewanti-wanti Rianita dkk untuk tetap fokus.

“Di partai final, hitung-hitungan di babak regular tidak berlaku lagi. Siapa yang paling siap tentu yang akan menang,” tegas Roy.

Kubu Popsivi tak mau kalah. Pelatih Popsivo Anshori bertekad menyudahi dominasi Papua Barat di partai pemungkas. Pria yang juga menjabat sebagai pelatih Timnas tersebut juga ingin unjuk gigi dengan melakukan back to back.

“Kami memang kalah di babak regular. Namun, anak-anak sudah siap untuk menghentikan rekor buruk itu,” ucap Anshori. (jos/jpnn)
Read more »

Kelelahan dan Masalah Gaji Jadi Alasan Kekalahan Persiwa

07.34 Unknown No comments
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook


Persiwa- Pelatih Persiwa Wamena Subangkit beralasan bahwa kekalahan 0-1 dari Gresik United pada Kamis (02/5) di stadion Pendidikan Wamena akibat anak asuhnya kecapaian. Selain itu masalah tertunggaknya gaji juga dipercaya menjadi beban mental anak asuhnya.
"Anak-anak kecapaian lawan Arema. Masa recovery kurang," ucap Subangkit seperti dilansir Antara. "Mungkin masalah lainya juga karena anak-anak kepikiran belum menerima gaji," imbuhnya.
Ia juga mengakui pada saat menjamu Gresik United, tidak memiliki cadangan pemain yang cukup mengingat saat ini jumlah keseluruhan pemain Persiwa Wamena hanya 16 pemain sehingga tidak punya pilihan pemain lainya untuk lakukan rotasi.
"Saya tidak punya opsi pilih pemain lagi, karena yang ada hanya 15 pemain yang siap saat lawan Gresik," katanya.
Ketika disinggung bagaimana dengan persiapan Persiwa Wamena untuk putaran kedua, Subangkit katakan saat ini tim tersebut sedang membahas hal itu. "Setahu saya manajemen sudah mulai bicarakan tentang itu termasuk dengan rencana merekrut pemain lokal," katanya.
Pada pertandingan Kamis (2/5) kemarin di stadion Pendikan Wamena, Pesiwa kalah dengan Gresik United berkat gol Aldo Bareto di menit ke-58. Badai Pegunungan menutup putaran pertama Indonesia Super League dengan menuai kekalahan 0-1 dari tamunya Gresik United dan bertengger di ke-9 dengan raihan poin 23 dari 17 laga yang dilewatinya. (ant/mac).
Read more »

Sampai Tengah Hari, Sudah 59,6 Persen Pemilih

07.03 Unknown No comments
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook

Kuala Lumpur - Komisi Pemilihan Umum Malaysia mengklaim jumlah pemilih yang sudah menunaikan kewajibannya sebagai warga negara pada tengah hari waktu Malaysia mencapai 59,6 persen pemilih. »Kami imbau yang belum untuk segera mendatangi tempat pemilihan,” kata Komisioner KPU Malaysia, Tan Sri Dato' Seri Abdul Aziz Yusof, dalam jumpa pers yang digelarnya, Ahad, 5 Mei 2013.
Menurut Abdul aziz, jumlah persentase itu setara dengan 7,9 juta pemilih. »Itu berlaku di seluruh negeri,” katanya.
Jumlah total rakyat Malaysia yang memiliki hak memilih sebanyak 13,3 juta orang. Itu berarti masih ada sekitar 5,4 juta rakyat Malaysia yang belum ikut bagian dalam pemilihan raya umum ke-13.
Dalam pemilihan umum kali ini, KPU Malaysia menyiapkan sekitar 8.200 lebih tempat pemungutan suara yang tersebar di seluruh negeri. Abdul Aziz berharap para pemilih bisa mencapai 100 persen pada pukul lima petang nanti.
»Antrean pemilih memang panjang. Saya harap semua warga bersabar demi masa depan Malaysia,” katanya.
Abdul Aziz juga mengimbau kepada partai politik peserta pemilu agar mau menaati aturan serta etika politik pemilihan raya ke-13 ini. »Jangan pengaruhi pengundi di bilik-bilik pemilihan, biarkan mereka menentukan sendiri masa depan negara kita,” katanya.
Dipercayai, pemilihan umum Malaysia kali ini merupakan pemilihan terpanas dalam sejarah politik Malaysia. Sebab, partai oposisi pimpinan Anwar Ibrahim terus merangsek menunjukkan kekuatannya, setelah berhasil membuat Barisan Nasional di bawah kendali United Malays National Organisation (UMNO) tak lagi menjadi penguasa mayoritas di parlemen pada 2008. Mereka merebut 82 kursi dari 222 kursi.
SANDY INDRA PRATAMA (Kuala Lumpur).
Read more »

DPRD: Papua Barat Butuh Banyak Investor Pariwisata

06.40 Unknown No comments
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook

Sorong- Wakil Ketua DPRD Papua Barat Jimmy Demianus Ijie mengemukakan, Papua Barat membutuhkan banyak investor di berbagai bidang termasuk pariwisata untuk mengelola potensi besar yang belum terkelola.

"Potensi daerah ini sangat besar termasuk pariwisata," katanya saat melepas rombongan menuju Raja Ampat di dermaga perikanan Kota Sorong, Papua Barat, Kamis.
Jimmy mengemukakan, di setiap kabupaten di daerah itu memiliki potensi pariwisata, baik wisata alam pegunungan maupun pantai-pantai yang indah.
"Semua membutuhkan investor," katanya.
Namun diakuinya bahwa untuk bisa mengelola potensi yang ada dibutuhkan infrastruktur. Selama ini transportasi yang ada untuk menghubungkan sebagian besar antarwilayah harus melalui udara.
Dia mengatakan, pihaknya mendorong pemerintah untuk terus membangun infrastruktur jalan.
"Saya sedang pendekatan ke Kemenparekraf, supaya bukan hanya Raja Ampat, tapi juga Nabire dan Biak di Teluk Cenderawasih," katanya.
Mengenai pengelolaan potensi pariwisata di Raja Ampat, dia mengatakan, berbagai fasilitas memang masih minim.
"Harus terus dilengkapi," katanya.
Namun, kata dia, Raja Ampat bisa terkenal sampai penjuru dunia karena ada peran warga asing.
"Mahal sekali. Bahkan dalam beberapa transaksi harus pakai mata uang Eropa, pakai kurs Euro," katanya.
Ke depan, kata dia, potensi pariwisata di daerah itu harus dikelola oleh investor dalam negeri dengan melibatkan masyarakat asli Papua.
"Raja ampat baru akhir-akhir ini dipromosikan secara besar-besaran. Pengelolanya orang asing. Perlahan-lahan harus dikelola sendiri," katanya.(rr)
Read more »

Sabtu, 04 Mei 2013

Gap 88 Timika

20.33 Unknown No comments
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook

Mungkin Di antara kita ada yang banyak bertanya tentang apa itu Gap 88 ? Nah,Sekarang baca ulasan singkat di bawah ini untuk Mendapatkan jawabannya.Gap 88 itu adalah kepanjangan dari gabungan anak-anak paniai yang berdomisili di kabupaten timika. Jika anda Pergi liburan ke kabupaten Timika,provinsi papua,anda mungkin akan lewat/singgah di kelurahan yang bernama kelurahan Timika Indah,Kecamatan Kwamki Narama.di kelurahan Timika indah anda akan melihat/singgah di lapangan Timika indah,di mana di samping kiri dan kanan ada dua jalan yaitu jln.restu/mambruk dan jln.belibis. jln restu adalah dimana letak Gap 88 dan di sititulah mabesnya.

Demikian Pula, Salam Kompak Selalu
Read more »

PLTU Timika Dibangun Pertengahan Mei Ini

08.49 Unknown No comments
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook

Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Timika, Papua dilakukan mulai pertengahan Mei.
Manajer PT PLN (Persero) Rayon Timika Semuel Farwas di Timika Jumat mengatakan, material untuk pemancangan sebagian sudah ada di lokasi PLTU Timika di Kampung Ayuka (Pet 11), Distrik Mimika Timur Jauh. Sementara material pendukung berupa 3.007 batang tiang pancang sedang dalam perjalanan dengan kapal dari Surabaya ke Timika.
"Mudah-mudahan pertengahan Mei ini pekerjaan konstruksi sudah bisa dimulai sekaligus peletakan batu pertama," kata Farwas.
Menurut dia, kegiatan pembersihan lokasi proyek PLTU telah selesai dilakukan sejak akhir April.
Lokasi PLTU Timika di Kampung Ayuka tersebut dulunya merupakan lokasi pelabuhan bahan peledak untuk operasional pertambagan PT Freeport Indonesia seluas 10 hektare.
Pembangunan PLTU Timika berkapasitas 4x7 megawatt dipercayakan kepada PT Rekadaya Elektrikal dengan masa waktu pekerjaan 19 bulan dan menelan anggaran sekitar Rp1 triliun.
Kontrak pembangunan PLTU Timika sudah ditandatangani oleh Direktur Utama PT PLN (Persero) Nur Pamudji dengan Direktur Utama PT Rekadaya Elektrikal Didi Hasan Putra di Jakarta Maret.
Menurut Farwas, diharapkan pada 2014 satu unit PLTU Timika dengan kapasitas tujuh megawatt sudah bisa dioperasikan dan diikuti oleh pengoperasian unit pembangkit yang lain setiap tiga bulan berikutnya.
"Kalau empat unit dengan daya terpasang 28 megawatt bisa beroperasi semua maka sudah pasti masalah krisis daya listrik di Timika teratasi," tutur Farwas.
Sampai saat ini PLN Timika masih mengandalkan pasokan daya listrik dari pengoperasian pembangkit disel baik milik PLN sendiri maupun yang disewa dari pihak ke tiga yaitu dari PT Manunggal dan PT Sewatama.
Pemkab Mimika juga turut menyewa beberapa unit pembangkit disel dari pihak ke tiga untuk mendukung ketersediaan daya listrik di Timika dan sekitarnya.
Jumlah pelanggan PLN Timika saat ini tercatat sebanyak 26 ribu dengan daya listrik terpasang 18 megawatt, sementara beban puncak telah mencapai 18,3 megawatt.
Read more »

Pelantikan Gubernur Tetap di Stadion Mandala

05.24 Unknown No comments
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook

Pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Papua, Lukas Enembe-Klemen Tinal tetap akan dilaksanakan di Stadion Mandala Jayapura, sebagaimana yang telah ditetapkan dalam Rapat Badan Musyarawah (Bamus) DPR Papua tanggal 26 Maret 2013, bersama pihak eksekutif dan Forum Koordinasi  Pimpinan Daerah (Forkorpimda).
Penjabat Gubernur Papua, Constant Karma kepada wartawan usai meninjau kesiapan panggung pelantikan di Stadion Mandala Jayapura, Kamis, (4/4) sore kemarin, mengatakan sesuai dengan keputusan Bamus DPR Papua, Pemerintah Provinsi Papua tetap mempersiapkan tempat pelantikan gubernur terpilih.

Terkait dengan penolakan Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Gubernur mengatakan Wakil Ketua DPR Papua, Yunus Wonda tadi (kemarin-red) sudah berangkat untuk bertemu dengan Mendagri. Jadi Pak Wonda tadi sore (kemarin-red) sudah tiba di Jakarta, dan akan langsung bertemu dengan Dirjen Pemerintahan Kemendagri, jawabanya apa kita belum tahu, kami pada prinsipnya tetap menyediakan tempat pelantikan saja,’’ kata Karma.
Menurutnya, selain stadion mandala, ruang sidang DPR Papua juga disiapkan untuk pelantikan, sehingga jika tidak disetujui pelantikan di stadion mandala, gedung DPR Papua yang akan digunakan sebagai tempat pelantikan.
‘’Kan akan dilakukan sidang paripurna DPR untuk pelantikan, karena ini juga hajatan DPR, maka  kita perlu juga mendengar saran dan masukan dari mereka juga, tapi pada prinsipnya kita siapkan mandala dan ruang sidang DPR Papua sebagai tempat pelantikan gubernur baru,’’ Ujarnya.
Sementara itu, Gubernur terpilih, Lukas Enembe didampingi beberapa anggota DPR Papua sore kemarin meninjau tempat pelantikan di Stadion Mandala Jayapura.
Pada kesempatan itu, Lukas Enembe mengatakan tidak perlu dirisaukan terkait pelantikan gubernur di stadion mandala Jayapura, karena, pelantikan Gubernur Sulawesi Selatan juga berlangsung di lapangan terbuka.
Oleh karena itu, dihimbau kepada masyarakat Papua untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi dengan isu-isu yang beredar. Kata Enembe, masyarakat harus tetap membantu pemerintah dan aparat keamanan untuk menjaga keamanan Papua tetap aman dan damai.
5 Menteri Akan Berikan Pengarahan Untuk Bupati/Walikota
Setelah pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Papua Lukas Enembe-Klemen Tinal, tanggal 9 April 2013, sebanyak lima Menteri Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II dibawa pimpinan Menko Polhukam Djoko Suyanto akan berkunjung ke Jayapura tanggal, Rabu, 10 April 2013.
Rombongan tersebut direncanakan tiba di Jayapura Rabu pagi di Jayapura, selanjutnya kelima Menteri tersebut akan memberikan pengaharan kepada seluruh Bupati dan Walikota se-Papua, di Hotel TravellerS, Sentani, Kabupaten Jayapura.
Penjabat Gubernur Papua, Constant Karma, mengatakan selain para bupati dan walikota, pengarahan tersebut juga akan dihadiri oleh para Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Provinsi Papua.
Read more »

Postingan Lebih Baru Beranda
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

Mengenai Saya

Unknown
Lihat profil lengkapku

Label

biak (3) dogiyai (2) DOWNLOAD (1) Dunia Berita (2) ekonomi (1) FAKTA (8) gambar (1) gap 88 timika ( Gabungan anak-anak paniai ) (2) Internasional (1) Jayapura (18) LAGU DAERAH (1) nabire (3) news (7) Olarahraga (38) Opini (1) Paniai (2) PAPUA (10) pendidikan (5) politik (6) sorong (4) sosial (1) Timika (19) VIDEO (2) wamena (2)

Sering di Baca

  • MENGENAL GENG GAP 88 TIMIKA
    MENGENAL   GENG GAP 88 TIMIKA Bagi anda yang sudah lama tinggal di TIMIKA_PAPUA pasti sudah tidak asing lagi dengan kelompok ini, tet...
  • MAKALAH INDIVIDU PERILAKU ORGANISASI
    PERILAKU ORGANISASI MAKALAH INDIVIDU PERILAKU ORGANISASI OLEH : NAMA                        : MESIAS TATOGO F...
  • KPUD Kabupaten Dogiyai di Gugat oleh Pasangan Auwe - Wakey
    JAYAPURA-Komisi Pemilihan Umum Daerah Kabupaten Dogiyai terancam digugat oleh kandidat petahana Herman Auwe dan Stepanus Wakey ke PTUN di...
  • INDIVIDU PERILAKU ORGANISASI
    PERILAKU ORGANISASI MAKALAH INDIVIDU PERILAKU ORGANISASI OLEH : NAMA                        : MESIAS TATO...
  • MAKALAH INDIVIDU PERILAKU ORGANISASI
    PERILAKU ORGANISASI MAKALAH INDIVIDU PERILAKU ORGANISASI OLEH : NAMA                        : MESIAS TATOGO F...

ARSIP BLOG

  • ►  2013 (80)
    • ►  Mei (44)
      • ►  Mei 04 (3)
      • ►  Mei 05 (4)
      • ►  Mei 07 (3)
      • ►  Mei 09 (4)
      • ►  Mei 11 (5)
      • ►  Mei 15 (1)
      • ►  Mei 17 (3)
      • ►  Mei 18 (3)
      • ►  Mei 19 (1)
      • ►  Mei 20 (1)
      • ►  Mei 27 (1)
      • ►  Mei 28 (1)
      • ►  Mei 29 (6)
      • ►  Mei 30 (8)
    • ►  Juni (1)
      • ►  Jun 02 (1)
    • ►  Juli (7)
      • ►  Jul 15 (1)
      • ►  Jul 16 (1)
      • ►  Jul 21 (4)
      • ►  Jul 25 (1)
    • ►  Agustus (1)
      • ►  Agu 08 (1)
    • ►  September (11)
      • ►  Sep 13 (2)
      • ►  Sep 15 (2)
      • ►  Sep 26 (5)
      • ►  Sep 29 (2)
    • ►  Oktober (8)
      • ►  Okt 03 (1)
      • ►  Okt 05 (2)
      • ►  Okt 10 (2)
      • ►  Okt 14 (3)
    • ►  November (4)
      • ►  Nov 01 (2)
      • ►  Nov 07 (1)
      • ►  Nov 15 (1)
    • ►  Desember (4)
      • ►  Des 02 (1)
      • ►  Des 04 (2)
      • ►  Des 09 (1)
  • ►  2014 (48)
    • ►  Januari (31)
      • ►  Jan 16 (1)
      • ►  Jan 19 (1)
      • ►  Jan 22 (2)
      • ►  Jan 23 (1)
      • ►  Jan 26 (19)
      • ►  Jan 27 (3)
      • ►  Jan 28 (3)
      • ►  Jan 29 (1)
    • ►  Februari (11)
      • ►  Feb 11 (2)
      • ►  Feb 15 (4)
      • ►  Feb 21 (2)
      • ►  Feb 23 (1)
      • ►  Feb 26 (2)
    • ►  Mei (1)
      • ►  Mei 13 (1)
    • ►  Agustus (3)
      • ►  Agu 27 (1)
      • ►  Agu 29 (2)
    • ►  November (2)
      • ►  Nov 25 (1)
      • ►  Nov 30 (1)
  • ►  2015 (10)
    • ►  Februari (1)
      • ►  Feb 06 (1)
    • ►  April (7)
      • ►  Apr 19 (7)
    • ►  Mei (1)
      • ►  Mei 29 (1)
    • ►  November (1)
      • ►  Nov 15 (1)
  • ▼  2016 (8)
    • ►  Maret (2)
      • ►  Mar 15 (2)
    • ►  April (1)
      • ►  Apr 07 (1)
    • ►  Mei (2)
      • ►  Mei 24 (1)
      • ►  Mei 25 (1)
    • ►  Juni (1)
      • ►  Jun 12 (1)
    • ►  Juli (1)
      • ►  Jul 02 (1)
    • ▼  Oktober (1)
      • ▼  Okt 05 (1)
        • KPUD Kabupaten Dogiyai di Gugat oleh Pasangan Auwe...

Popular Posts

  • MENGENAL GENG GAP 88 TIMIKA
  • MAKALAH INDIVIDU PERILAKU ORGANISASI
  • KPUD Kabupaten Dogiyai di Gugat oleh Pasangan Auwe - Wakey
  • INDIVIDU PERILAKU ORGANISASI
  • MAKALAH INDIVIDU PERILAKU ORGANISASI
  • MAKALAH INDIVIDU PERILAKU ORGANISASI
  • SELAMAT DATANG ROMBONGAN PARA WISUDAWAN/TI UNIMA KELAS PANIAI KE-3 TAHUN 2016 DI MANADO SULAWESI UTARA
  • ACARA SYUKURAN WISUDAWAN/I UNIMA KELAS PANIAI YANG KE-2 TAHUN 2015 DI MANADO SULUT,SEBANYAK 96 ORANG DI WISUDAHKAN
  • Kemenkumham Bekukan Partai Lokal di Papua
  • MAKALAH INDIVIDU PERILAKU ORGANISASI

 



timezona
cgidates
Copyright © 2011 - Minou Yoka Blog's- | Powered by Blogger
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Laundry Detergent Coupons