SELAMAT DATANG DI BLOG SAYA/KOYA MEII

Kamis, 09 Mei 2013

Cuma dikuasai 3 orang, bahasa di Papua ini nyaris punah

Biak-Dari ratusan bahasa yang ada di tanah Papua, bahasa Dusner menjadi bahasa yang terancam mengalami kepunahan. Bukan tanpa sebab, kini bahasa tersebut hanya menyisakan tiga orang penutur berusia tua di teluk Wondama, Papua Barat.

"Tinggal tiga 3 orang penutur, yang paling muda 65 tahun yang lainnya di atas itu. Yang saya dapat 2 narasumber menyampaikan. Satu nenek Emma Somisa dan Enos Yoweni satu lagi tidak tinggal di satu kampung berbeda," ungkap Direktur Pusat Penelitian Bahasa dan Budaya Papua, Andreas J Deda dalam sambungan telepon dengan merdeka.com, Minggu (5/5).

Dari penlitiannya bersama dengan institusi asing dan juga universitas Papua, pengaruh sosial budaya menjadi penyebab rentannya bahasa ini punah. Terlebih lagi dominasi dan pengaruh luar yang membuat semakin hilangnya penutur bahasa Dusner.

"Pertama, secara lokal ada persaingan wilayah dilihat ada persaingan kedaerahan atau orientasi hidup termasuk kelompok bahasa papua Austerinesia kelompok Biak. Kedua, di tahun 1920-an sudah dilarang oleh guru Injil. Orang di sana tidak boleh menggunakan Dusner karena bahasa itu termasuk bahasa setan karena bahasa itu digunakan untuk bicara dengan nenek moyang," jelasnya lagi.

Tak banyak yang bisa dilakukan Andreas untuk melestarikan bahasa leluhurnya ini. Seakan tak mampu membendung pengaruh modernisme dan dominasi suku besar, tim peneliti bahasa mengembalikan pilihan kepada masyarakat Wondama. Ingin kembali menuturkan bahasa ini atau tidak.

"Yang kami lakukan sekarang membuat kamusnya kemudian dari profesor dari luar, rektor kami menulis tentang grammar-nya. Sekarang kita kembalikan ke masyarakat tergantung ke masyarakat," tutupnya.

Bahasa Dusner melengkapi dua bahasa di Papua lainnya yang telah punah. Bahasa tersebut adalah bahasa Mansin dan Tandinia yang telah hilang pada tahun 1970-an.

Mahasiswa Tuntut Penarikan Militer di Papua

Yogyakarta- Aliansi Mahasiswa Papua di Yogyakarta menuntut penarikan unsur militer baik TNI maupun Polri dari seluruh wilayah Papua sebagai syarat terbukanya ruang demokrasi bagi masyarakat setempat.
"Kami menginginkan kebebasan dan hak menentukan nasib sendiri bagi seluruh rakyat papua. Itulah satu-satunya solusi yang demokratis,"kata Ketua Umum Komite Pimpinan Pusat Aliansi Mahasiswa Papua (AMP), Rinto Kogoya kepada wartawan di Yogyakarta, Jumat.
Rasa kebebasan itu, menurut dia , bisa diwujudkan apabila dilakukan penarikan TNI dan Polri baik dari unsur organik dan non organik dari seluruh wilayah Papua.
Tuntutan tersebut, menurut Rinto, juga dipicu dari terjadinya berbagai insiden penembakan yang telah dilakukan pihak militer pada 1 Mei lalu, kepada rakyat sipil di Kabupaten Sorong dan Biak Numfor.
Penembakan yang dilakukan oleh pihak militer itu, kata dia, mengakibatkan dua warga sipil meninggal dunia dan tiga luka-luka.
"Tanggal 1 Mei di saat masyarakat Papua sedang merayakan 50 tahun Aneksasi, malah ada pnembakan.ini adalah contoh tindakan intimidasi secara psikologis,"katanya.
Pihak masyarakat Papua, menurut dia, hingga saat ini menginginkan terbukanya ruang-ruang demokrasi untuk bertukar fikiran demi menghidupkan aspirasi masyarakat setempat.
"Sehingga terbukanya aspirasi masyarakat itu tentunya harus dijauhkan dari situasi intimidatif, yang setiap hari dirasakan masyarakat Papua,"katanya.
Ia mengatakan seharusnya pemerintah mengabulkan permintaan masyarakat Papua apabila menginginkan masyarakat setempat lebih dekat dengan Indonesia.
"Bagaimana dekat, kalau rasa kebebasan itu juga tidak bisa diberikan,"katanya.
Otonomi khusus (Otsus) yang diberlakukan di Papua, menurut dia, juga belum bisa dianggap sebagai solusi akhir. Sebab hingga saat ini Otsus belum bisa memunculkan kesejahteraan bagi masyarakat setempat.
"Jangan dianggap kalau sedah diterpakan Otsus, persoalan selesai,"katanya.
Menurut dia, apabila pemerintah Indonesia tidak dapat mengabulkan permintaan itu, upaya untuk mengajukan ke tingkat Persatuan Bangsa Bangsa (PBB), bisa dilakukan.
Menurut dia, upaya tersebut dilakukan agar juga dapat memperoleh perhatian dari dunia Internasional.
"Mungkin opsi pengaduan ke tingkat PBB bisa dilakukan. Kalau pemerintah Indonesia terus melakukan pembiaran,"katanya.(tp)

Kejari Timika Usut Dua Kasus Korupsi

Timika- Kejaksaan Negeri Timika, Papua saat ini sedang mengusut dua kasus dugaan tindak pidana korupsi di lingkungan Pemkab Mimika.
Kepala Seksi Pidana Khusus pada Kejari Timika, Denny Rumaekewi di Timika, Rabu mengatakan kedua kasus tersebut yaitu renovasi gedung sekolah SMP Negeri 3 Timika tahun 2012 dan kegiatan kompetisi olahraga dan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Mimika tahun 2012.
Denny menjelaskan, proyek renovasi gedung sekolah SMP Negeri 3 Timika tahun 2012 dikerjakan CV Sumber Mulia dengan menyerap anggaran sebesar Rp410 juta.
Kejari Timika menemukan indikasi adanya pekerjaan yang tidak sesuai dengan volume yang tertuang dalam kontrak pekerjaan.
Sedangkan dugaan tindak pidana korupsi di Dispora Mimika tahun 2012 terjadi pada kegiatan kompetisi olahraga. Pada 2012, instansi yang bersangkutan memprogramkan kompetisi olahraga pada tiga cabang olahraga yaitu basket, sepak bola dan voli.
Namun dari tiga cabang tersebut, hanya dua kegiatan yang berjalan yakni kompetisi basket dan kompetisi voli. Kegiatan kompetisi sepak bola tidak direalisasikan tanpa alasan yang jelas, namun anggaran seluruhnya sudah terpakai habis dengan total senilai Rp700 juta.
"Kedua kasus tersebut sudah ditingkatkan ke tahap penyidikan. Dalam waktu dekat kami akan tetapkan tersangkanya," jelas Denny.
Ia menambahkan, penyidik Kejari Timika telah memeriksa sejumlah saksi terkait kedua kasus dugaan korupsi tersebut.
"Kami akan kembali memanggil para saksi untuk dimintai keterangan sebelum penetapan tersangka," jelas Denny sembari menambahkan ada lima saksi yang sudah dimintai keterangan terkait kasus dugaan korupsi di Dispora Mimika.
Ia mengatakan, Kejari Timika membutuhkan dukungan data, informasi dan bukti-bukti autentik dari masyarakat jika mengetahui ada ketidakberesan dalam penanganan berbagai proyek dan kegiatan yang menyerap anggaran negara.
Denny mengatakan Kejari Timika sejauh ini belum pernah menyelidiki dugaan korupsi proyek pembangunan Kantor DPRD Mimika yang telah menelan anggaran lebih dari Rp86 miliar sejak 2009, meskipun kalangan dewan setempat telah mendesak polisi dan jaksa mengusut ketidakberesan dalam pembangunan gedung tersebut.(rr)

Kejari Timika Usut Dua Kasus Korupsi

Timika- Kejaksaan Negeri Timika, Papua saat ini sedang mengusut dua kasus dugaan tindak pidana korupsi di lingkungan Pemkab Mimika.
Kepala Seksi Pidana Khusus pada Kejari Timika, Denny Rumaekewi di Timika, Rabu mengatakan kedua kasus tersebut yaitu renovasi gedung sekolah SMP Negeri 3 Timika tahun 2012 dan kegiatan kompetisi olahraga dan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Mimika tahun 2012.
Denny menjelaskan, proyek renovasi gedung sekolah SMP Negeri 3 Timika tahun 2012 dikerjakan CV Sumber Mulia dengan menyerap anggaran sebesar Rp410 juta.
Kejari Timika menemukan indikasi adanya pekerjaan yang tidak sesuai dengan volume yang tertuang dalam kontrak pekerjaan.
Sedangkan dugaan tindak pidana korupsi di Dispora Mimika tahun 2012 terjadi pada kegiatan kompetisi olahraga. Pada 2012, instansi yang bersangkutan memprogramkan kompetisi olahraga pada tiga cabang olahraga yaitu basket, sepak bola dan voli.
Namun dari tiga cabang tersebut, hanya dua kegiatan yang berjalan yakni kompetisi basket dan kompetisi voli. Kegiatan kompetisi sepak bola tidak direalisasikan tanpa alasan yang jelas, namun anggaran seluruhnya sudah terpakai habis dengan total senilai Rp700 juta.
"Kedua kasus tersebut sudah ditingkatkan ke tahap penyidikan. Dalam waktu dekat kami akan tetapkan tersangkanya," jelas Denny.
Ia menambahkan, penyidik Kejari Timika telah memeriksa sejumlah saksi terkait kedua kasus dugaan korupsi tersebut.
"Kami akan kembali memanggil para saksi untuk dimintai keterangan sebelum penetapan tersangka," jelas Denny sembari menambahkan ada lima saksi yang sudah dimintai keterangan terkait kasus dugaan korupsi di Dispora Mimika.
Ia mengatakan, Kejari Timika membutuhkan dukungan data, informasi dan bukti-bukti autentik dari masyarakat jika mengetahui ada ketidakberesan dalam penanganan berbagai proyek dan kegiatan yang menyerap anggaran negara.
Denny mengatakan Kejari Timika sejauh ini belum pernah menyelidiki dugaan korupsi proyek pembangunan Kantor DPRD Mimika yang telah menelan anggaran lebih dari Rp86 miliar sejak 2009, meskipun kalangan dewan setempat telah mendesak polisi dan jaksa mengusut ketidakberesan dalam pembangunan gedung tersebut.(rr)

Selasa, 07 Mei 2013

BTN Tunjuk Manajer Persipura Sebagai Manajer Timnas Senior

Jayapura- Manajer klub Persipura Jayapura, Rudi Maswi, kini resmi ditunjuk Badan Tim Nasional (BTN) untuk menjadi manajer tim nasional Indonesia senior. Sedangkan posisi pelatih kepala, tetap dipercayakan kepada Jacksen F Tiago, notabene pelatih klub Persipura.
"Sedangkan untuk wakil pelatih, semuanya diserahkan kepada Jacksen," ujar Sekretaris BTN, Sefdin Alamsyah Syaifudin.
"Terkait penunjukan Jacksen, BTN dan Persipura sepakat bahwa Jacksen harus sukses baik di klub maupun di Timnas serta tidak akan mengganggu penampilan Persipura di liga," sambungnya.
Selain itu, dilanjutkannya, Timnas senior akan menjalani beberapa even penting pada 7 Juni 2013 lawan Belanda, tanggal 14 Juli 2013 lawan Arsenal, tanggal 20 Juli 2013 lawan Liverpool dan tanggal 25 Juli 2013 lawan Chelsea.
Kemudian, tanggal 14 Agustus 2013 akan ada international friendly match yang lawannya akan dikonfirmasi pada akhir Mei 2013. Pra Piala Asia pada tanggal 15 Oktober 2013 lawan China (home), tanggal 11 November 2013 lawan China (away) dan tanggal 19 November 2013 lawan Iraq (home). Akhir September 2013, direncanakan international friendly match.
"Sehingga, tidak benar jika ada anggapan bahwa BTN di bawah pimpinan La Nyalla Mahmud Mattalitti tidak memiliki program uji coba," tuntasnya. (esa/dzi)

UNJ dan STIE Swadaya Lolos ke Final Campus League

JakartaTim basket putra STIE Swadaya melaju ke babak Grand Final La Lights Campus League 2013 setelah menekuk tim putra Perbanas di Gelanggang Olahraga Rawamangun, Jakarta Timur, Sabtu malam.
Tim Perbanas yang menjadi fovorit juara takluk dengan skor 67-79. Mereka sempat unggul di dua babak pertama namun keteteran ketika memasuki babak ketiga. Tim STIE Swadaya tampil menggila dan berhasil menyalip perolehan poin.
Bambang Adiputa, pemain Swadaya dengan nomor punggung 17, terlihat paling menonjol. Dari 7 kali shooting yang dilakukannya, 5 diantaranya berbuah three point. Ia membawa STIE Swadaya untuk pertamakalinya ke Grand Final yang akan berlangsung 13-18 Mei.
Perbanas sendiri, meski harus mengakui ketangguhan STIE Swadaya, masih bisa tersenyum karena salah satu pemain mereka, Muhammad Rizki Falconi, dinobatkan sebagai Most Valuable Player (MVP).
Sementara dari tim basket putri, tim Universitas Negeri Jakarta (UNJ) berhasil lolos ke Grand Final setelah mencukur tim putri Bina Nusantara dengan skor 62-33. Nur Octania, salah satu pemain UNJ, juga dinobatkan sebagai Most Valuable Player.
La Lights Campus League 2013 untuk regional Jakarta mulai bergulir 22 April lalu dengan jumlah 37 tim peserta. Mereka berasal dari sejumlah kampus di wilayah Jabodetabek. La Lights Campus League 2013 sendiri pertama kali bergulir 2007 lalu dan sampai saat ini telah diikuti tak kurang dari 800 tim.

Kapal Greenpeace Kunjungi Papua

Jayapura - Greenpeace bakal mengunjungi Papua pada Kamis 9 Mei 2013. Mereka akan datang menggunakan kapal terbarunya Rainbow Warrio III. Kedatangan organisasi lingkungan dunia itu untuk mendesak pemerintah Indonesia, khususnya pemerintah provinsi Papua dan Papua Barat untuk mengeluarkan regulasi perlindungan hutan. Mereka
juga mendesak dunia industri di Tanah Air sadar dan ramah lingkungan.
Menurut Juru Kampanye Media Greenpeace Indonesia, Hikmat Soeriatanuwijaya, kapal Rainbow Warrior ini salah satu kapal laut unik paling ramah lingkungan yang pernah dibuat di dunia. "Kapal ini akan berlayar dari Papua ke Jakarta pada 9 Mei hingga 10 Juni nanti," katanya ke wartawan di Kota Jayapura, Papua, Selasa, 7 Mei 2013.
Tur Kapal Rainbow Warrior di Pulau Papua akan dimulai dari Kota Jayapura pada 9-11 Mei, lalu ke Kota Manokwari, Kabupaten Raja Ampat dan Kabupaten Sorong di Provinsi Papua Barat pada 16-18 Mei. Setelah itu, berlanjut ke Benoa, Bali pada 31 Mei hingga 1 Juni dan berakhir di Jakarta pada 7-10 Juni 2013.
Kapal Rainbow Warrior yang baru  diluncurkan Oktober 2011 ini adalah kapal pertama yang didesain dan dibuat secara khusus untuk Greenpeace sebagai kendaraan kampanye lingkungan. Kapal ini didanai oleh individu-individu pendukung Greenpeace di seluruh dunia. "Sekitar 30.000 orang diantaranya dari Indonesia dan Papua," katanya.
Menurut Hikmat, kapal Greenpeace ini merupakan aset unik dalam upaya penyelamatan bumi dan melindungi kepentingan umat manusia. Kapal ini berada di garis depan kampanye Greenpeace, kerap berlayar ke tempat terpencil untuk menjadi saksi langsung serta melakukan aksi menghentikan perusakan lingkungan.
"Tahun ini, Rainbow Warrior berada di Indonesia untuk meluncurkan kampanye baru laut Greenpeace Indonesia dan juga mendukung komitmen Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk melindungi hutan Indonesia dan menurunkan emisi gas rumah kaca Indonesia hingga 26 persen pada 2020," katanya.
Charles Tawaru, Juru Kampanye Hutan Greenpeace di Papua mengatakan, dalam turnya di Pulau Papua, Greenpeace akan mendorong komitmen pemerintah daerah setempat untuk dapat melihat persoalan lingkungan sebagai persoalan pokok. "Tujuannya sederhana saja, kami ingin agar stakeholder berkomitmen untuk menjaga hutan di Pulau Papua," katanya.

Minggu, 05 Mei 2013

Valeria Papua Barat Ingin Ukir Sejarah

Sorong- Tim voli putri Valeria Manokwari Papua Barat bertekad mengukir sejarah di final Proliga 2013 yang akan digeber di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (5/5).


Tim racikan Eko Waluyo itu berambisi menjadi tim debutan pertama yang langsung menjadi juara di kompetisi voli paling tinggi di Indonesia tersebut.

Di partai final, Papua Barat akan bersua juara bertahan Jakarta Popsivo PGN. Bukan lawan yang mudah. Namun, Papua Barat memiliki modal yang sangat kuat menghadapi partai pemungkas tersebut.

Mereka memiliki rekor head to head yang sangat baik atas Popsivo. Di babak regular, Papua Barat selalu bisa mempercundangi Popsivo.

Manajemen Papua Barat juga sudah mendengungkan target untuk merengkuh gelar juara Proliga musim ini. Sejak awal musim, mereka memang sudah mempersiapkan diri dengan baik agar bisa menjadi juara.

Asisten manajer Papua Barat Roy Rogers mengatakan, timnya sudah kadung kepalang basah. Target masuk final four yang sejak awal dikumandangkan ternyata mampu dilampaui Rianita Panirwan dkk.

“Kalau sudah masuk empat besar, kami tentu saja ingin masuk final. Kalau sudah ke final, kami ingin juara,” terang Roy.

Namun, Roy mengingatkan agar anak asuhnya tak jemawa meski memiliki track record yang lebih baik. Atmosfer di partai final tentu bakal sangat berbeda dibandingkan babak regular. Hal itulah yang membuatnya mesti mewanti-wanti Rianita dkk untuk tetap fokus.

“Di partai final, hitung-hitungan di babak regular tidak berlaku lagi. Siapa yang paling siap tentu yang akan menang,” tegas Roy.

Kubu Popsivi tak mau kalah. Pelatih Popsivo Anshori bertekad menyudahi dominasi Papua Barat di partai pemungkas. Pria yang juga menjabat sebagai pelatih Timnas tersebut juga ingin unjuk gigi dengan melakukan back to back.

“Kami memang kalah di babak regular. Namun, anak-anak sudah siap untuk menghentikan rekor buruk itu,” ucap Anshori. (jos/jpnn)

Kelelahan dan Masalah Gaji Jadi Alasan Kekalahan Persiwa


Persiwa- Pelatih Persiwa Wamena Subangkit beralasan bahwa kekalahan 0-1 dari Gresik United pada Kamis (02/5) di stadion Pendidikan Wamena akibat anak asuhnya kecapaian. Selain itu masalah tertunggaknya gaji juga dipercaya menjadi beban mental anak asuhnya.
"Anak-anak kecapaian lawan Arema. Masa recovery kurang," ucap Subangkit seperti dilansir Antara. "Mungkin masalah lainya juga karena anak-anak kepikiran belum menerima gaji," imbuhnya.
Ia juga mengakui pada saat menjamu Gresik United, tidak memiliki cadangan pemain yang cukup mengingat saat ini jumlah keseluruhan pemain Persiwa Wamena hanya 16 pemain sehingga tidak punya pilihan pemain lainya untuk lakukan rotasi.
"Saya tidak punya opsi pilih pemain lagi, karena yang ada hanya 15 pemain yang siap saat lawan Gresik," katanya.
Ketika disinggung bagaimana dengan persiapan Persiwa Wamena untuk putaran kedua, Subangkit katakan saat ini tim tersebut sedang membahas hal itu. "Setahu saya manajemen sudah mulai bicarakan tentang itu termasuk dengan rencana merekrut pemain lokal," katanya.
Pada pertandingan Kamis (2/5) kemarin di stadion Pendikan Wamena, Pesiwa kalah dengan Gresik United berkat gol Aldo Bareto di menit ke-58. Badai Pegunungan menutup putaran pertama Indonesia Super League dengan menuai kekalahan 0-1 dari tamunya Gresik United dan bertengger di ke-9 dengan raihan poin 23 dari 17 laga yang dilewatinya. (ant/mac).

Sampai Tengah Hari, Sudah 59,6 Persen Pemilih

Kuala Lumpur - Komisi Pemilihan Umum Malaysia mengklaim jumlah pemilih yang sudah menunaikan kewajibannya sebagai warga negara pada tengah hari waktu Malaysia mencapai 59,6 persen pemilih. »Kami imbau yang belum untuk segera mendatangi tempat pemilihan,” kata Komisioner KPU Malaysia, Tan Sri Dato' Seri Abdul Aziz Yusof, dalam jumpa pers yang digelarnya, Ahad, 5 Mei 2013.
Menurut Abdul aziz, jumlah persentase itu setara dengan 7,9 juta pemilih. »Itu berlaku di seluruh negeri,” katanya.
Jumlah total rakyat Malaysia yang memiliki hak memilih sebanyak 13,3 juta orang. Itu berarti masih ada sekitar 5,4 juta rakyat Malaysia yang belum ikut bagian dalam pemilihan raya umum ke-13.
Dalam pemilihan umum kali ini, KPU Malaysia menyiapkan sekitar 8.200 lebih tempat pemungutan suara yang tersebar di seluruh negeri. Abdul Aziz berharap para pemilih bisa mencapai 100 persen pada pukul lima petang nanti.
»Antrean pemilih memang panjang. Saya harap semua warga bersabar demi masa depan Malaysia,” katanya.
Abdul Aziz juga mengimbau kepada partai politik peserta pemilu agar mau menaati aturan serta etika politik pemilihan raya ke-13 ini. »Jangan pengaruhi pengundi di bilik-bilik pemilihan, biarkan mereka menentukan sendiri masa depan negara kita,” katanya.
Dipercayai, pemilihan umum Malaysia kali ini merupakan pemilihan terpanas dalam sejarah politik Malaysia. Sebab, partai oposisi pimpinan Anwar Ibrahim terus merangsek menunjukkan kekuatannya, setelah berhasil membuat Barisan Nasional di bawah kendali United Malays National Organisation (UMNO) tak lagi menjadi penguasa mayoritas di parlemen pada 2008. Mereka merebut 82 kursi dari 222 kursi.
SANDY INDRA PRATAMA (Kuala Lumpur).

DPRD: Papua Barat Butuh Banyak Investor Pariwisata

Sorong- Wakil Ketua DPRD Papua Barat Jimmy Demianus Ijie mengemukakan, Papua Barat membutuhkan banyak investor di berbagai bidang termasuk pariwisata untuk mengelola potensi besar yang belum terkelola.

"Potensi daerah ini sangat besar termasuk pariwisata," katanya saat melepas rombongan menuju Raja Ampat di dermaga perikanan Kota Sorong, Papua Barat, Kamis.
Jimmy mengemukakan, di setiap kabupaten di daerah itu memiliki potensi pariwisata, baik wisata alam pegunungan maupun pantai-pantai yang indah.
"Semua membutuhkan investor," katanya.
Namun diakuinya bahwa untuk bisa mengelola potensi yang ada dibutuhkan infrastruktur. Selama ini transportasi yang ada untuk menghubungkan sebagian besar antarwilayah harus melalui udara.
Dia mengatakan, pihaknya mendorong pemerintah untuk terus membangun infrastruktur jalan.
"Saya sedang pendekatan ke Kemenparekraf, supaya bukan hanya Raja Ampat, tapi juga Nabire dan Biak di Teluk Cenderawasih," katanya.
Mengenai pengelolaan potensi pariwisata di Raja Ampat, dia mengatakan, berbagai fasilitas memang masih minim.
"Harus terus dilengkapi," katanya.
Namun, kata dia, Raja Ampat bisa terkenal sampai penjuru dunia karena ada peran warga asing.
"Mahal sekali. Bahkan dalam beberapa transaksi harus pakai mata uang Eropa, pakai kurs Euro," katanya.
Ke depan, kata dia, potensi pariwisata di daerah itu harus dikelola oleh investor dalam negeri dengan melibatkan masyarakat asli Papua.
"Raja ampat baru akhir-akhir ini dipromosikan secara besar-besaran. Pengelolanya orang asing. Perlahan-lahan harus dikelola sendiri," katanya.(rr)

Sabtu, 04 Mei 2013

Gap 88 Timika

Mungkin Di antara kita ada yang banyak bertanya tentang apa itu Gap 88 ? Nah,Sekarang baca ulasan singkat di bawah ini untuk Mendapatkan jawabannya.Gap 88 itu adalah kepanjangan dari gabungan anak-anak paniai yang berdomisili di kabupaten timika. Jika anda Pergi liburan ke kabupaten Timika,provinsi papua,anda mungkin akan lewat/singgah di kelurahan yang bernama kelurahan Timika Indah,Kecamatan Kwamki Narama.di kelurahan Timika indah anda akan melihat/singgah di lapangan Timika indah,di mana di samping kiri dan kanan ada dua jalan yaitu jln.restu/mambruk dan jln.belibis. jln restu adalah dimana letak Gap 88 dan di sititulah mabesnya.

Demikian Pula, Salam Kompak Selalu

PLTU Timika Dibangun Pertengahan Mei Ini

Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Timika, Papua dilakukan mulai pertengahan Mei.
Manajer PT PLN (Persero) Rayon Timika Semuel Farwas di Timika Jumat mengatakan, material untuk pemancangan sebagian sudah ada di lokasi PLTU Timika di Kampung Ayuka (Pet 11), Distrik Mimika Timur Jauh. Sementara material pendukung berupa 3.007 batang tiang pancang sedang dalam perjalanan dengan kapal dari Surabaya ke Timika.
"Mudah-mudahan pertengahan Mei ini pekerjaan konstruksi sudah bisa dimulai sekaligus peletakan batu pertama," kata Farwas.
Menurut dia, kegiatan pembersihan lokasi proyek PLTU telah selesai dilakukan sejak akhir April.
Lokasi PLTU Timika di Kampung Ayuka tersebut dulunya merupakan lokasi pelabuhan bahan peledak untuk operasional pertambagan PT Freeport Indonesia seluas 10 hektare.
Pembangunan PLTU Timika berkapasitas 4x7 megawatt dipercayakan kepada PT Rekadaya Elektrikal dengan masa waktu pekerjaan 19 bulan dan menelan anggaran sekitar Rp1 triliun.
Kontrak pembangunan PLTU Timika sudah ditandatangani oleh Direktur Utama PT PLN (Persero) Nur Pamudji dengan Direktur Utama PT Rekadaya Elektrikal Didi Hasan Putra di Jakarta Maret.
Menurut Farwas, diharapkan pada 2014 satu unit PLTU Timika dengan kapasitas tujuh megawatt sudah bisa dioperasikan dan diikuti oleh pengoperasian unit pembangkit yang lain setiap tiga bulan berikutnya.
"Kalau empat unit dengan daya terpasang 28 megawatt bisa beroperasi semua maka sudah pasti masalah krisis daya listrik di Timika teratasi," tutur Farwas.
Sampai saat ini PLN Timika masih mengandalkan pasokan daya listrik dari pengoperasian pembangkit disel baik milik PLN sendiri maupun yang disewa dari pihak ke tiga yaitu dari PT Manunggal dan PT Sewatama.
Pemkab Mimika juga turut menyewa beberapa unit pembangkit disel dari pihak ke tiga untuk mendukung ketersediaan daya listrik di Timika dan sekitarnya.
Jumlah pelanggan PLN Timika saat ini tercatat sebanyak 26 ribu dengan daya listrik terpasang 18 megawatt, sementara beban puncak telah mencapai 18,3 megawatt.

Pelantikan Gubernur Tetap di Stadion Mandala

Pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Papua, Lukas Enembe-Klemen Tinal tetap akan dilaksanakan di Stadion Mandala Jayapura, sebagaimana yang telah ditetapkan dalam Rapat Badan Musyarawah (Bamus) DPR Papua tanggal 26 Maret 2013, bersama pihak eksekutif dan Forum Koordinasi  Pimpinan Daerah (Forkorpimda).
Penjabat Gubernur Papua, Constant Karma kepada wartawan usai meninjau kesiapan panggung pelantikan di Stadion Mandala Jayapura, Kamis, (4/4) sore kemarin, mengatakan sesuai dengan keputusan Bamus DPR Papua, Pemerintah Provinsi Papua tetap mempersiapkan tempat pelantikan gubernur terpilih.

Terkait dengan penolakan Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Gubernur mengatakan Wakil Ketua DPR Papua, Yunus Wonda tadi (kemarin-red) sudah berangkat untuk bertemu dengan Mendagri. Jadi Pak Wonda tadi sore (kemarin-red) sudah tiba di Jakarta, dan akan langsung bertemu dengan Dirjen Pemerintahan Kemendagri, jawabanya apa kita belum tahu, kami pada prinsipnya tetap menyediakan tempat pelantikan saja,’’ kata Karma.
Menurutnya, selain stadion mandala, ruang sidang DPR Papua juga disiapkan untuk pelantikan, sehingga jika tidak disetujui pelantikan di stadion mandala, gedung DPR Papua yang akan digunakan sebagai tempat pelantikan.
‘’Kan akan dilakukan sidang paripurna DPR untuk pelantikan, karena ini juga hajatan DPR, maka  kita perlu juga mendengar saran dan masukan dari mereka juga, tapi pada prinsipnya kita siapkan mandala dan ruang sidang DPR Papua sebagai tempat pelantikan gubernur baru,’’ Ujarnya.
Sementara itu, Gubernur terpilih, Lukas Enembe didampingi beberapa anggota DPR Papua sore kemarin meninjau tempat pelantikan di Stadion Mandala Jayapura.
Pada kesempatan itu, Lukas Enembe mengatakan tidak perlu dirisaukan terkait pelantikan gubernur di stadion mandala Jayapura, karena, pelantikan Gubernur Sulawesi Selatan juga berlangsung di lapangan terbuka.
Oleh karena itu, dihimbau kepada masyarakat Papua untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi dengan isu-isu yang beredar. Kata Enembe, masyarakat harus tetap membantu pemerintah dan aparat keamanan untuk menjaga keamanan Papua tetap aman dan damai.
5 Menteri Akan Berikan Pengarahan Untuk Bupati/Walikota
Setelah pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Papua Lukas Enembe-Klemen Tinal, tanggal 9 April 2013, sebanyak lima Menteri Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II dibawa pimpinan Menko Polhukam Djoko Suyanto akan berkunjung ke Jayapura tanggal, Rabu, 10 April 2013.
Rombongan tersebut direncanakan tiba di Jayapura Rabu pagi di Jayapura, selanjutnya kelima Menteri tersebut akan memberikan pengaharan kepada seluruh Bupati dan Walikota se-Papua, di Hotel TravellerS, Sentani, Kabupaten Jayapura.
Penjabat Gubernur Papua, Constant Karma, mengatakan selain para bupati dan walikota, pengarahan tersebut juga akan dihadiri oleh para Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Provinsi Papua.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Laundry Detergent Coupons