SELAMAT DATANG DI BLOG SAYA/KOYA MEII

Rabu, 26 Februari 2014

Persipura Kandaskan Churchill Brothers 2-0

Jayapura - Persipura Jayapura membuka Piala AFC dengan positif. 'Mutiara Hitam' sukses mengalahkan Churcill Brothers (India) 2-0 pada laga pernyisihan Grup E di Stadion Mandala Jayapura, Selasa (25/2/2014).

Gol-gol kemenangan Persipura semuanya tercipta di babak keda yang oleh sang kapten Boaz Solossa dan Feri Pahabol. Di pertandingan berikutnya, Persipura akan berjumpa tim Singapura Home United pada 11 Maret mendatang.

Dihadapan sekitar 9.000 penonton, Boaz dkk. mampu mematahkan impian Churchill Brothers untuk memperoleh point pada pertandingan pertama ini.

Dari sejak babak pertama kedua kesebelasan saling mencari kelemahan lawan, sehingga bermain sangat hati-hati. Churchill Brothers lebih banyak menguasai bola, bahkan ada empat peluang namun sayangnya tidak bisa dikonversi menjadi gol karena ketangkasan kiper Persipura Yoo Jjoe Hun.

Sementara Persipura hanya mampu membawa bola hingga setengah lapangan, karena Boas dijaga ketat sama pemain belakang Churchill Brothers. Pada menit 36 pelatih Persipura Jacksen Tiago memasukkan Ferry Pahabol menggantikan Ian Kabes.

Duet kedua staiker ini mampu dua kali mengancam gawang Churchill Brothers yang dijaga Arindam, meski belum membuahkan gol. Babak pertama pun berakhir dengan skor 0-0.

Masuk babak kedua, Persipura langsung melakukan tekanan. Hanya di menit ke-48 Boaz berhasil mengetarkan gawang Churchill Brothers. Kiriman umpan Ferri Pahabol, Boaz mengecoh kiper Churchill Brothers untuk mengubah kedudukan menjadi 1- 0.Keunggulan itu membuat Persipura semakin percaya diri dan beberapa kali merepotkan barisan pertahanan tim tamu. Meski begitu peluang demi peluang pun diciptakan, tetapi baru menit ke-62 peluang itu bisa terlahir gol tambahan.

Ferri Pahabol berhasil memaksimalkan umpan dari Roni Ersar untuk membobol gawang Churchil Brothers. Persipura 2, Churcill 0.

Di sisa waktu pertandingan, tidak ada gol tambahan yang tercipta lagi. Persipura berhak membawa pulang tiga poin dengan kemenangan 2-0.


Susunan Pemain:
PERSIPURA: Yoo Jae Hoo, Roni Ersar, Dominggus Fakdawer, Bio Baulin, Im Jun-sik, Imanuel Wanggai (Izac Wanggai 88), Ian Kabes (Ferri Pahabol 37), Gerald Pangkali, Tinus Pae, Foday Boakai Eddie (Lukas Mandowen 70), Boaz Solossa

CHURCILL BROTHERS: Arindam Battacharja, Sanjay Balmuchu, Yumnam Mangang, Satish Singh, Zeleny Carl, Abdelhamid Shabana (Asley Fernandes 79), Thangjam Singh, Lenny Rodrigues, Balwant Singh, Anthony Wolfe, Bineesh Balan (Richard Costa 69)

4 Hari setelah longsor, sekolah di Jayapura masih diliburkan

Jayapura. Sejumlah sekolah masih meliburkan siswanya pasca-longsor yang terjadi di Kota Jayapura, Papua, Sabtu (22/2) lalu. Sebab, lingkungan sekolah masih dipenuhi dengan sisa material lumpur dan banjir. 

Sehingga saat ini pihak sekolah masih terus melakukan pembersihan, meskipun terkendala dengan adanya air bersih. Salah satu orang tua siswa SMK Yapis Dok V, Yohana Tulehu mengatakan hingga saat ini pihak sekolah belum memberikan pengumuman apa-apa mengenai kegiatan belajar mengajar di sekolah.

"Yang jelas anak-anak bilang sekolah masih diliburkan dan tidak tahu kapan masuk kembali," tandasnya kepada Antara di Jayapura, Rabu (26/2).

Pihaknya tinggal menunggu kapan pihak sekolah akan mengumumkan untuk masuk sekolah kembali. "Mau dipaksa juga tidak bisa karena kondisi sekolah masih dipenuhi lumpur sisa banjir," ujarnya.

Ia menambahkan saat ini Pemerintah Kota Jayapura masih melakukan pembersihan di jalan-jalan umum serta melakukan pendistribusian air bersih dengan menggunakan tangki air.

"Tetapi karena wilayah yang luas, air bersih yang disalurkan pemerintah selalu tidak mencukupi," urainya.

Saat ini sebanyak tujuh sekolah yang masih meliburkan siswanya karena pihak sekolah masih melakukan pembersihan lumpur sisa banjir bandang lalu. Ketujuh sekolah tersebut di antaranya TK, SD, SMP, SMA, SMK Yapis Dok V yang terletak di Jalan Trikora, SMP Kristus Raja Dok V dan SD Inpres APO.

Sebelumnya, hujan deras pada Sabtu (22/2) malam hari telah menyebabkan banjir dan disusul oleh longsor pada pukul 19.00 WIT di Kota Jayapura, Papua. Longsor terjadi di beberapa lokasi yaitu Distrik Jayapura Utara, Distrik Jayapura Selatan dan beberapa lokasi lainnya. 

Saat ini sudah 8 orang ditemukan tewas tertimbun longsor akibat banjir, di mana satu korban lagi saat ini masih dilakukan pencarian.

Minggu, 23 Februari 2014

Curi Kabel Freeport, Tiga Polisi Ditangkap

Timika- Mencuri kabel di areal perusahaan pertambangan Freeport di Timika, Kabupaten Mimika, Papua, tiga anggota polisi, di antaranya Brigadir Jhon Karases, Bripka Gunawan, dan Bripda Yam Saul Talibaba ditangkap dan ditahan di Rumah Tahanan Polres Mimika pada Jumat, 21 Februari 2014 lalu.
Menurut Kapolda Papua, Irjen Polisi Tito Karnavian mengatakan, ketiga anggotanya ini diduga melakukan pencurian di sekitar Bandara Moses Kilangin, Timika. "Ketiganya telah kami tahan dan saat ini dalam pemeriksaan dan penyidikan," katanya ke wartawan di Kota Jayapura, Ahad, 23 Februari 2014.
Tito juga mengatakan, info yang dia dapat ketiga anggota polisi itu diduga telah mencuri kabel milik Freeport. "Ini motifnya ekonomi. Mungkin mereka merasa intensif yang diberikan kurang, sehingga melakukan itu. Kami akan tetap proses ketiganya sesuai hukum berlaku," katanya.
Dari data yang didapat, tiga anggota polisi dari Polres Mimika dan Polres Sorong ini ditugaskan sebagai pengamanan di dalam areal Freeport. Ketiganya ditangkap pada Jumat, 21 Februari 2014, tepatnya sekitar pukul 21.30 WIT. Mereka diduga melakukan penggalian pipa bekas tambang Freeport di sekitar bandara.
Awalnya, pada Jumat 21 Februari 2014, seorang petugas jaga Bandara Moses Kilangin, mencurigai sebuah mobil merek Avanza yang ada di bandara. Sekitar pukul 19.30 WIT, petugas itu mendatangi mobil dan lokasi kejadian. Di dalam mobil didapati tujuh orang penumpangnya. Saat hendak ditangkap, empat orang melarikan diri, tiga orang yang berhasil ditangkap.

Jumat, 21 Februari 2014

Kejaksaan Siap Eksekusi 43 Anggota DPRD Papua Barat

 JAKARTA - Kejaksaan siap melakukan eksekusi terhadap 43 Anggota DPRD Papua Barat setelah sebelumnya diputus bersalah Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi Jayapura bersama mantan Sekretaris Daerah Papua Barat Marthen Luther Rumadas dan Direktur PT Papua Doberai Mandiri Mamad Suhadi melakukan tindak pidana korupsi.
Tetapi eksekusi akan dilakukan kejaksaan bila putusan tersebut sudah mendapat kekuatan hukum tetap.
Jaksa Agung Basrief Arief mengatakan bahwa pihaknya belum bisa melakukan eksekusi saat ini karena baru diputus di pengadilan negeri.
"Nah itu masih punya hak upaya hukum , nah itu yang belum kita dapatkan laporan apakah mereka akan banding atau tidak," kata Basrief di Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Jumat (14/2/2014).
Pernyataan tersebut pun dipertegas Wakil Jaksa Agung Andhi Nirwanto. Keputusan tersebut baru di pengadilan tingkat pertama. Kepada jaksa maupun terdakwa mempuyai waktu tujuh hari untuk berfikir apakah akan melakukan banding atau menerima putusan. "Kalau sama-sama menerima, itu baru namanya mempunyai kekuatan hukum tetap, kalau sudah mempuayi kekuatan hukum tetap eksekusi harus dilaksanakan," ungkapnya.
Begitu juga denga Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (JAMPidsus) Widyo Pramono, 43 anggota DPRD Papua Barat sudah terbukti bersalah di pengadilan tingkat pertama. "Kalau tidak melakukan upaya hukum, saya masukan semuanya (ke penjara), kalau perkara sudah inkrah itu harus masuk semuanya tidak ada jalan lain," ucapnya.
Ketua DPRD Papua Barat Yosef Yohan Auri, Wakil Ketua I DPRD Papua Barat Robert M Nauw, Wakil Ketua II DPRD Papua Barat Jimmy Itjie, Mantan Sekretaris Daerah Papua Barat Marthen Luther Rumadas, Direktur PT Papua Doberai Mandiri Mamad Suhadi bersama 40 anggota DPRD Papua Barat lainnya dinyatakan bersalah melakukan korupsi terhadap dana APBD tahun 2010-2011 secara bersama-sama.
Keputusan majelis hakim tindak pidana korupsi Senin (10/2/2014) para terdakwa divonis dengan hukuman bermacam-macam. Ketua DPRD Papua Barat Yosef Yohan Auri, Wakil Ketua I DPRD Papua Barat Robert M Nauw, dan mantan Sekretaris Daerah Papua Barat Marthen Luther Rumadas divonis dengan penjara 15 bulan dan denda Rp 50 juta.
Sementara Wakil Ketua II DPRD Papua Barat Jimmy Itjie dan Direktur PT Papua Doberai Mandiri Mamad Suhadi bersama 40 anggota DPRD Papua Barat lainnya divonis 12 bulan dan denda Rp 50 juta.

Persipura main di bawah standar

Jayapura- Pelatih Persipura Jayapura Jacksen F Tiago menilai timnya bermain di bahwa standar meski menang 1-0 atas tamunya Persiba Balikpapan di stadion Mandala, Kota Jayapura, Papua, Kamis.

"Kita memang menang tapi bermain jauh di bawah standar," kata Jacksen.

Ia mengaku hal itu baru pertama kali dialaminya selama enam musim melatih Mutiara Hitam, apa lagi banyak salah pasing di antara sesama pemain, baik itu dari Gerard Pangkali, Daniel Tata dan pemain lainnya.

"Kesalahan mendasar seperti pasing bola di babak kedua masih terlihat seperti Gerard dan Daneil Tata," katanya.

Namun, Jacksen mengemukakan kemenangan timnya yang dianggap kontroversi oleh tim lawan karena terbantu penalti oleh Ian Louis Kabes di menit akhir pertambahan waktu babak kedua bukan karena Persipura menyogok wasitl lapangan.

"Saya jaminannya jika Persipura lakukan hal yang tidak fair, menyogok wasit. Memang kemenangan ini terasa pahit bagi tim lawan, tapi kami juga sebagai tim pernah alami itu dipertandingan sebelum-sebelumnya," katanya.

Ia berjanji jika akan melihat ulang hasil pertandingan antara timnya menjamu Persiba Balikpapan, apakah benar jika pinalti itu sah atau bukan. "Saya minta maaf jika hasil keputusan wasit menguntungkan kami. Tapi saya juga minta maaf jika wasit memberikan keputusan itu benar dan saya akan lihat rekaman pertandingan itu," katanya.

Jacksen juga meminta maaf kepada pelatih Persiba Balikpapan Jaya Hartono jika permainan anak asuhnya kurang tampil menarik, apa lagi ada sejumlah insiden yang tak pantas terjadi.

"Saya mohon maaf kepada Jaya Hartono, jika ada yang salah. Memang permainan kami jauh dari harapan. Tapi hal ini akan saya evaluasi untuk perbaikan kedepannya," katanya.

Secara terpisah pelatih Persiba Balikpapan Jaya Hartono mengaku tak menyangka ada pemain Persipura yang melakukan pemukulan kepada pemainnya.

"Ini seharusnya tak perlu terjadi. Sejak dulu kita semua tahu, saya juga tahu bahwa mengalahkan Persipura dikandangnya amatlah sulit. Saya selama menjadi pelatih atau pemain hanya sekali menang di Mandala, sisanya lewat," katanya.

Jaya Hartono menambahkan bahwa Persipura adalah tim yang besar dan memiliki pemain-pemain yang berkualitas di semua lini. Jadi, sudah sepantasnya saat menjamu lawannya bisa menunjukkan kelasnya.

Diberitakan sebelumnya, mantan pelatih Persiram Raja Ampat itu menyesalkan sejumlah keputusan wasit yang dianggap tidak adil, mulai dari pemukulan anak asuhnya di lapangan hingga penalti Ian Kabes yang membuat timnya kalah 0-1.

Sabtu, 15 Februari 2014

Jacksen berharap Persipura ulangi sukses

Jayapura- Pelatih Persipura Jayapura, Papua, Jacksen F Tiago berharap anak asuhnya itu mengulangi sukses musim lalu dengan menampilkan permainan terbaik mereka. 

"Harapan saya di musim ini adalah kami ingin bermain setangguh seperti musim-musim sebelumnya. Tetapi kami bersyukur dalam laga semalam anak-anak bermain sesuai instruksi sehingga bisa raih poin," kata Jacksen via telepon seluler dari Samarinda, Kalimantan Timur, Sabtu.

Pada laga tandang melawan tuan rumah Putra Samarinda di stadion Segiri, Jumat (14/2) malam, Ian Louis Kabes dan kawan-kawan terlebih dulu unggul atas anak asuh Mundari Karya di menit ke-15 babak pertama namun bisa dibalas tuan rumah diakhir babak pertama lewat hadiah penalti.

Kedua tim terlihat secara bergantian saling jual beli serangan dalam tempo yang sedang. Persipura sendiri tanpa diperkuat oleh Boas Salossa yang masih tahap pemulihan cedera, Imanuel Wanggai yang juga cedera dan Titus Bonai yang sedang berduka. Sementara tim tuan rumah, sektor pertahanan tidak diperkuat M. Robby yang sedang sakit.

Di babak kedua, baik Persipura dan Putra Samarinda bermain terbuka dan saling serang, hingga gol bagi tuan rumah tercipta lewat kaki Sutan Samma dan diimbangi Persipura lewat gol pemain bertahan Bio Paullin Pierre memanfaatkan sepak pojok di 10 waktu normal. Kedudukan akhir pun imbang 2-2.

"Hasil ini patut disyukuri, anak-anak bermain cukup intens. Mendapatkan dua poin di Kalimantan cukup berat dan poin satu dari lawan Pusam sudah bagus," kata pelatih Jacksen yang mengawali karir sebagai striker di liga Indonesia pada musim 1994/1995 bersama klub Petro Kimia.

Ia mengatakan permainan semalam, anak asuhnya mengeluarkan tenaga yang didua kali lebih banyak mengingat waktu istirahat yang tidak sama dengan tuan rumah setelah menahan imbang Mitra Kukar 0-0 beberapa hari lalu di stadion Aji Imbut Tenggarong. "Anak-anak sudah menunjukkan kerja kerasnya. Hasil yang dicapai kemarin, itulah yang terbaik," katanya.

"Dan saya berharap kami bisa bermain seperti musim lalu. Semoga hal itu segera terwujud karena target saya dan tim bisa masuk empat besar untuk lolos kebabak selanjutnya," tambahnya.

Persipura Jayapura sudah mengantongi enam poin dari empat laga yang telah dijalani dengan sekali menang, tiga seri dan belum tersentuh kekalahan. Sementara Putra Samarinda baru mengantongi poin lima dari sekali menang, dua kali seri dan sekali kalah.(*)

Polda Papua Selamatkan Uang Negara Rp2,2 Miliar

Jayapura- Kepolisian Daerah Papua berhasil menyelamatkan uang negara senilai Rp2.218.528.000 dari kasus dugaan korupsi pelantikan Walikota dan Wakil Walikota Sorong periode 2012-2017 dengan menetapkan dua tersangka dalam perkara tersebut. 
"Dalam kasus ini polisi telah menyelamatkan uang negara sebanyak Rp2.218.528.000 dan dana tersebut sudah dikembalikan ke kas daerah. Sekaligus menetapkan dua orang tersangka berinisial MI dan MM," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Papua Kombes Pol Sulistyo Pudjo di Jayapura, Kamis. 
Ia menjelaskan kasus itu terungkap berdasarkan laporan masyarakat dan kemudian dikembangkan oleh pihaknya dengan penyidikan dan penyelidikan dimulai sejak 10 April 2013. 
Beberapa hal yang telah dilakukan oleh polisi, yakni melakukan pemeriksaan terhadap pihak terkait. 
"Seperti mantan Wali Kota Sorong, Kepala Bank Papua Sorong dan stafnya, Pelaksana Tugas Sekda Koya Sorong, satu tim rasionalisasi Kota Sorong, bendahara keuangan dan dua stafnya, Pelaksana Tugas BPKAD Kota Sorong sekaligus ketua panitianya dan tiga staf BPKAD Sorong," katanya. 
Selain itu, katanya, juga dilakukan pemeriksaan kepada Sekwan DPRD Kota Sorong dan dua stafnya, wakil bendahara pengeluaran Kota Sorong yang saat itu menjabat wakil bendahara pelantikan, sopir bendahara pengeluaran. 
Selain itu, pemeriksaan terhadap 30 anggota DPRD Kota Sorong dan 11 koodinator seksi panitia pelantikan. 
"Polisi juga meminta bantuan pemeriksaan dari ahli BPKP dan saksi ahli dari berbagai fakultas ternama di Indonesia, yaitu ahli manajemen keuangan daerah, administrasi negara, dan hukum pidana," katanya. 
Terkait dengan kasus itu, katanya, juga sudah dilakukan gelar perkara oleh penyidik Reskrimsus Polda Papua sehingga menetapkan MI sebagai tersangka, tertanggal 29 Juli 2013. 
"Perkara ini sudah P21 dan sudah dikirim ke Kejati Papua Desember 2013 lalu dengan tersangka MI. Kemudian telah lakukan penyidikan gelar perkara dan menetapkan MM sebagai tersangka terkait yang turut menikmati dana pelantikan. Dimana ada dana sebesar Rp400 juta lebih diambil untuk keperluan pribadi," katanya. 
Namun, katanya, dua tersangka tidak dilakukan pencekalan atau pun penahanan. 
"Kami menilai ada iktikad baik dari para tersangka dengan mengembalikan uang negara, mereka sementara menjadi tahanan rumah sambil menunggu proses selanjutnya," katanya.(rr)

KPU Mimika akan Rombak Total Perangkat Pemilu


Timika - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Mimika akan merombak total perangkat penyelenggara pemilu, mulai dari Panitia Pemilihan Distrik (PPD), Panitia Pemungutan Suara (PPS) dan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS). 
Ketua KPU Mimika Yohanes Kemong di Timika, Senin mengatakan saat melantik dan mengambil sumpah lima komisioner KPU Mimika yang baru di Jayapura, dua pekan lalu, KPU Papua memerintahkan KPU Mimika untuk segera membentuk, merevisi dan melantik perangkat penyelenggara pemilu di tingkat bawah. 
"Itu akan kami lakukan dalam waktu dekat. KPU Papua sudah mengeluarkan perintah kepada KPU Mimika untuk melakukan hal itu," katanya. 
Ia mengatakan, sesuai aturan, penyelenggara pemilu di tingkat bawah, mulai dari PPD di tingkat distrik atau kecamatan, PPS di tingkat kampung/kelurahan dan KPPS di tingkat TPS harus diangkat dan diberhentikan dalam jangka waktu tertentu. 
Yang terjadi di Mimika selama ini, katanya, perangkat penyelenggara pemilu mulai dari PPD hingga KPPS nyaris tidak pernah diganti. Beberapa di antara mereka bahkan sudah bertugas lebih dari 10 tahun. 
"Ini aneh, koq ada petugas PPD, PPS dan KPPS sudah lebih dari 10 tahun jadi penyelenggara pemilu. Memangnya tidak ada orang lain lagi yang mampu. Anehnya lagi, PPD diangkat oleh kepala distrik (camat). Pengangkatan PPD merupakan kewenangan KPU. Mereka harus diseleksi," tutur Yohanes yang baru lebih dari seminggu menjabat Ketua KPU Mimika. 
Yohanes juga menanggapi positif permintaan warga Mimika untuk meneliti ulang Daftar Pemilih Tetap (DPT) untuk kepentingan penyelenggaraan Pilkada putaran kedua pada 25 Februari 2014, Pemilu Legislatif 9 April dan Pilpres. 
DPT yang digunakan untuk Pemilu Legislatif dan Pilpres di Mimika mengacu pada DPT Pilkada 10 Oktober 2013 sebanyak 223 ribu pemilih. Padahal DPT Pilkada tersebut dipermasalahkan sejumlah pihak karena diduga terjadi penggelembungan pemilih dalam waktu hanya delapan bulan. 
Saat Pilgub Papua pada 29 Januari 2013, DPT di Mimika hanya 172 ribu. Namun dalam kurun waktu delapan bulan setelah itu, DPT di Mimika membengkak sebanyak 47 ribu jiwa. 
"Kami akan lihat kembali DPT itu. Kalau perangkat penyelenggara Pemilu mulai dari PPD hingga KPPS sudah terbentuk maka kita akan menugaskan mereka untuk melakukan verifikasi kembali DPT. Yang jelas pemutakhiran kembali data pemilih tidak mengganggu jadwal dan tahapan Pemilu Legislatif," tutur Yohanes.(rr)

Terhentinya layanan Merpati tak berdampak bagi Papua

Jayapura- Terhentinya pelayanan penerbangan Merpati termasuk ke Papua tidak membawa dampak pada penerbangan perintis di daerah itu.

Kabid Perhubungan Udara pada Dinas Perhubungan Papua N Itlay mengatakan, sampai sejauh ini terhentinya layanan penerbangan Merpati dampaknya belum terasa, mungkin karena penerbangan perintis di Papua tidak lagi dimonopoli Merpati.

"Saat ini sebagian besar rute perintis dilayani operator lainnya, Susi Air dan Trigana," kata Itlay seraya menambahkan, khusus untuk Merpati lebih banyak melayani rute dari Merauke.

Dia mengatakan, sekarang ada lima kota di Papua yang menjadi basis bagi penerbangan perintis yakni Jayapura, Nabire, Timika, Wamena dan Merauke.

Untuk Jayapura tercatat lima kota tujuan perintis yakni Dabra, Bormay, Dekai dan Senggi dilayani Susi Air. Sedangkan Jayapura - Batom dilayani Merpati.

Kemudian dari Wamena tujuan Mulia, Tiom, Dekai, Elelim, Aphalapsili, Bokondini dan Karubaga dilayani Susi Air.

Itlay mengatakan, untuk penerbangan dari Nabire tujuan Sinak, Ilaga,Ilu, Fawi dan Sugapa juga dilayani Susi Air.

Penerbangan perintis dari Timika menuju Bioga, Ilu, Kokonao, Agimuga, Jila, Jita, Potoayburu, Bilogai, Dekai, Ilaga, Keppi, Tsinga, Kenyam, Alama, Sinak, Ewer, Mapnduma, Paro dan Wangbe serta Potoayburu-Kaimana dilayani Susi Air dan Trigana.

Sementara penerbangan perintis dari Merauke tujuan Okaba, Kimaam, Bomakiya, Mindiptana, dan Tanah Merah ke Bomakiya dilayani Merpati.

Jadi, tidak beroperasinya Merpati tidak membawa dampak yang berarti untuk pelayanan perintis di Papua.

Ketika ditanya tentang perusahaan penerbangan yang akan melayani perintis selama 2014 di Papua, Itlay mengaku belum mengetahui pasti karena itu semua ditangani pusat.

"Kami belum mengetahui operator atau perusahaan penerbangan mana yang akan melayani rute yang selama ini ditangani Merpati," kata N.Itlay.

Selasa, 11 Februari 2014

Kasus Korupsi, 3 Pimpinan DPRD Papua Barat Divonis 15 Bulan Bui

Papua - Pengadilan Tipikor Jayapura menjatuhkan hukum 1 tahun 3 bulan dan denda Rp 50 Juta kepada Ketua DPRD Papua Barat Yosef Yohan Auri, Wakil Ketua I Demianus Idji, Wakil Ketua II Robert M. Nauw, dan mantan Sekda Papua Barat, Ir. Marthen l Rumadas. Mereka divonis atas kasus korupsi APBD 2011 sebesar Rp 22 miliar.

Meskipun dana pinjaman tersebut telah dikembalikan seluruhnya, namun mereka tetap bersalah sesuai dengan UU Tipikor dalam hal penyalahgunaan wewenang selaku pejabat negara.

Dalam putusan Majelis Hakim yang dibacakan Ketua Majelis Hakim PN Jayapura, Khairul Fuad didampingi Hakim Anggota Bernard Akasia, dan Petrus Maturbongs, para terdakwa dinyatakan terbukti melakukan tindak pidana korupsi melalui tindakan penyalahgunaan kewenangan untuk memperkayadiri pribadi maupun golongan.

Sidang yang berlangsung, Senin (10/2/2014) di PN Jayapura. Untuk Wakil Ketua DPRD Papua Barat Robert Naw dan Mantan Sekda Papua Barat, Ir Marthen L Rumadas ,enerima vonis yang sama, namun dibacakan di sidang terpisah.

Sebelumnya Ketua dan wakil Ketua DPRD Papua Barat itu di tuntut 1 tahun 6 bulan, kecuali mantan Sekda dituntut 2 tahun, namun dalam vonis yang dijatuhkan hakim Tipikor semua terdakwa diganjar 1 tahun 3 bulan.

Sementara itu Direktur PT Papua Domerai Mandiri, Mamat Suhadi juga divonis bersalah dan dijatuhi hukuman 1 tahun.

Mereka dinyatakan terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi dengan penyalahgunaan wewenang yang menyebabkan terjadinya kerugian negara. Di mana dana sebesar Rp 22 miliar seharusnya digunakan PT Papua Domerai Mandiri untuk menambah modal perusahaan daerah itu guna menambah pendapatan daerah, namun ternyata di pinjamkan ke DPRD sehingga tidak bisa digunakan perusahaan untuk melaksanakan fungsinya.

Mereka dikenakan pasal 3 UU no 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU no 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo pasal 55 ayat (1) KUHP jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Sementara itu kuasa hukum para terdakwa, Piter Ell, SH kepada wartawan mengemukakan, vonis yang dijatuhkan hakim kepada kliennya sangat tidak adil, karena kliennya telah megembalikan semua uang yang dipakai.

"Seharusnya klien kami bebas dari hukuman, sebab sudah membawar sejumlah uang yang dipakai, oleh sebab itu harusnya kasus ini kasus perdata," katanya.

Saksikan berbagai informasi penting dan menarik di pagi hari dalam program "Reportase Pagi" pukul 04.30 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

Mutiara Hitam Cari Keseimbangan

jayapura - Persipura Jayapura akan malakoni laga tandang perdana kontra Mitra Kukar di Stadion Aji Imbut, Tenggarong, nanti malam. Pelatih Persipura, Jacksen F Tiago, berharap anak-anak asuhnya bisa bermain dengan penuh keseimbangan.

Penampilan menurun didapat Persipura pada laga kedua Indonesia Super League (ISL) wilayah timur. Yaitu, ketika secara mengejutkan, Ferinando Pahabol dkk berhasil ditahan imbang, 2-2, Persepam Madura United di Stadion Mandala, Jayapura, Jum'at (7/2). Padahal di laga perdana, Persela Lamonga mampu mereka libas, 3-0, (1/2).

Dijamu Naga Mekes, julukan Mitra Kukar, Persipura patut waspada. Apalagi setelah hasil tidak maksimal dipertandingan sebelumnya. Jacksen pun, meminta anak-anak asuhnya untuk melupakan hasil dipertandingan kontra Persepam. Tidak hanya itu, pelatih berpaspor Brasil ini juga sedang mencari formula baru.

"Kami akan terus bekerja keras agar bisa tampil maksimal di pertandingan ini. Kerja keras yang kami lakukan, juga untuk menemukan sebuah formula yang tepat untuk mendapatkan keseimbangan tim," ungkap Jacksen, saat dihubungi KORAN SINDO, kemarin.

Persipura sendiri memiliki rekor bagus selama berlaga di Stadion Aji Imbut. Dari dua pertemuan di markas Mitra Kukar, keduanya berhasil dimenangkan tim Mutiara Hitam. Dengan catatan kemenangan, 2-1, pada 17 Desember 2011. Dan yang kedua, menang besar, 3-0, 13 Maret 2013 lalu.

Catatan kemenangan tiga gol tanpa balas Persipura di Stadion Aji Imbut, tentu ingin diulang kembali oleh tim yang sudah tiga kali keluar sebagai juara ISL (2008/2009, 2010/2011, dan 2012/2013). Dimana saat itu, Ferinando keluar sebagai pemain terbaik. Setelah memborong semua gol tim Mutiara Hitam.

Ferinando yang juga punggawa tim nasional (timnas) U-23 Indonesia diajang SEA Games XXVII/2013 Myanmar, sepertinya kembali dipercaya Jacksen untuk membongkar pertahanan Naga Makas. Apalagi, setelah Persipura masih belum bisa memainkan sang bomber utama sekaligus kapten Persipura, Boaz Salossa.

"Pasti ini akan jadi laga tidak mudah bagi kami. Tapi kami tetap yakin dengan peluang yang kami miliki. Soal ada yang bilang kenapa bomber kami berpostur badan kecil seperti Ferinando dan Lukas (Mandowen), kami tidak persoalkan itu. Karena mereka punya kecepatan yang bisa diandalkan," jelas Jacksen.

Jika Persipura menjalani laga tandang perdana, sementara Mitra Kukar sebaliknya. Laga kontra Persipura menjadi laga perdana di depan publik sendiri. Setelah sebelumnya, Mitra Kukar dipaksa menyerah, 1-2, dari Persebaya Surabaya, (1/2), dan berhasil menekuk PSM Makassar dua gol tanpa balas, (7/2). Kedua laga itu, sama-sama dimainkan di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya.

"Kami mengalami peningkatan permainan dari pertandingan pertama dan kedua. Semoga ini bisa terus berlanjut dan tentu saja bisa meraih angka penuh saat menjamu Persipura. Walau kami tau, Persipura tim yang kuat," papar pelatih Mitra Kukar, Stefan Hansson. (decky irawan jasri)

Perakiraan Susunan Pemain
Mitra Kukar (4-4-2) ;
Dian Agus Prasetyo; Zulkifli Syukur, Diego Michiels, Park Chul-Hyung, Dedi Gusmawan; Hendra Ridwan, Erick Weeks, Anindito Wahyu, Raphael Maitimo; Jajang Mulyana, Zulhan Zamrun Pelatih ; Stefan Hansson

Persipura Jayapura (4-4-2) ;
Yoo Jae - Hoon; Ruben Sanadi, Andri Ibo, Bio Paulin, Yustinus Pae; Lim Joon-Sik, Imanuel Wanggai, Ian Louis Kabes; Ferinando Pahabol, Lukas Mandowen, Titus Bonai Pelatih ; Jacksen F Tiago
(Decky Irawan Jasri/Koran SI/min)

Rabu, 29 Januari 2014

BI Tandatangani Kesepakatan Penggunaan Mata Uang Perbatasan

Jakarta - Bank Indonesia dan Bank of Papua New Guinea menandatangani kesepakatan bersama (MoU) mengenai penggunaan uang di wilayah perbatasan antara Republik Indonesia dan Papua New Guinea.
Penandatanganan dilakukan oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia Ronald Waas dan Deputi Gubernur Bank of Papua New Guinea Benny BM Popoitai.
"Kerja sama ini memperkuat komitmen Bank Indonesia dan Bank of Papua New Guinea untuk bersama-sama memperkuat perekonomian di daerah perbatasan Indonesia dan Papua Nugini," kata Ronald Waas dalam keterangan pers di laman BI, Rabu.
Melalui kerja sama tersebut, kedua Bank Sentral bersepakat untuk meningkatkan peran lembaga keuangan Bank dan Pedagang Valuta Asing (PVA) di masing-masing negara dalam meningkatkan aktivitas ekonomi di wilayah perbatasan dengan mendorong terciptanya kelancaran dan kehandalan sistem pembayaran.
Kedua bank sentral juga berupaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pertukaran mata uang dan transaksi jual/beli valuta asing di wilayah perbatasan, mendorong penelitian bersama terkait mata uang dan bidang ekonomi lainnya serta menjalin kemitraan dengan instansi Pemerintah untuk meningkatkan pemahaman bersama terhadap isu-isu ekonomi di daerah perbatasan. (ar)

Selasa, 28 Januari 2014

Kematangan Persipura dan Ancaman "Dewa Laut"

Persipura - Papua merupakan salah satu barometer sepakbola Tanah Air. Bukan hanya menjadi gudang bagi pemain Timnas, tanah Papua selalu punya wakil di pentas Liga Super Indonesia (ISL). 

Musim ini, Papua akan diwakili tiga klub, yakni Persipura Jayapura, Persiram Raja Ampat, dan Perseru Serui. Persipura dan Persiram merupakan warisan ISL musim lalu, dan Perseru berstatus tim promosi. (lihat profil Perseru di sini). 

Persipura Jayapura

Tim berjuluk Mutiara Hitam ini merupakan salah satu raksasa ISL. Sudah tiga kali, tim yang ditangani Jacksen F Tiago itu meraih gelar juara, yakni pada musim 2008/09, 2010/11, dan 2012/13. 

Namun, musim ini, jalan terjal bakal menghadang langkah Boaz Solossa cs. Terlebih saat mereka ditinggal para pemain andalannya, seperti Zah Rahan Kranggar, Otavio Dutra, Riccardo Salampessy, dan Patrich Wanggai. 

Beberapa nama baru memang kembali didatangkan. Sebut saja Boakay Eddy Foday dan Titus Bonai. Sayangnya, performa kedua pemain itu belum memuaskan. Keputusan Jacksen untuk mengandalkan pemain-pemain muda seperti Ricky Kayame dan Ferinando Pahabol juga tidak banyak membantu. 

Lihat saja hasil di Inter Island Cup (IIC) 2014. Persipura gagal melaju ke babak 8 besar. Persipura tersingkir usai kalah head to head dari Perseru yang sempat mengalahkan mereka 3-2. Tugas Jacksen sebagai pelatih kian berat karena musim ini Persipura juga tampil di AFC cup. 

Meski demikian, ini bukanlah masalah baru bagi Persipura. Sebelumnya, Mutiara Hitam juga kerap tampil buruk di ajang pramusim, namun mampu bangkit dan meraih gelar juara di akhir musim. Fenomena ini kerap terjadi di tahun ganjil. Bagaimana dengan tahun genap? 

Persipura
Nama lengkap: Persatuan Sepak Bola Indonesia Jayapura (Persipura Jayapura)
Julukan: Mutiara Hitam
Berdiri: 1963
Stadion: Mandala, Jayapura
Pelatih: Jacksen F Tiago
Prestasi: 
- Juara Divisi Utama Liga Indonesia 2005
- Juara Indonesian Super League 2008/09, 2010/11, 2012/13

Skuad:
Kiper: Yoo Jae Hoon, Ferdiansyah, Dede Sulaiman, Euneke Pahabol

Bek: Andri Ibo, Dominggus Fakdawer, Bio Pauline Pierre, Daniel S Tata, Viktor Numberi, Fandri Imbiri, Izaak Wanggai, Ruben Sanadi.

Gelandang: Immanuel Wanggai, Ian Louis Kabes, Gerald Pangkali, Yohanis Tjo-e, Mohammad Tahir, Lim Jun Sik, Nelson Alom, Jaelany Arey Sibi, Boakay Eddy Foday.

Striker: Ricky Kayame, Ferinando Pahabol, Lukas Mandowen, Titus Bonai, Boaz Solossa (kapten).


Persiram Raja Ampat

Tahun ini merupakan musim ketiga Persiram menjajal kompetisi kasta tertinggi Tanah Air. Nyaris terdegradasi di musim pertama, Persiram menunjukkan perbaikan dengan finis di papan tengah, musim lalu. Bagaimana dengan musim ini?

Tim ini bisa menjadi salah satu kuda hitam untuk mengganggu dominasi klub-kub mapan seperti Persib Bandung, Arema Cronus, bahkan sang juara bertahan Persipura.

Pada IIC 2014, Persib dan Persipura sudah merasakan "sihir" Dewa Laut. Di babak penyisihan, Persiram sukses menyingkirkan Persipura usai menahan imbang mereka dengan skor 2-2. Selanjutnya, Maung Bandung mampu dibuat kocar kacir, meski akhirnya kedua tim hanya meraih satu poin saja di babak 8 besar. Sayangnya, Persiram gagal melaju ke final IIC karena kalah selisih gol dari Persib meski mengoleksi poin yang sama.

Sebenarnya, persiapan pramusim Persiram tidak terlalu ideal. Sempat menunjuk Widodo Cahyono Putro sebagai pelatih, namun akhirnya mereka harus mengontrak Gomez de Oliveira jelang IIC bergulir. Pasalnya, Widodo terpaksa menepi karena dibutuhkan oleh Alfred Riedl untuk menemaninya di kursi kepelatihan Timnas.

Dengan kerangka yang sudah dibentuk Widodo, Gomez pun melanjutkan kerjanya. Dia memberikan sedikit tambahan pada susunan pemain serta taktik dan strategi yang pas sehingga Persiram menjadi salah satu tim kuda hitam. Moses Banggo, Mbida Messi, Osas Saha, Kubay Quaiyan, Ortizan Solossa, serta Leonard Tupamahu, akan menjadi andalan bagi Persiram di musim depan.

Persiram
Nama lengkap: Persiram Raja Ampat
Julukan: Dewa Laut
Berdiri: 2004
Stadion: Stadion Wombik (Stadion KM 16), Sorong
Pelatih: Gomes de Olivera

Skuad:
Kiper: Deny Marcel, Wempy Obure, Galih Sudaryono

Bek: Frans Sauyai, Kubay Quaiyan, Leonard Tupamahu, Edison Ames, Sa Anun Al Qadry, Ortizan Solossa, Arifin Ginuni, Errol Simunapendi.

Gelandang: Gideon V Way, Mbida Messi, Ronald Setmob, Steven Imbiri, Elvis Herawan, Immanuel Padwa, David Uron.

Striker: Permenas Iwanggis, Osas Saha, Moses Banggo, Mario Aibekob
(one)

Persija Temukan The Next Boaz Solossa

Persija- Persija Jakarta tertarik mendatangkan Gilbert Richard, pesepakbola berusia 21 tahun asal Jayapura, Papua.
Anak Asisten Pelatih Persipura Jayapura Mettu Duaramuri, tidak mendapatkan kesempatan bermain di tim utama Persipura. Kemudian, Gilbert mencoba peruntungan di Persija, dengan harapan dapat membela Macan Kemayoran di kompetisi Indonesia Super League musim 2014.
“Di tim Persipura, saya tidak mendapatkan kesempatan membela tim utama. Saya hanya bermain di Persipura U-21. Pesepak bola bertalenta banyak di sana,” ujar Gilbert ditemui di POR Sawangan, Depok, Selasa (28/1/2014).
Gilbert Richard mengikuti seleksi di Persija sejak Senin kemarin. Bermain di posisi gelandang, kemampuannya bermain bola dipuji oleh Pelatih Persija Benny Dollo. Gilbert mampu mengatur ritme permainan dan mengumpan bola kepada pemain lain.
Persija telah mempunyai pemain berposisi gelandang, seperti Rohit Chand, Egy Melgiansyah, dan Amarzukih. Namun, menurut Benny Dollo, permainan Gilbert Richard berbeda dengan pemain lain.
“Dia the next Boaz Solossa, tapi bermain di posisi berbeda. Dia disiplin di dalam dan luar lapangan. Saya merekomendasikan dia untuk dikontrak. Saya berharap Firman Utina baru akan muncul,” tutur pria yang disapa Bendol.
Ketua Umum Persija Ferry Paulus, pun segera mengamankan tanda tangan pemain yang mengidolakan gelandang Arsenal Mesut Ozil.
“Gilbert punya peluang yang cukup besar untuk gabung dengan Persija. Dia pemain istimewa di usia yang masih sangat muda,” kata Ferry. (*)

Patrick Wanggai segera melepas masa lajangnya

Jayapura - Mantan striker Persipura, Patrick Wanggai, segera melepas masa lajangnya pada pertengahan Februari 2014.


"Rencananya Patrick Wanggai akan menikah di Papua yaitu di Nabire," ujar Gembala Sidang GPdI Elohim Sentani Pdt. Sonny Manoach, tempat Patrick beribadah selama ini kepada Antara di Jayapura, Selasa.

Sonny menjelaskan, Patrick dan pasangannya adalah jemaat di gereja yang digembalainya. Meskipun tidak menikah di gereja tempatnya bergereja, namun mereka akan tetap menikah di wilayah Papua dan bukan di luar negeri.

"Patrick dan pasangannya akan dinikahkan oleh Pdt. Daud Buney di Nabire," tandasnya.

Saat ini Patrick sudah menjadi pemain T - Team FC yang berasal dari Kuala Terengganu, Malaysia, sejak Desember 2013. Penyerang kelahiran Nabire 27 Juni 1988 itu sebelum bergabung dengan Persipura, sempat juga bermain di Persidafon Dafonsoro dan juga Perseman Manokwari.

Di level nasional, penyerang bernama lengkap Patrich Steve Wanggai itu sempat juga bermain di Timnas U-23.

Pada pertengahan Januari 2014, Patrick telah bermain perdana bersama tim barunya, dan pada 25 Januari 2014 lalu Patrick juga menyumbangkan satu gol bagi tim barunya

Senin, 27 Januari 2014

Bank Papua dukung Persipura senilai Rp6 miliar

Jayapura- Bank Pembangunan Daerah atau Bank Papua kembali menggelontorkan dana dukungan kepada klub Persipura Jayapura sebesar Rp6 miliar untuk mengarungi Liga Super Indonesia (LSI) dan Asian Football Club (AFC) 2014.



Selain menaikan dana dukungan kepada Persipura Jayapura, Johan sampaikan pihaknya juga menerbitkan kartu ATM bagi pemain dan masyarakat umum. "Kami juga menerbitkan kartu Persipura yang identik dengan ATM, bisa digunakan dimana saja diseluruh Indonesia," katanya.

Johan tambahkan jika kartu ATM tersebut bisa digunakan juga sebagai debit card dan juga bekerjasama dengan visa agar bisa digunakan di luar negeri atau di seluruh dunia asal ada logo visa.
Direktur utama BPD Papua, Johan Kafiar kepada wartawan di Jayapura, Senin mengatakan kerjasama dengan Persipura Jayapura sudah berlangsung lama. "Dan sebagai bentuk apresiasi bank Papua kepada Persipura tahun ini kami menaikkan dukungan dana dari Rp4 miliar musim lalu, menjadi Rp6 miliar musim ini," kata Johan Kafiar.

"Persipura akan berlaga ke luar negeri. Jadi kami pikir sudah seharusnya keluarkan prodak ini untuk mengantisipasi keperluan tim saat bermain di luar negeri seperti di Malaysia, Singapura atau Cina, dimanapun mereka bisa menggunakan kartu tersebut dengan logo visa," katanya.

Sementara itu, Ketua Umum Persipura Jayapura Benhur Tommy Mano menyatakan bangga dan bersyukur kepada dengan dukungan dana dari Bank Papua kepada Boas Salossa dan kawan-kawan, apa lagi dana tersebut telah dinaikkan dari tahun sebelumnya. 

"Bank Papua sudah memberikan kontribusi yang begitu besar buat kemajuan Persipura selama berkompetisi di ISL dan juga AFC. Dan dari tahun ke tahun Bank Papua memberikan dana yang selalu meningkat, tahun ini Persipura dapat dukungan dana Rp6 miliar," katanya.

Dan untuk memperkenalkan bank Papua ke publik, kata Benhur Tommy Mano yang biasa disapa BTM itu, kaos Persipura tercantum logo bank Papua. "Termasuk manajemen Persipura membayar gaji pemain lewat bank Papua," katanya.

BTM berharap dengan adanya dukungan positif dari Bank Papua, pihak lainnya di daerah tersebut bisa memberikan dukungan yang sama juga. "Agar Persipura bisa mencetak prestasi yang lebih baik lagi di LSI dan AFC," tutupnya.

Pelatih Voli Manokwari Valeria Papua Barat Belum pada Puas Performa Timnya

Manokwari- Pelatih Manokwari Valeria Papua Barat, Eko Waluyo, belum puas dengan permainan timnya.
Kelelahan mendera Valeria Papu Barat usai mengalahkan Jakarta Popsivo PGN dengan skor 3-1 (25-23, 29-31, 25-22, 25-19)
"Penerimaan bola kami buruk tadi, libero kami masih belum bisa menyuplai bola-bola yang baik untuk menyerang. Tapi untungnya Maria Jose tampil baik saat ini. Bola sesulit apapun mampu dia ambil dan mendapat poin," ujar Eko.
Kemenangan kali ini tidak terlepas dari faktor keberuntungan. Tim lawan yang kelelahan dan sering membuat kesalahan di set ketiga dan keempat membuat mereka bisa mencuri kemenangan di akhir putaran pertama.
"Resive kami buruk, kami akan coba memperbaikinya di putaran kedua nanti. Kami juga sepertinya masih akan menggunakan Eki Adha Yuliani sebagai libero unuk menggantikan Helda Gustiara Amanda yang masih cedera," ujar Eko.
Dengan kemenangan tersebut Manokwari Valeria Papua Barat bisa mengamankan posisi kedua papan klasemen dengan 14 poin dari enam kali bertanding, selisih empat poin dari pimpinan klasemen Jakarta Pertamina Energi yang telah meraih 18 poin. Sementara Jakarta Popsivo PGN berada di urutan ketiga dengan 12 poin dari enam kali bertanding.

Gempa Kaimana Papua Barat Tak Berpotensi Tsunami

Kaimana - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika menyatakan gempa bumi berkekuatan 5 skala Richter yang terjadi di tenggara Kaimana, Provinsi Papua Barat, Senin pukul 02.55 WIB, tidak berpotensi tsunami.
Menurut BMKG seperti disampaikan Kepala Stasiun Geofisika Kotabumi Lampung Yuharman, gempa 5 SR di Kaimana itu berada pada koordinat lintang 4.70 derajat Lintang Selatan (LS) dan bujur 133.86 derajat Bujur Timur (BT) dengan kedalaman pusat gempa 10 km.
Lokasi gempa berada di daratan Irian Jaya (Papua Region); 114 km tenggara Kaimana; 159 km timur laut Maluku Tenggara; 172 km timur laut Tual Maluku; 433 km barat daya Manokwari Papua Barat; dan 3.011 km timur laut Jakarta.(rr)

Minggu, 26 Januari 2014

Profil Tim ISL: Perseru, Tunas Baru Tanah Papua

VIVAbola - Wajah-wajah baru akan menghiasi Liga Super Indonesia (ISL) 2014 yang bergulir mulai 2 Februari nanti. Salah satunya adalah tim promosi Perseru Serui. Tim asal Papua itu adalah runner up Divisi Utama musim lalu. 

Papua memang seakan tak pernah sepi menghadirkan prestasi di pentas sepakbola nasional. Setelah Persipura Jayapura kembali merebut gelar juara ISL musim 2012-13, kini muncul juga tunas baru dari tanah Cenderawasih. 

Perseru merupakan tim yang berasal dari Kepulauan Yapen, Papua. Bermain di level tertinggi sepakbola Indonesia merupakan mimpi masyarakat Serui.

Perjalanan mulai dirintis saat Perseru menjadi penghuni Grup 2 Divisi Utama Liga Indonesia 2009/10. Sayangnya, saat itu Perseru tampil mengecewakan sehingga harus terdegradasi ke Divisi Satu. Namun, kesempatan kembali datang saat dualisme melanda kompetisi Indonesia pada musim berikutnya. Cenderawasih Jingga tetap bertahan di Divisi Utama dan tergabung di Grup 2. 

Dari 20 pertandingan yang dijalani, Perseru mampu menduduki posisi ke-6 klasemen akhir grup. Pencapaian itu membuat Perseru tetap bertahan di Divisi Utama Liga Indonesia pada musim 2012/13. Pada musim berikutnya, Perseru semakin dominan dan berhasil menjuarai Grup 4 Divisi Utama Liga Indonesia. 

Penampilan Perseru tetap konsisten di babak-babak berikutnya dan sukses melaju hingga ke semifinal. Menghadapi Persik Kediri, Perseru menang lewat drama adu penalti dan menantang Persebaya Surabaya di babak final. 

Sayangnya, Perseru gagal menggondol gelar juara setelah dipaksa menyerah 0-2 oleh tim asal Jawa Timur tersebut. Meski demikian, para pemain dan tim pelatih bisa tersenyum karena sudah mengantongi tiket menuju ISL musim 2014. 

Serangkaian perubahan dilakukan Perseru menatap ISL 2014. Pengurus mulai mendatangkan sejumlah pemain baru dan menggugah hati para pemain asli Serui untuk kembali ke kampung halamannya. Usai mengantongi tiket ke ISL, pengurus memang berjanji untuk memaksimalkan potensi putra daerah. 

Mantan penyerang timnas, Oktovianus Maniani salah satunya. Pemain yang sebelumnya memperkuat Barito Putera ini tergiur untuk memperkuat Perseru agar bisa lebih dekat dengan keluarganya. Kebetulan, ibu Okto adalah warga asli Serui. 

Selain diperkuat putra daerah, Perseru juga mendatangkan pemain-pemain asing yang sudah punya pengalaman di ISL. Sebut saja, Seme Pattrick. Pemain asal Kamerun ini sudah malang-melintang di kompetisi Indonesia.

Selain itu, hadir juga nama Ali Khadafi. Pemain jangkung asal Togo ini juga punya segudang pengalaman di ISL. Sebelum bergabung dengan Perseru, Khadafi bahkan sempat memperkuat tim promosi musim sebelumnya, Madura United. 

Performa Perseru mulai mencuri perhatian di ajang Inter Island Cup 2014. Meski akhirnya gagal melaju ke babak final, Cenderawasih Jingga mulai menebar ancaman dengan mengalahkan Persipura Jayapura 3-2 di babak penyisihan. 

Perseru juga melaju ke 8 besar bersama Persiram Raja Ampat. Sayangnya, langkah itu akhirnya terhenti setelah kalah 0-1 dari Arema, dibantai 0-8 oleh Sriwijaya FC, dan bermain imbang 0-0 di laga terakhir melawan Barito Putera. 

Profil Perseru
Nama lengkap: Persatuan Sepak Bola Serui
Julukan: Cenderawasih Jingga
Berdiri: 1970
Stadion: Stadion Marora, Serui
Pelatih: Robby Maruanaya
Prestasi: Runner-up Divisi Utama Liga Indonesia 2013

Susunan Pemain:
Kiper:
Galih Firmansyah, Jacob Haay, Teguh Amiruddin

Belakang: 
Seme Pattrick, Michael Ditubun, Alexander Yarangga, Onny Marthen Sibi, Detius Muni, Onorionde Kughegbe, Liston Harry Fonataba

Gelandang:
Franklin Rumbiak, Marchelino Mandagi, Tonny Roy Ayomi, Fred Ferdinando Mote, Bilibig Dian Mahrus, Ali Khaddafi, Stevie Bonsapia, Jefry Haay, Yoksan Ama, Arthur Barrios Bonai, Oktovianus Maniani

Depan: Sunday Austin Oboh, Cornelius Geddy, Alan Aronggear
(one)

Profil Tim ISL: Perseru, Tunas Baru Tanah Papua

VIVAbola - Wajah-wajah baru akan menghiasi Liga Super Indonesia (ISL) 2014 yang bergulir mulai 2 Februari nanti. Salah satunya adalah tim promosi Perseru Serui. Tim asal Papua itu adalah runner up Divisi Utama musim lalu. 

Papua memang seakan tak pernah sepi menghadirkan prestasi di pentas sepakbola nasional. Setelah Persipura Jayapura kembali merebut gelar juara ISL musim 2012-13, kini muncul juga tunas baru dari tanah Cenderawasih. 

Perseru merupakan tim yang berasal dari Kepulauan Yapen, Papua. Bermain di level tertinggi sepakbola Indonesia merupakan mimpi masyarakat Serui.

Perjalanan mulai dirintis saat Perseru menjadi penghuni Grup 2 Divisi Utama Liga Indonesia 2009/10. Sayangnya, saat itu Perseru tampil mengecewakan sehingga harus terdegradasi ke Divisi Satu. Namun, kesempatan kembali datang saat dualisme melanda kompetisi Indonesia pada musim berikutnya. Cenderawasih Jingga tetap bertahan di Divisi Utama dan tergabung di Grup 2. 

Dari 20 pertandingan yang dijalani, Perseru mampu menduduki posisi ke-6 klasemen akhir grup. Pencapaian itu membuat Perseru tetap bertahan di Divisi Utama Liga Indonesia pada musim 2012/13. Pada musim berikutnya, Perseru semakin dominan dan berhasil menjuarai Grup 4 Divisi Utama Liga Indonesia. 

Penampilan Perseru tetap konsisten di babak-babak berikutnya dan sukses melaju hingga ke semifinal. Menghadapi Persik Kediri, Perseru menang lewat drama adu penalti dan menantang Persebaya Surabaya di babak final. 

Sayangnya, Perseru gagal menggondol gelar juara setelah dipaksa menyerah 0-2 oleh tim asal Jawa Timur tersebut. Meski demikian, para pemain dan tim pelatih bisa tersenyum karena sudah mengantongi tiket menuju ISL musim 2014. 

Serangkaian perubahan dilakukan Perseru menatap ISL 2014. Pengurus mulai mendatangkan sejumlah pemain baru dan menggugah hati para pemain asli Serui untuk kembali ke kampung halamannya. Usai mengantongi tiket ke ISL, pengurus memang berjanji untuk memaksimalkan potensi putra daerah. 

Mantan penyerang timnas, Oktovianus Maniani salah satunya. Pemain yang sebelumnya memperkuat Barito Putera ini tergiur untuk memperkuat Perseru agar bisa lebih dekat dengan keluarganya. Kebetulan, ibu Okto adalah warga asli Serui. 

Selain diperkuat putra daerah, Perseru juga mendatangkan pemain-pemain asing yang sudah punya pengalaman di ISL. Sebut saja, Seme Pattrick. Pemain asal Kamerun ini sudah malang-melintang di kompetisi Indonesia.

Selain itu, hadir juga nama Ali Khadafi. Pemain jangkung asal Togo ini juga punya segudang pengalaman di ISL. Sebelum bergabung dengan Perseru, Khadafi bahkan sempat memperkuat tim promosi musim sebelumnya, Madura United. 

Performa Perseru mulai mencuri perhatian di ajang Inter Island Cup 2014. Meski akhirnya gagal melaju ke babak final, Cenderawasih Jingga mulai menebar ancaman dengan mengalahkan Persipura Jayapura 3-2 di babak penyisihan. 

Perseru juga melaju ke 8 besar bersama Persiram Raja Ampat. Sayangnya, langkah itu akhirnya terhenti setelah kalah 0-1 dari Arema, dibantai 0-8 oleh Sriwijaya FC, dan bermain imbang 0-0 di laga terakhir melawan Barito Putera. 

Profil Perseru
Nama lengkap: Persatuan Sepak Bola Serui
Julukan: Cenderawasih Jingga
Berdiri: 1970
Stadion: Stadion Marora, Serui
Pelatih: Robby Maruanaya
Prestasi: Runner-up Divisi Utama Liga Indonesia 2013

Susunan Pemain:
Kiper:
Galih Firmansyah, Jacob Haay, Teguh Amiruddin

Belakang: 
Seme Pattrick, Michael Ditubun, Alexander Yarangga, Onny Marthen Sibi, Detius Muni, Onorionde Kughegbe, Liston Harry Fonataba

Gelandang:
Franklin Rumbiak, Marchelino Mandagi, Tonny Roy Ayomi, Fred Ferdinando Mote, Bilibig Dian Mahrus, Ali Khaddafi, Stevie Bonsapia, Jefry Haay, Yoksan Ama, Arthur Barrios Bonai, Oktovianus Maniani

Depan: Sunday Austin Oboh, Cornelius Geddy, Alan Aronggear
(one)

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Laundry Detergent Coupons