SELAMAT DATANG DI BLOG SAYA/KOYA MEII

Kamis, 23 Januari 2014

Pantau otonomi khusus, DPR melawat ke Aceh

Hari ini Tim Pemantau Otonomi Khusus (Otsus) Aceh dan Papua DPR melawat ke Aceh. Hal ini dilakukan untuk mengetahui kondisi dan situasi terkini di provinsi paling barat Tanah Air itu.

Rombongan dipimpin langsung oleh Ketua Tim Pemantau Otsus Aceh dan Papua DPR Priyo Budi Santoso. Menurut dia, salah satu agenda penting kunjungan ini adalah memantau berjalannya otonomi khusus di Aceh.

"Kami memantau bagaimana pelaksanaan otsus Aceh," kata Priyo melalui pesan singkatnya, Kamis (23/1).

Rencananya di Aceh, Tim Pemantau Otsus ini akan menggelar pertemuan dengan pemerintah daerah setempat dan jajarannya. Antara lain Gubernur Aceh, Wali Nanggroe, Pangdam, sejumlah Bupati di Aceh, dan tokoh masyarakat setempat.

Priyo menuturkan, akan dibahas banyak hal dalam pertemuan ini. Mulai dari persoalan qanun yang sempat kontroversial sampai persoalan pembangunan di Aceh.

"Mengenai masalah Wali Nanggroe, pertanahan, masalah tambang dan energi, pelabuhan khusus Sabang, masalah pembangunan dan perdamaian di Aceh, dan banyak hal lain," pungkasnya.

Rabu, 22 Januari 2014

Gelombang Laut 3,5 Meter "Ancam" Raja Ampat

MANOKWARI - Cuaca buruk tampaknya merata terjadi di Indonesia, termasuk juga di wilayah  Provinsi Papua Barat. BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika) memperkirakan hujan disertai angin  
kecang serta gelombang tinggi  akan terjadi di wilayah Provinsi Papua Barat untuk beberapa hari kedepan.
Staf BMKG Manokwari Eronika Hariandja mengatakan, wilayah  utara Provinsi Papua Barat yang berhadapan dengan Samudera Pasifik, seperti Raja Ampat dan Sorong akan terjadi gelombang  tinggi, bahkan mencapai 3,5 meter pada 21-25 Januari. Sedangkan kecepatan angin maksimum bisa mencapai 15 knot.

"Ini perkiraan satu minggu depan, di perairan  Papua Barat wilayah utara tinggi gelombang bisa mencapai 3,5 meter, bisa terjadi di Sorong dan Raja Ampat. Ya, secara umum, rata-rata tinggi gelombang pada 25 Januari mencapai 2,5-3,5 meter," jelasnya kepada wartawan di kantornya, Senin (20/1).
Dengan tinggi gelombang yang bisa mencapai 2,5-3,5 meter,BMKG menghimbau para nelayan atau pengguna moda transportasi laut untuk berhati-hati. "Ya,berhati-hati saja. Angin yang  kencang bisa menambah tinggi gelombang di lautan," ujarnya.
Hujan turun dengan intensitas ringan hingga sedang yang masih terjadi hingga tiga hari kedepan. Seperti, Senin (20/1) hujan sedang hingga lebat kembali  mengguyur kota Manokwari. Sejumlah ruas jalan tergenang serta tumpukan sampah memenuhi sejumlah titik. 
Menurut Eronika, hujan dan cuaca yang terjadi di wilayah Provinsi Papua Barat turut dipengaruhi oleh faktor lokal, dimana langit bagian  atas masih basah sehingga memicu tumbuhnya awan cumulus nimbus. 
"Seperti yang terjadi kemarin (Mingggu) sore, pada siang hari cuaca cukup panas mencapai 32 derajat celsius. Dan dengan suhu panas ini terjadi penguapan cukup tinggi, sehingga memunculkan hujan lebat disertai kilat dan petir," jelas Eronika lagi. (lm)

Polisi Periksa Pemilik Gudang Disewa KPU Jayapura

Jayapura - Kepolisian Resort Jayapura Kota memeriksa pemilik gudang yang disewa KPUD Kota Jayapura terkait hilangnya ribuan kotak suara beberapa waktu lalu.
Kapolres Jayapura Kota AKBP Alfred Papare di Jayapura, Rabu mengatakan terkait hilangnya ribuan kotak suara serta bilik suara milik KPUD Kota Jayapura dari tempat penyimpanan logistik pemilu di Jalan Kelapa II Entrop, Distrik Jayapura Selatan terus ditelusuri dilakukan penyidikan dan penyelidikan.
"Satuan Reskrim Polres Jayapura Kota pada Selasa (21/1) telah memanggil pemilik Toko Jayawijaya yang juga pemilik gedung yang disewa oleh KPUD untuk menyimpan logistik pemilu," katanya.
Kapolres Jayapura Kota sampaikan bahwa pihaknya masih menelusuri kontrak kerja sewa gudang tersebut sehingga memanggil sejumlah pihak terkait baik orang dari KPUD Kota dan pemilik gudang. "Kami masih harus menelusuri kontak sewa gudang tersebut, supaya jelas duduk persoalan mengapa sampai ribuan kotak dan bilik suara bisa raib," katanya.
Termasuk melayangkan suray panggilan kepada karyawan toko Jayawijaya yang ditengarai Dalam kasus ini membuat kontrak kerja sewa gudang. "Karyawan yang buat kontrak kerja bernama Nainggolan juga ikut dipanggil hanya saja saat ini yang bersangkutan sedang diluar Papua, maka itu kami masih menunggu saksi ini," katanya.
Sebelumnya penyidik Polres Jayapura Kota telah melakukan pemeriksaan terhadap Sekretaris KPU maupun stafnya. "Kami juga sudah memeriksa pihak KPU dan kalau pemilik gudang saya pikir belum bisa dilakukan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) melainkan secara lisan dulu," katanya.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Jayapura Kota AKP Steyven J Manopo membenarkan adanya pemanggilan terhadap pemilik Toko Jayawijaya terkait hilangnya ribuan kotak suara dan bilik suara Pemilu milik KPUD Kota. "Iya memang, ada panggilan itu untuk meminta keterangan, hanya saja hasilnya belum bisa disampaikan," katanya.(rr)

Minggu, 19 Januari 2014

Menkokesra dan Menkes Akan Kunjungi Bencana Manado

Manado - Menkokesra Agung Laksono dan Menkes Nafsiah Mboi, direncanakan mengunjungi lokasi bencana di Kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut) pada Sabtu (18/1).

"Kedatangan menkokesra dan menkes ke daerah ini akan di jemput Gubernur Sinyo Harry Sarundajang, unsur Forkopimda serta instansi terkait di Bandara Sam Ratulangi," kata Wakil Gubernur, Djouhari Kansil saat memimpin rapat koordinasi dengan SKPD terkait di Posko Penanggulangan Bencana Provinsi, Manado, Jumat.
Wagub mengatakan, seluruh penyaluran logistik termasuk pelayanan informasi tanggap darurat Pemprov Sulut, harus terkoordinasi melalui Posko penanggulangan bencana Provinsi di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulut.
Khusus persiapan kunjungan menkokesra dan menkes, wagub mengharapkan Dinas Kesehatan Sulut membuat peta posko pelayanan kesehatan di titik-titik lokasi bencana.
Sementara di kantor BPBD Sulut, wagub mengharapkan dilaksanakan pemetaan sebaran bencana, serta penempatan personil di setiap titik-titik lokasi bencana di lima Kecamatan di Manado, Tomohon dan Minahasa.
"Ini penting dilakukan agar pendistribusian logistik lebih terkoordinasi baik, di samping penyampaian informasi kepada masyarakat lebih cepat dan akurat," katanya.
Dia mengatakan, untuk memenuhi kebutuhan mendesak warga yang mengalami bencana banjir bandang, pemerintah provinsi sejak Kamis (16/1) Pemprov Sulut telah menyalurkan bantuan 28 mesin alkon dari BPBD Sulut, makanan siap saji, obat-obatan, perlengkapan bayi dan ibu hamil, selimut, air bersih dan bahan bakar dari Dinsos dan Dinkes.
Sementara bantuan sosial dari Kementerian ESDM melalui perusahaan-perusahaan pertambangan di tanah air akan dikirim ke posko bencana Pemprov Sulut.
Bencana banjir bandang, tanah longsor dan angin kencang di Manado, Tomohon dan Minahasa pada Rabu (15/1) merendam dan merusak rumah warga, kendaraan, lahan pertanian hingga menelan belasan korban jiwa.(fr)

Kamis, 16 Januari 2014

Banjir di Manado ( Sulawesi Utara ), 13 korban tewas dan 40.000 mengungsi

Manado_Banjir terjadi di 6 kabupaten/kota di Sulut secara bersamaan, yaitu Kota Manado, Minahasa Utara, Kota Tomohon, Minahasa, Minahasa Selatan, dan Kepulauan Sangihe. Data sementara akibat banjir 13 orang tewas, 2 orang hilang, dan sekitar 40 ribu mengungsi.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, kombinasi antara faktor alam dan antropogenik yang menjadi pemicu terjadinya banjir bandang dan longsor yang masif di Sulawesi Utara pada Rabu (15/1).

Berdasarkan data yang dihimpun dari BPBD Sulut, Sutopo menjelaskan, di Kota Manado 5 korban tewas, 1 orang hanyut belum ditemukan (Veber Sony Lowing). Sementara di Kota Tomohon 5 orang tewas. Kemudian di Minahasa 3 orang tewas, 1 orang hilang (Niko, 54), dan 1 orang luka berat.

Di Kabupaten Minahasa Utara, 3 desa dengan 1.000 jiwa terisolir akibat banjir dan longsor. Sedangkan di Kepulauan Sangihe, beberapa rumah tertimbun longsor. "Diperkirakan sekitar 40 ribu warga mengungsi ke tempat yang aman," ujar Sutopo.

Dia memaparkan, hujan deras dipicu oleh sistem tekanan rendah di perairan selatan Filipina yang menyebabkan pembentukan awan intensif. Selain itu juga adanya konvergensi dampak dari tekanan rendah di utara Australia sehingga awan-awan besar masuk ke wilayah Sulut.

"4 Sungai besar di Kota Manado meluap dan menghanyutkan puluhan rumah dan kendaraan. Bencana kali ini lebih besar daripada sebelumnya yang pernah terjadi pada tahun 2000 yang menyebabkan 22 tewas, dan Februari 2013 yang menyebabkan 17 tewas," imbuhnya.
Saat ini, lanjut Sutopo, BPBD Prov Sulut berkoordinasi dengan BPBD Kab/Kota, TNI, Polri, SAR, RAPI, Tagana, PMI, relawan dan lainnya bersama-sama membantu mengevakuasi masyarakat.

"Tim Reaksi Cepat BNPB mendampingi penanganan darurat. Logistik dan peralatan di BPBD dikerahkan seperti dapur umum, perahu karet, tenda, matras, selimut, makanan dll. Kebutuhan mendesak: perahu karet, tenda, matras, selimut, makanan, pakaian dan kebutuhan dasar. Posko sudah didirikan di beberapa tempat," pungkas Sutopo.

Senin, 09 Desember 2013

Gubernur Tunjuk Ausilius You Pelaksana Bupati Mimika

Timika - Gubernur Papua Lukas Enembe menunjuk Sekretaris Daerah Mimika, Ausilius You sebagai Pelaksana Tugas Bupati Mimika, menyusul Bupati Abdul Muis yang telah mengakhiri masa jabatannya pada Rabu (4/12).
Plt Bupati Mimika, Ausilius You kepada wartawan di Timika, Kamis, mengatakan siap melanjutkan tugas-tugas pemerintahan dan pembangunan serta bekerja sama dengan semua pihak termasuk DPRD setempat.
Dia menyatakan, tugas berat yang menanti di depan yaitu merampungkan pembahasan APBD Perubahan 2013 bersama DPRD setempat.
Pembahasan APBD Perubahan 2013 molor dari waktu yang ditetapkan karena pemilihan kepala daerah hingga kini masih disengketakan di Mahkamah Konstitusi (MK) di Jakarta.
Tim anggaran Pemkab Mimika telah mengajukan dokumen APBD Perubahan 2013 ke Pemprov Papua tanpa melalui pembahasan oleh DPRD setempat.
Akibatnya dokumen APBD Perubahan 2013 itu dikembalikan ke Pemkab Mimika untuk dibahas lebih dulu oleh DPRD Mimika.
"Gubernur Papua Lukas Enembe telah memberikan kesempatan, sehingga diharapkan DPRD dapat segera melaksananakan rapat pembahasan APBD Perubahan 2013 dengan mengesampingkan kepentingan politik," kata Ausilius You pula.
You mengajak semua pihak di Mimika untuk memberikan dukungan penuh kepada Pemkab setempat, untuk melanjutkan berbagai program pembangunan dalam masa transisi pemerintahan sebelum terpilih bupati-wakil bupati Mimika definitif.
Mantan Bupati Mimika Abdul Muis juga menyampaikan permintaan maaf kepada semua pihak selama bertugas sebagai wakil bupati sejak 2008--2013 dan bertugas sebagai bupati sejak Mei--Desember 2013 terdapat hal-hal yang kurang berkenan.
"Sebagai manusia, pasti saya ada kekurangan dan kesalahan," ujar Muis.
Dia menyatakan tetap akan terus memberikan dorongan kepada Pemkab Mimika untuk melakukan hal terbaik bagi masyarakat setempat, meskipun saat ini dirinya sudah menjadi warga masyarakat biasa.
Pada pilkada Mimika 10 Oktober 2013, KPU setempat menetapkan pasangan Abdul Muis-Hans Magal (Aman) dan pasangan Eltinus Omaleng-Yohanis Bassang (Ombas) sebagai peraih suara terbanyak yang akan bertarung kembali dalam pilkada Mimika putaran kedua.
Namun pelaksanaan pilkada Mimika putaran kedua baru akan berlangsung setelah Mahkamah Konstitusi memutuskan kasus sengketa pilkada Mimika yang diajukan oleh tiga pasangan calon lainnya.
Sesuai agenda, panel hakim MK akan memutuskan kasus sengketa pilkada Mimika dalam persidangan Kamis hari ini di Jakarta.(rr)

Rabu, 04 Desember 2013

Demo berujung penusukan, 2 pimpinan KNPB jadi buron Polda Papua

Pimpinan Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Buchtar Tabuni dan juru bicaranya Wim Rocky Medlama, masuk daftar pencarian orang Polda Papua guna mempertanggungjawabkan aksi demo anarkis pada Selasa (26/11) di Kota Jayapura.

Wakapolda Papua Brigjen Pol Paulus Waterpauw kepada wartawan di Jayapura, Rabu (4/12), mengatakan, Buchtar Tabuni dan Wim Rocky Medlama telah diminta untuk memberikan keterangan terkait demo akhir bulan lalu. "Kami mencari dan ingin minta keterangan dari dua orang yang sudah dimasukkan DPO itu," katanya seperti dikutip Antara.

Berdasarkan laporan dan data yang ada, Buchtar Tabuni dan Wim Rocky Medlama paling terlibat dalam mengorganisasikan massa KNPB untuk gelar demo di Expi-Waena yang berujung ricuh.

Pada saat demo tersebut, lanjut mantan Kapolresta Jayapura itu, massa KNPB telah melukai sejumlah warga, merusak fasilitas umum dan rumah warga serta meresahkan warga Kota Jayapura. "Saya harap kedua orang ini bisa segera datang untuk memberikan keterangan terkait demo pekan kemarin," katanya.

Paulus juga mengakui bahwa berdasarkan keterangan dari sejumlah massa KNPB yang ditahan polisi, mengakui bahwa Buchtar Tabuni yang pernah dipenjara di Lapas Abepura adalah pemimpin. Sementara Wim Rocky Medlama adalah juru bicara dan orang yang mengoordinir massa bersama-sama dengan Buchtar.

"Kami tahu bahwa Buchtar masih ada di Kota Jayapura. Dan harapan kami agar segera menyerahkan diri," katanya.

Pada Selasa (26/11), ratusan massa KNPB menggelar demo di Expo-Waena, Distrik Heram, Kota Jayapura. Demo tersebut tidak mendapatkan izin karena KNPB adalah organisasi ilegal.

Massa KNPB semula berdemo di dalam anjungan Expo-Waena, tetapi tiba-tiba mereka keluar dan turun ke arah jalan kemudian memukul dan menikam sejumlah warga dan tukang ojek. Buntutnya sembilan orang sempat dirawat di RS Dian Harapan.

Pada Rabu dini hari, satu korban yang berprofesi tukang ojek meninggal di RS Dian Harapan setelah enam hari lamanya menjalani masa kritis akibat trauma senjata tajam di beberapa bagian tubuh.

Persipura-Arema Wakil Indonesia ke Piala AFC

Juara Liga Super Indonesia (LSI) dan runner up yaitu Persipura Jayapura dan Arema Indonesia ditunjuk oleh PSSI untuk mewakili Indonesia pada turnamen Piala AFC 2014.
Penunjukan kedua klub tersebut untuk turun di Piala AFC 2014, kata Sekjen PSSI Joko Driyono di Jakarta, Jumat merupakan hasil rapat yang dilakukan oleh Komite Eksekutif (Exco) PSSI.
"Pemilihan dilakukan lewat diskusi informal. Selanjutnya kedua klub ini akan mengisi dua slot untuk turun di fase grup," kata Joko seperti dikutip Antara.
Pria yang juga CEO PT Liga Indonesia itu mengatakan, untuk menentukan klub mewakili Indonesia di Piala AFC melalui proses yang cukup panjang. Setelah dilakukan kajian akhirnya mengerucut ke dua klub tersebut.
Baik Persipura maupun Arema Indonesia sebelumnya sudah merasakan turun di Piala AFC. Klub asal Papua itu mewakili Indonesaia pada 2011 lalu. Prestasi tertingginya adalah masuk perempatfinal.
Begitu juga dengan klub yang berjuluk Singo Edan itu. Tim kebanggaan Malang Malang Raya itu juga belum mampu berbicara banyak. Bahkan Arema Indonesia mengalami kekalahan dengan agregat 0-4 dari Al-Ettifaq.
Klub asal Indonesia yang mewakili Indonesia pada Piala AFC 2013 adalah Semen Padang. Prestasi klub asal Ranah Minang ini juga sama dengan pendahulunya yaitu hanya sampai di babak perempatfinal.
Anak asuh Jafri Sastra harus mengakui keunggulan klub asal India, East Bengal dengan agregat 1-2. Sebenarnya Semen Padang saat itu dalam kondisi terbaik terutama di babak fase grup.
"Harapan kami wakil Indonesia bisa masuk final. Sekurang-kurangnya masuk semifinal. Semoga target bisa tercapai," kata Joko Driyono menambahkan.
Piala AFC merupakan satu-satunya turnamen di Asia yang bisa diikuti oleh tim asal Indonesia. Selama dua tahun terakhir Indonesia terlempar dari hingar binggar Piala Champion Asia yang merupakan turnamen paling bergengsi di Asia.
Dengan absennya klub Indonesia di Piala Champion Asia, PSSI selaku federasi sepak bola Indonesia terus berusaha keras untuk memperjuangkannya. PSSI berharap Indonesia bisa tampil di Piala Champion Asia 2015. (Foto: yahoo.com)

Senin, 02 Desember 2013

Produksi Freeport Tetap Jalan Setelah Peristiwa Longsor

Timika - Aktifitas produksi di kawasan under ground mile 74 milik PT Freeport Indonesia (PTFI) di Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua paska kejadian longsor yang menyebabkan satu orang karyawannya meninggal, hingga berita ini diturunkan tetap berjalan.
"Produksi tetap jalan, untuk korban yang selamat masih dirawat di Rumah Sakit Tembagapura dan untuk korban yang meninggal sudah dimakamkan di kampung halamannya di Palembang," kata Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Tembagapura AKP Sudirman melalui telepon celularnya kepada Antara di Jayapura, Senin.
Sudirman menjelaskan sementara ini kepolisian menduga kejadian ini merupakan kecelakaan di area kerja. Namun, pihaknya tetap melakukan penyelidikan tentang penyebab kejadian dan menunggu pihak mine inspektur yang juga akan melakukan investigasi.
Sementara itu, ketika hal ini dikonfirmasikan kepada Vice President Corporate Communications PTFI Daisy Primayanti melalui telepon celularnya, hingga saat ini belum ada jawaban.
Sebelumnya, karyawan PTFI Fikrizal Utama (37), ditemukan tewas akibat tertimbun material tambang di kawasan under ground mile 74 di Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Minggu sekitar pukul 04.00 WIT.
Ketika itu korban yang mengendarai mobil pick up jenis LWB dengan nomor lambung 01-4387 saat berada di loading point 1 E north underground DOZ tertimpa reruntuhan bebatuan atau material tambang.
Akibatnya, selain menyebabkan tewasnya Fikrizal juga menyebabkan satu karyawan lainnya yakni Peman Gombo mengalami luka-luka pada hari Minggu sekira pukul 04.00 WIT itu. Dimana longsoran bebatuan itu keluar dari pintu cut loading point 1 E nort.(rr)

Jumat, 15 November 2013

Banjir di Wasior Papua Barat, dua warga belum ditemukan

Wasior Papua Barat - Banjir yang melanda kawasan Wasior, Provinsi Papua Barat, Rabu pagi sekitar pukul 10.00 WIT, menyebabkan dua warga hingga kini belum ditemukan.

Data yang dihimpun Antara di Jayapura hingga Rabu malam, mengungkapkan, akibat hujan yang terus menguyur kawasan itu sejak Selasa malam (12/11) menyebabkan sungai meluap.

Kedua warga yang belum ditemukan yakni Karen Nunaki dan Charles Torey.


Kabid Humas Polda Papua AKBP Pudjo kepada Antara mengakui, dari laporan yang diterima terungkap puluhan rumah roboh yang tersebar di kampung Wondiboi, Manopi, Tandia, Manggurai, dan kampung Kabow serta kota Wasior.

"Aparat kepolisian bersama TNI saat ini dikerahkan untuk membantu warga masyarakat," kata AKBP Pudjo seraya mengatakan, saat ini komunikasi sangat suli sehingga belum dapat dipastikan berapa besar kerugian.

Banjir setinggi dua meter itu akibat sungai yang meluap yakni sungai Kabon,sungai Api,sungai Anggris dan sungai Manggurai. (E006/A029)

Kamis, 07 November 2013

Gempa 5,4 SR guncang Sarmi Papua

Jayapura (ANTARA News) - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Wilayah V Jayapura mencatat gempa berkekuatan 5,4 skala Richter mengguncang Kabupaten Sarmi, Papua, pada Kamis petang sekitar pukul 17.47 WIB.


Gempa tersebut berlokasi di 1.55 lintang selatan dan 138.83 bujur timur atau 37 kilometer timur laut Kabupaten Sarmi, Provinsi Papua dengan kedalaman 10 kilometer

Hingga berita ini disiarkan belum ada pernyataan dari pihak berwenang terkait gempa tersebut.

Jumat, 01 November 2013

Pilkada Mimika Dipastikan Dua Putaran Periode 2013 - 2018

Timika- Proses pemilihan kepala daerah Kabupaten Mimika, Papua periode 2013-2018 dipastikan dua putaran setelah diketahui hasil pemungutan suara 10 Oktiber lalu dari 11 pasangan calon berkompetisi tidak ada yang mencapai dukungan 30 persen suara.
Ketua KPU Mimika, Karolus Tsunme, di Timika, Kamis mengatakan Pilkada Mimika putaran kedua akan diikuti dua pasangan calon yang memperoleh suara terbanyak putaran pertama yaitu pasangan Abdul Muis-Hans Magal (AMAN) dan pasangan Eltinus Omaleng-Yohanis Bassang (OMBAS).
Dalam rapat pleno terbuka KPU Mimika tentang rekapitulasi hasil perhitungan suara Pilkada Mimika yang berakhir Rabu (30/10) tengah malam, pasangan AMAN mampu meraih suara terbanyak yaitu 45.287 atau 25,10 persen. Sementara pasangan OMBAS meraih suara terbanyak kedua yaitu 39.611 atau 21,95 persen.
"Sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan maka Pilkada Mimika harus melalui putaran kedua karena tidak ada satupun pasangan calon yang mampu meraih suara hingga 30 persen, jelas Karolus.
Rapat pleno KPU Mimika yang digelar di Gedung Eme Neme Yauware Timika itu berlangsung alot. Beberapa kali aparat kepolisian harus turun tangan untuk menengahi perdebatan sengit antara saksi-saksi dengan komisioner KPU, Panwaslu dan Panitia Pemilihan Distrik (PPD).
Meski begitu, hingga berakhirnya pelaksanaan rapat pleno KPU Mimika tidak terjadi insiden fatal yang mencederai proses demokrasi di Kabupaten Mimika.
Saksi-saksi dari sembilan kandidat lain menyatakan menolak menandatangani berita acara hasil rekapitulasi perhitungan suara Pilkada Mimika yang ditetapkan oleh KPU setempat dan menyampaikan sejumlah keberatan.
Sembilan kandidat akan menempuh jalur hukum yaitu menggugat hasil penetapan KPU Mimika tersebut ke Mahkamah Konstitusi (MK) di Jakarta.
"Kami sembilan kandidat sudah berkomitmen untuk membawa masalah Pilkada Mimika ke MK. Semua berkas dan bukti-bukti kita sudah siapkan. Dalam waktu tiga hari ke depan kami akan daftarkan gugatan ke MK," tutur kandidat Wakil Bupati Mimika, Virgo Solossa.
Hasil perolehan suara 11 pasangan cabup-cawabup Mimika periode 2013-2018 sebagai berikut: pasangan Pdt Yamenal Paul Maniagasi-Parjono 7.237 atau 4,01 persen, pasangan Abdul Muis-Hans Magal 45.287 atau 25,10 persen, pasangan Yosep Yopi Kilangin-Andi Tajerimin 18.132 atau 10,05 persen.
Selanjutnya pasangan Agustinus Anggaibak-La Sarudi 5.709 atau 3,16 persen, pasangan Agapitus Mairimau-Setiono 7.006 atau 3,88 persen, pasangan Athanasius Allo Rafra-Titus Natkime 20.802 atau 11,53 persen, pasangan Pieter Yan Magal-Philipus Wakerkwa 5.316 atau 2,95 persen.
Pasangan Semuel Farwas-Virgo solossa meraih suara 4.821 atau 2,67 persen, pasangan Eltinus Omaleng-Yohanis Bassang meraih suara 39.611 atau 21,95 persen, pasangan Trifena M Tinal-Anastasia Tekege meraih suara 17.765 atau 9,80 persen dan pasangan Alfred Douw-Surya Darma meraih suara 8.755 atau 4,85 persen.
Pemilih yang terdaftar mengikuti Pilkada Mimika sebanyak 223.409. Mereka menyalurkan hak suaranya pada 568 TPS yang tersebar pada 12 distrik (kecamatan).(rr)

Kejati Papua Kekurangan Penyidik Ungkap Kasus Korupsi

Jayapura - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Papua hingga saat ini kekurangan tenaga penyidik untuk mengungkap kasus korupsi yang terjadi di Provinsi Papua dan Papua Barat.
"Hingga saat kami kesulitan tenaga penyidik padahal kasus korupsi yang ditangani cukup banyak," kata Kepala Kejati Papua Maruli Hutagalung yang didampingi Asisten Tindak Pidana Khusus Kejati Nicolaus Kondomo kepada Antara di Jayapura, Kamis.
Dikatakan, saat ini tenaga penyidik hanya delapan orang sementara yang ditangani tercatat 59 kasus korupsi dan 12 perkara masih dalam tahap penyelidikan.
Ke-59 kasus korupsi yang ditangani itu delapan perkara di antaranya sudah dilimpahkan ke pengadilan untuk selanjutnya disidangkan.
"Mudah mudahan seluruhnya sudah dapat diselesaikan dalam tahun 2013," kata Hutagalung seraya mengharapkan jumlah tenaga penyidik dapat ditambah sehingga mereka (penyidik) tidak kesulitan dalam menangani perkara.
Menurutnya, dari 59 kasus yang siap dilimpahkan ke pengadilan terdapat satu perkara titipan dari KPK yakni perkara dugaan korupsi pembangunan Jalan Trans Papua Barat, Aywasi Kebar, negara diduga dirugikan sekitar Rp24 miliar.
Kasus proyek pembangunan jalan itu menyeret dua tersangka yakni mantan Kepala Dinas PU Papua Barat ES dan S yang merupakan rekanan pekerjaan tersebut, jelas Kajati.
Ketika ditanya tentang kasus korupsi di lingkungan Pemda Kepulauan Yapen sebesar Rp50 miliar, Kajati Papua berjanji akan mengecek kembali sejauhmana penanganan kasus tersebut.
"Memang saya sudah mendapat laporan tentang kasus tersebut namun belum diketahui sejauhmana penangganannya," aku Hutagalung seraya berjanji akan menindaklanjuti kasus tersebut hingga tuntas.(rr)

Senin, 14 Oktober 2013

Uncen Jayapura Juara Liga Pendidikan Indonesia Papua

Biak (Antara) - Skuad sepak bola Universitas Cenderawasih Jayapura berhasil merebut juara pertama Liga Pendidikan Indonesia tingkat perguruan tinggi di stadion Cenderawasih, Jumat.
Uncen pada partai final mengalahkan Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (IISIP) Yayasan Pendidikan Islam dengan skor akhir 2-1.
Gol kemenangan skuad Uncen Jayapura ke gawang IISIP dicetak pemain depan Yance dan Fredi Isir sementara gol balasan IISIP Yapis dicetak Jefri melalui titik putih ke gawang Uncen.
Pertandingan Uncen versus IISIP Yapis Biak di ajang final LPI Papua tingkat perguruan tinggi berlangsung dengan aman dan lancar hingga selesai 2X40 menit dipimpin Wasit Marthen Rumbrawer.
Pelatih kepala PS Uncen Daniel Womsiwor mengatakan, kemenangan Uncen Jayapura atas IISIP Yapis Biak dengan menjadi juara LPI se Papua di Biak Numfor menjadi kunci penutup piala bergilir Gubernur Papua dan Piala Presiden Republik Indonesia.
Pemain Uncen Jayapura melakukan permainan taktis menyerang sehingga meraih kemenangan LPI se Papua di tahun 2013 merupakan yang terakhir, sementara pada tahun 2014 kompetisi sepak bola mahasiswa akan dikelola Badan Pembina Olahraga Mahasiswa Indonesia (Bapomi) Dirjen Pendidikan Tinggi, kata Daniel Womsiwor.
Dia berharap, bekal pengalaman bertandingan PS Uncen di ajang LPI Papua di Biak menjadi bekal untuk persiapan menghadapi kejuaraan Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional ke-13 di Yogyakarta 22 November 2013.
Daniel Womsiwor mengakui, tim sepak bola Uncen Jayapura yang menguasai kompetisi Liga Pendidikan Indonesia sejak tiga tahun belakangan ini akan ditampilkan pada event Nasional Pomnas 31 di Yogyakarta.
Pada kegiatan Nasional Pomnas atlet sepak bola Uncen Jayapura dapat meraih prestasi seperti saat menjuarai kompetisi LPI tingkat perguruan tinggi, demikian pelatih kepala PS Uncen Daniel Womsiwor.
Berdasarkan data panitia pelaksana LPI se Papua di Kabupaten Biak Numfor yang dimulai 7 Oktober 2013 dijadwalkan akan ditutup pada hari Sabtu sore dipusatkan di stadion Cenderawasih Biak.(rr)

Puluhan Warga Mengamuk di Sorong, Tujuh Rumah Dibakar Massa

SORONG - Tujuh rumah dibakar, dan tiga rumah lainnya dirusak dalam Insiden amuk massa, di Aimas,Kabupaten Sorong, Papua Barat, Jumat (11/10/2013). Amuk massa dipicu, atas kemarahan warga Intimpura,Aimas,Kabupaten Sorong - Papua Barat, yang warganya ditemukan meninggal dunia, Kamis(10/10/2013) malam akibat dibunuh oleh orang tidak dikenal.
Puluhan warga Intimpura, Aimas, kabupaten Sorong, Papua Barat, dengan membawa sejumlah alat tajam,
Jumat 11/10 siang kemarin, melakukan pembakaran terhadap tujuh unit rumah warga yang terletak di kawasan Intimpura, Aimas, kabupaten Sorong, Papua Barat.
Data yang berhasil dihimpun SULPA di lapangan, Amuk massa ini di picu, atas meninggalnya seorang warga setempat yang merupakan warga transmigran bernama Sugito yang ditemukan tewas mengganasakan disemak-semak yang diduga akibat di bunuh oleh sejumlah orang tidak dikenal, Kamis (10/10/2013)
malam tepatnya di kampung Klasuluk, Distrik Mariat, Aimas, Kabupaten Sorong.
Tidak terima dengan hal tersebut, Puluhan warga kampung Klasuluk, Distrik Mariat, Aimas, Kabupaten Sorong, yang umumnya merupakan warga transmigran, Jumat siang tadi mencari pelaku pembunuhan yang diketahui juga merupakan warga setempat.
Karena marah tidak menemukan pelaku, puluhan warga pun mendatangi rumah pelaku, dimana warga yang mempersenjatai diri dengan alat-alat tajam, berupa parang dan golok, langsung melakukan pengerusakan, bahkan warga yang sudah emosi. Langsung membakar rumah milik pelaku.
Atas kejadian tersebut, aparat Kepolisian dari Brimob Detasemen C , Polda Papua, Polres Sorong,
Polres Kota Sorong, serta pasukan TNI Dari Batalyon 752, dan kodim Sorong, yang dipimpin lanngsung Kapolres Sorong, AKBP E.Zulpan, turun langsung untuk mengamankan amuk massa tersebut.
Bahkan 1(satu) Unit kendaraan Taktis, Barracuda milik Detasemen C Brimob di turunkan untuk mengamankan amuk massa yang semankin tak terkendali.
Sempat terjadi ketegangan antara puluhan massa yang merupakan keluarga korban, dengan aparat keamanan, yan meminta warga untuk tidak melakukan tindakan anarkis.
Hingga saat ini, aparat keamanan dari TNI dan Polri, maih terus disiagakan di lokasi kejadian, hal ini bertujuan untuk mengantispasi hal-hal yang tidak dinginkan.
Kapolres Sorong, AKBP, E.Zulpan yang diminta konfirmasinya soal insiden tersebut, hingga saat ini, belum dapat di konfirmasi, dimana Kapolres bersama muspida dan para tokoh agama dan tokoh masyarakat serta Dandim Sorong, masih melakukan pertemuan untuk menyelesaikan konflik tersebut, agar tidak meluas.

7 Warga Sentani Papua diculik orang tak dikenal

Jayapura-7 Warga Sentani dilaporkan diculik OTK (Orang Tidak Dikenal) ketika hendak menuju Kota Sentani, Kabupaten Jayapura dari Kabupaten Sarmi, Papua. Ketujuh warga tersebut tinggal di Jalan Agus Karici Polomo Kel Hinekombe Distrik Sentani Kota, Kabupaten Jayapura dan dinyatakan hilang pada Jumat (11/10) sekitar pukul 06.00 WIT.

Ketujuh warga tersebut adalah Bartolomeus Fere (53), Agustuna Fere (38), Yan Marthen Fere (30) yang merupakan Kepala Kantor Pos Sarmi, Boas Hawase (35), Elisabeth Felle (40), Melinda Fere (11) dan Avia Hawase (4).

Menurut keterangan salah satu keluarga korban yang tidak ingin disebutkan namanya, pada Kamis (4/10) sekitar pukul 23.30 WIT, korban atas nama Agustina Fere yang saat itu berada di Genyem (PNS Distrik Nimboran) menelepon kakak perempuannya yang berada di Sentani.

Korban menyampaikan bahwa ada orang yang menelepon (suara laki-laki) yang belum dikenal mengatakan beberapa hal, bahwa adiknya Yan Marthen Fere saat ini sedang sakit parah dan muntah darah, jika keluarga tidak segera naik (Ke sarmi) untuk menjemput, jangan menyesal kalau terjadi apa-apa.

"Penelepon itu bilang kalau Yan tidak diambil maka akan ada yang menculiknya, makanya Agustina dan suaminya langsung menuju Sarmi," ujarnya seperti dikutip dari Antara, Sabtu (12/10).

Keesokan harinya setelah menerima kabar tersebut, Agustina bersama beberapa anggota keluarganya berangkat dengan menggunakan satu unit mobil kuda warna merah DS 1807 AK menuju Sarmi dan mendapati bahwa adiknya Yan dalam keadaan sehat. Akhirnya, karena masih khawatir rombongan Agustina dengan membawa Yan memutuskan untuk pulang ke Sentani.

Mengingat jaringan telepon yang terbatas di dalam perjalanan menuju Sarmi, pihak keluarga Agustina tidak bisa menghubungi rombongan Agustina.

"Saya mendapat kabar bahwa rombongan Agustina sudah menuju Sentani sejak Minggu (6/10), namun hingga Jumat (11/10) belum juga sampai, sehingga pihak keluarga memutuskan untuk melaporkannya kepada pihak kepolisian," urainya.

Ia menambahkan, kemungkinan ketujuh orang warga Sentani tersebut disandera OTK di wilayah Sarmi pada saat perjalanan pulang ke Sentani, dimana di sepanjang jalan pulang masih banyak hutan-hutan yang memungkinkan penyekapan.

Ketika hal ini dikonfirmasikan kepada Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Jayapura AKBP Roycke Harry Langie, pihaknya membenarkan adanya kasus ini.

"Saat ini pihak kami masih melakukan penyelidikan," tegasnya kepada Antara di Sentani, Sabtu.

Kamis, 10 Oktober 2013

Jual Beli Listrik RI-PNG Masih Dibahas

Jayapura - Rencana jual beli listrik antara Papua Nugini (PNG) dan Indonesia hingga saat ini masih dibahas, kata Humas Perusahaan Listrik Negara (PLN) pusat Dermawan Amir Uloli kepada Antara di Jayapura, Rabu.
"Nantinya, listrik yang akan dijual ke PNG, bakal diperoleh dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Holtekamp yang beroperasi pada awal 2014," ujarnya.
Dermawan menuturkan listrik yang akan dijual PLN hanya sebesar satu (1) Megawatt saja, hal ini masih terus dalam pembahasan.
"Sebelumnya, pertemuan antara PLN dengan PNG Power, perusahaan listrik di PNG telah dilakukan pada bulan lalu," tandas Dermawan.
Ia menjelaskan, dalam penjadwalan rencana jual beli listrik ini akan dilakukan sesudah pertemuan APEC, untuk selanjutnya dilakukan MoU (Memorandum of Understanding) antara PNG dan Indonesia.
"Beban listrik di Vanimo itu hanya sekitar 1000 kilowatt atau satu megawatt. Jadi misalnya PLTU Jayapura beroperasi dengan kapasitas 10 megawatt, kemungkinan kami bisa mentransfer energi ke PNG," urainya.
Ia menegaskan bahwa tentunya perjanjian ini akan memperhatikan kaidah bisnis, yang mana pihaknya tidak mau merugi. Pasalnya pihaknya harus mengutamakan pasokan listrik di Kota Jayapura terlebih dulu.
"Untuk jual-beli listrik tersebut, pemerintah Indonesia akan membangun jaringan distribusi sampai ke daerah Wutung, di perbatasan Papua-PNG dan selanjutnya PNG yang akan menyambung distribusi ke Vanimo, Aitape hingga ke Wewak," ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa sejumlah provinsi di Papua Nugini saat ini sangat bergantung pada pembangkit listrik diesel. Pihaknya mengklaim pemakaian bahan bakar minyak terlalu mahal untuk pemenuhan penrangan di daerahnya.
"Sehingga dengan kerjasama ini, PNG berharap tahun depan pemenuhan listrik dari Jayapura dapat terlaksana," pungkasnya.
Sekitar sebulan lalu, empat gubernur dari Papua Nugini beserta rombongan mendatangi tiga lokasi penghasil listrik di Kota Jayapura, di antaranya ke PLTU Holtekamp dan PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air) Genyem. Kunjungan ini dalam rangka kelanjutan kerjasama kelistrikan antara Papua dan Indonesia.
Selain itu, rencana pengoperasian salah satu unit PLTU Holtekamp akan dilaksanakan pada awal 2014 dan diharapkan dapat memenuhi kebutuhan listrik di Kota Jayapura dan Papua Nugini.(rr)

Isu Papua di Luar Negeri Biasa

Jayapura - Tokoh adat asal Sentani yang juga mantan aktivis Papua merdeka Franz Alberth Joku menilai isu Papua yang terus ramai dibicarakan dunia internasional sebagai sesuatu yang biasa.
"Hal itu wajar dan alami jika ada pihak luar bicarakan tentang isu Papua. Seperti juga dulu terjadi terhadap isu Timor-Timur, Maluku, Sulawesi dan Aceh," katanya di Jayapura, Kamis menanggapi pertanyaan Antara terkait pernyataan PM Vanuatu tentang berbagai isu Papua di PBB belum lama ini.
Franz yang mengaku baru saja mengikuti pertemuan APEC di Bali baru-baru mengatakan ekspresi negara-negara di Pasifik Selatan soal Papua itu hal yang alami.
"Sikap simpati, minta penyelesaian soal Papua itu hal yang wajar mereka bicarakan," ucapnya.
Jika ada pihak-pihak di Papua beranggapan bahwa negara-negara di Pasifik Selatan bisa membantu memerdekan Papua, Franz katakan bahwa itu hal yang salah.
"Jika ada pihak di Papua yang salah terjemahkan maksud dari negara-negara Pasifik yang berbicara soal daerah ini didepan umum, di PBB itu hal yang keliru. Semua itu ada etika, tata krama yang harus dilewati, ada pengakuan dari sejumlah pihak," katanya.
Karena, kata ketua Dewan Pembina Partai Amanat Nasional Kabupaten Jayapura itu, isu tentang Papua yang disampaikan oleh PM Vanuatu belum lama ini.
Pada 13 tahun lalu sudah pernah ia lakukan saat bersama Andi Ayamiseba dan Rex Rumakek semasa PM Barak Sope.
"PM Barak Sope pada 13 tahun lalu juga pernah sampaikan hal yang sama persis dengan yang disampaikan oleh Moana Kalosil di PBB. Semua pihak atau kepala negara bisa sampaikan uneg-ungenya tentang apa saja, bisa Papua atau lainnya," katanya.
Untuk itu, caleg DPR RI asal Papua itu sampaikan bahwa warga masyarakat didaerah tersebut tidak perlu terprovokasi dengan isu-isu yang tidak menyenangkan, yang tidak bertanggung jawab.
"Tidak perlu tanggapi isu yang bisa buat kita susah. Saatnya kita membangun Papua. Bagaimana kita mengisi yang ada saat ini, berikan masukan yang positif bagi jalannya pembangunan di Papua," katanya.(rr)

Sabtu, 05 Oktober 2013

Polisi Siagakan 829 Personel Amankan Konvoi Persipura

Jayapura - Kepolisian daerah Papua menyiagakan 829 personel gabungan untuk mengamankan pesta penjemputan tim Persipura pada Sabtu (7/9) yang telah berhasil mengunci gelar juara Liga Super Indonesia musim ini.

"Polda Papua menyiagakan kurang lebih 829 personel gabungan yang diambil dari Polres Jayapura, Polresta Jayapura, Brimobda Papua dan juga `di-back up` oleh TNI serta Satpol PP Papua dengan penanggungjawab pengamanan Direktur Lalu Lintas Polda Papua Kombes Pol Halim Paggara," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Papua Kombes Pol I Gde Sumarta Jaya di Jayapura, Jumat.
Namun, mantan Kepala Polres Jayawijaya itu tidak menjelaskan seperti apa bentuk pengamanan dan bagaimana pelaksanaan yang akan dilakukan dalam bentuk arak-arakan tersebut.
"Hari ini (6/9) ada rapat terakhir Mapolda Papua dan akan ditentukan dalamnya," katanya.
Ia menjelaskan penyiapan ratusan personel itu untuk membantu memperlancar arus lalu lintas dan mengantisipasi kemungkinan berbagai tindakan tidak terpuji warga.
Penyiagaan personel itu, katanya, termasuk di sejumlah lokasi di jalur alternatif Uncen Waena hingga Entrop-Kolam Buaya agar para pengguna jalan raya tetap nyaman melintas.
"Sementara jalur yang akan digunakan nanti untuk konvoi atau arak-arakan Boas Salossa dan kawan-kawan, mulai dari Bandara Sentani terus ke arah Expo-Waena, Abepura, Skyline Entrop, hingga berakhir di suatu tempat yang telah ditentukan oleh pihak panitia penyelenggara," katanya.
Ia mengimbau masyarakat Sentani, Kabupaten Jayapura dan Port Numbay Kota Jayapura, agar tidak melakukan hal-hal yang dapat mencederai pesta penjemputan tersebut.
Masyarakat diminta tidak mengonsumsi minuman berakohol, membawa alat tajam atau dengan sengaja yang dapat merusak fasilitas umum.
Ia menyebut keberhasilan Persipura dalam kompetisi itu merupakan kemenangan masyarakat Papua.
"Saya juga imbau dan minta agar masyarakat yang akan ikut dalam arak-arak tersebut tersebut tidak membentangkan `Bintang Kejora` atau melakukan pemalangan di ruas jalan di sekitar Kota Jayapura yang nantinya berakibat terganggu arus jalan, aktivitas masyarakat lainnya," katanya.
Ia menjelaskan bila petugas menemukan penyimpangan masyarakat saat penyambutan tersebut, polda tidak akan segan-segan melakukan tindak tegas di lapangan.
"Hal ini juga berlaku bagi yang melakukan pelanggaran-pelanggaran berlalulintas," katanya.
Ketika disinggung berapa waktu Polda Papua akan memberikan izin dalam acara tersebut, alumnus Akpol 1989 itu mengatakan belum tahu.
"Saya belum tahu karena masih dilakukan rapat terakhir lagi hari ini (6/9), hanya akan memperpendek masa izin agar tidak merugikan pengguna jalan lainnya," katanya.
Pada kesempatan sebelumnya, Ketua Umum Persipura Jayapura Benhur Tommy Mano mengatakan penjemputan anak asuh Jakcsen F. Tiago itu akan dilakukan Sabtu (7/9) setelah tertunda sebelumnya.
Koordintor Umum Persipuramania Irawan telah menyampaikan bahwa pihaknya siap menyambut pahlawan-pahlawan sepak bola berasal dari tim Papua itu.
"Kami, Persipuramania siap jemput Boas dan kawan-kawan," kata Irawan yang akrab disapa Wantex itu.(rr)

Cegah Keributan di Kwamki Narama, Polisi Razia Miras

TIMIKA, – Beberapa botol minuman keras dalam kemasan botol kaca dan kaleng serta minuman keras yang disimpan dalam botol bekas kemasan air mineral, serta sebuah pistol, dan korek api disita aparat kepolisian dalam razia miras yang digelar di Jalan Kwamki, Perempatan Jalan Bandara, Kamis kemarin.

Komandan Regu Unit Perintis, Kepolisian Resor Mimika, Bripka Aleka Miwele mengatakan razia miras bertujuan untuk mencegah keributan yang ditimbulkan oleh orang mabuk di Kampung Amole.

Rencananya, menurut Aleka, Jumat (4/10/2013), hari ini, di Kampung tersebut akan diadakan bakar batu dan pembayaran denda bayar kepala sehingga banyak warga yang berkumpul.

“Kegiatan ini untuk mencegah semakin banyak keributan warga yang ditimbulkan oleh warga yang mabuk di Kampung Amole, Kwamki Narama,” jelas Aleka.

Dalam razia tersebut, semua kendaraan roda dua dan empat beserta penumpangnya diperiksa oleh aparat kepolisian. Beberapa warga Kwamki Narama yang menyaksikan razia ini mengaku mendukung upaya aparat, karena keributan di Kwamki selalu bermula dari warga yang mabuk.

Razia ini merupakan yang ketiga kalinya sepanjang hari ini, setelah sebelumnya pada pagi dan siang tadi yang berhasil menyita puluhan botol minuman keras. Bahkan sejumlah anggota unit perintis Polres Mimika mengaku beberapa kali berpatroli ke Kampung Amole untuk melerai keributan warga.

Berdasarkan pantauan Kompas.com di Kampung Amole, terlihat warga sudah berkumpul bergerombol di rumah dan tenda yang didirikan untuk kegiatan bakar batu dan pembayaran denda kepala yang akan diadakan Jumat besok.

Di dalam kerumunan warga, beberapa di antara mereka terlihat sudah dalam keadaan mabuk. Menurut keterangan Jhon, warga Kampung Amole, Distrik Kwamki Narama, dua kelompok warga sempat saling serang dengan batu dan panah, sore kemarin.

Keributan yang dipicu oleh orang mabuk ini, akhirnya dibubarkan paksa aparat Kepolisian yang berjaga di Pos Polisi Kwamki. Jelang pelaksanaan pemungutan suara pemilukada Kabupaten Mimika 8 Oktober mendatang, satu regu Brimob Detasemen B Polda Papua disiagakan di Pos Polisi Kwamki Narama.

Kwamki Narama merupakan salah satu daerah yang dianggap rawan keributan dalam pelaksanaan pemilukada, mengingat di daerah ini kerap terjadi keributan dan bentrok antarkelompok warga.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Laundry Detergent Coupons